← Beranda
Bukan Cuma Faktor Usia, Ini 5 Penyebab Rambut Menipis
Rabbany WanadrianiSelasa, 18 Agustus 2026 | 02.30 WIB
ilustrasi rambut menipis pada seorang perempuan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Rambut yang semakin tipis merupakan salah satu masalah yang cukup sering dialami. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan pertambahan usia, padahal ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi kepadatan dan kekuatan rambut.

Faktor keturunan memang bisa berperan, tetapi pola makan, perubahan hormon, tingkat stres, kebiasaan menata rambut, hingga kondisi kesehatan tertentu juga dapat menjadi pemicunya.

Mengetahui penyebabnya sejak awal penting dilakukan agar langkah pencegahan dapat disesuaikan dengan kondisi yang dialami.

Dilansir English jagran, berikut lima faktor yang dapat menyebabkan rambut menipis sekaligus beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan rambut.

Baca Juga: Sering Diabaikan, Kulit Kepala Ternyata Bisa Jadi Biang Rambut Rontok

1. Asupan nutrisi tidak mencukupi

Rambut membutuhkan berbagai nutrisi agar dapat tumbuh dengan baik. Kekurangan zat besi, zinc, vitamin D, maupun vitamin B tertentu dapat membuat rambut menjadi lebih lemah dan mudah mengalami kerontokan.

Karena itu, pola makan seimbang perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan rambut. Pilih makanan yang kaya nutrisi, seperti sayuran berdaun hijau, telur, ikan, daging tanpa lemak, serta kacang-kacangan.

Jika terdapat dugaan kekurangan nutrisi tertentu, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi suplemen dalam dosis tinggi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.

2. Perubahan atau gangguan hormon

Perubahan hormon juga dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Kondisi seperti kehamilan, menopause, maupun gangguan pada kelenjar tiroid dapat disertai perubahan pada ketebalan rambut.

Penanganannya bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika rambut tiba-tiba menipis atau kerontokan berlangsung terus-menerus dan disertai gejala lain, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui apakah faktor hormonal menjadi pemicunya.

3. Stres berkepanjangan

Tekanan psikologis yang berat atau berlangsung dalam waktu lama dapat memengaruhi kondisi tubuh, termasuk siklus pertumbuhan rambut. Pada sebagian orang, kerontokan dapat muncul setelah mengalami periode stres yang cukup berat.

Mengelola stres menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan. Aktivitas sederhana seperti olahraga ringan, meditasi, latihan pernapasan, tidur yang cukup, atau melakukan kegiatan yang menyenangkan dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

4. Terlalu sering menggunakan alat panas dan bahan kimia

Kebiasaan menata rambut dengan suhu tinggi, seperti menggunakan hair dryer, pelurus, atau alat pengeriting, dapat membuat batang rambut menjadi kering dan rapuh. Akibatnya, rambut lebih mudah patah sehingga terlihat semakin tipis.

Perawatan kimia yang dilakukan terlalu sering juga dapat memperburuk kerusakan rambut.

Untuk meminimalkan risikonya, kurangi frekuensi penggunaan alat panas, gunakan suhu yang tidak terlalu tinggi, dan berikan jeda di antara perawatan kimia.

5. Masalah kesehatan tertentu

Penipisan rambut terkadang menjadi tanda adanya kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan. Beberapa gangguan, termasuk penyakit autoimun, infeksi pada kulit kepala, dan kondisi medis tertentu, dapat memengaruhi pertumbuhan rambut.

Jika kerontokan terjadi secara berlebihan, muncul tiba-tiba, membentuk area kebotakan tertentu, atau disertai keluhan pada kulit kepala, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Dengan mengetahui penyebab yang tepat, penanganan dapat dilakukan secara lebih sesuai. Selain itu, menjaga pola makan bergizi, mengelola stres, serta menghindari kebiasaan yang dapat merusak rambut juga dapat menjadi bagian dari perawatan sehari-hari.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho