JawaPos.com - Kotoran telinga atau serumen sebenarnya memiliki fungsi penting bagi kesehatan telinga. Zat ini membantu melindungi saluran telinga dari debu, kotoran, dan mikroorganisme. Dalam kondisi normal, serumen akan bergerak secara alami menuju bagian luar telinga sehingga tidak membutuhkan pembersihan khusus.
Namun, pada sebagian orang, kotoran telinga dapat menumpuk dan mengeras hingga menimbulkan rasa penuh atau tersumbat, penurunan kemampuan mendengar, telinga berdenging, bahkan pusing. Jika sudah mengganggu, kotoran tersebut dapat dilunakkan terlebih dahulu agar lebih mudah keluar secara alami.
Dilansir English jagran, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu mengatasi penumpukan kotoran telinga.
Baca Juga: 5 Tips Merawat Bulu Mata agar Tampak Lebih Tebal, Bahannya Mudah Ditemukan
1. Gunakan tetes minyak zaitun
Minyak zaitun dapat membantu membuat serumen yang keras menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah keluar dari saluran telinga.
Caranya, berbaring dengan posisi telinga yang bermasalah menghadap ke atas, kemudian teteskan sekitar 2–3 tetes minyak zaitun. Pertahankan posisi tersebut selama sekitar 5–10 menit agar cairan dapat bekerja pada kotoran telinga.
Penggunaan dapat dilakukan beberapa kali sehari selama beberapa hari sesuai petunjuk produk atau anjuran tenaga kesehatan.
2. Pertimbangkan tetes minyak almond
Selain minyak zaitun, minyak almond juga dapat digunakan untuk membantu melembutkan serumen. NHS mencantumkan minyak almond sebagai salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi penumpukan kotoran telinga.
Beberapa tetes dapat dimasukkan ke telinga yang tersumbat, kemudian diamkan selama beberapa menit sebelum kembali ke posisi normal. Namun, cara ini tidak boleh dilakukan oleh orang yang memiliki alergi terhadap almond.
3. Gunakan obat tetes pelunak serumen
Jika kotoran telinga cukup keras, produk tetes telinga khusus untuk melunakkan serumen dapat menjadi pilihan. Beberapa produk mengandung natrium bikarbonat yang membantu melunakkan atau memecah kotoran telinga.
Penggunaan sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau rekomendasi apoteker. Pemakaian terlalu lama pada sebagian produk dapat menyebabkan iritasi atau kulit saluran telinga menjadi kering.
4. Biarkan telinga mengeluarkan serumen secara alami
Tidak semua kotoran telinga harus dikeluarkan. Pada banyak orang, serumen akan bergerak secara perlahan ke bagian luar telinga dan keluar tanpa perlu dikorek.
Karena itu, setelah kotoran dilunakkan, tidak perlu memasukkan benda apa pun ke dalam lubang telinga. Cukup bersihkan bagian luar telinga menggunakan kain lembut jika diperlukan.
5. Mintalah bantuan tenaga kesehatan jika sumbatan tidak membaik
Jika kotoran telinga tetap menyumbat meski sudah menggunakan metode pelunakan, sebaiknya jangan memaksakan pembersihan sendiri. Dokter atau tenaga kesehatan dapat menentukan metode yang sesuai, termasuk irigasi telinga atau microsuction pada kondisi tertentu.
Hindari memasukkan cotton bud, jepit rambut, korek telinga, atau benda lainnya ke dalam saluran telinga. Kebiasaan tersebut justru dapat mendorong serumen semakin dalam dan berisiko melukai saluran telinga maupun gendang telinga.