← Beranda
Ingin Samarkan Bekas Luka? 5 Bahan Alami Ini Kerap Dipakai dalam Perawatan Kulit
Rabbany WanadrianiMinggu, 16 Agustus 2026 | 22.23 WIB
ilustrasi bekas luka pada wajah. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Bekas luka pada wajah terkadang tetap terlihat meskipun luka awal sudah sembuh. Kondisi tersebut bisa berupa perubahan warna kulit, noda gelap, maupun jaringan parut yang membuat permukaan kulit tampak tidak rata.

Perlu diketahui, bekas luka dan noda hitam bekas jerawat bukan selalu kondisi yang sama. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa noda yang rata setelah jerawat sering kali merupakan hiperpigmentasi pascainflamasi, sedangkan jaringan parut dapat berupa cekungan atau bagian kulit yang menonjol.

Sejumlah bahan alami memang kerap digunakan dalam perawatan kulit rumahan. Namun, bukti ilmiah mengenai kemampuannya menghilangkan bekas luka masih terbatas dan hasilnya dapat berbeda pada setiap orang.

Dilansir English Jagran, berikut lima bahan alami yang populer digunakan untuk membantu merawat kulit dengan bekas luka atau noda.

Baca Juga: 5 Bahan Alami untuk Atasi Bibir Kering, Ada Madu hingga Minyak Kelapa

1. Madu

Madu telah lama digunakan dalam berbagai perawatan kulit karena sifatnya yang mendukung proses penyembuhan luka. Dalam penggunaan rumahan, madu biasanya diaplikasikan secara tipis pada kulit.

Namun, penggunaan madu pada wajah tetap perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Sebaiknya lakukan uji pada area kecil terlebih dahulu dan hentikan pemakaian apabila muncul kemerahan, gatal, atau rasa terbakar.

2. Air Lemon

Lemon dikenal memiliki kandungan vitamin C dan sering dikaitkan dengan upaya membantu mencerahkan kulit. Karena alasan tersebut, air lemon kerap digunakan dalam berbagai resep perawatan kulit alami.

Meski demikian, air lemon sebaiknya tidak langsung diaplikasikan ke wajah tanpa pertimbangan. Bahan yang bersifat asam dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang dan membuat kulit lebih sensitif. Iritasi justru dapat memperburuk perubahan warna kulit.

Jika tujuan utamanya adalah menyamarkan noda gelap, perlindungan terhadap sinar matahari jauh lebih penting. AAD merekomendasikan sunscreen berspektrum luas dengan SPF 30 atau lebih untuk membantu mencegah noda semakin gelap.

3. Lidah Buaya

Gel lidah buaya merupakan salah satu bahan alami yang cukup populer untuk perawatan kulit. Teksturnya memberikan sensasi lembap dan menenangkan.

Menurut NCCIH, penelitian mengenai penggunaan lidah buaya secara topikal menunjukkan beberapa potensi manfaat untuk kondisi kulit tertentu, termasuk membantu penyembuhan luka bakar. Namun, bukti untuk berbagai penggunaan lainnya masih terbatas. Penggunaan pada kulit umumnya dapat ditoleransi, meski pada sebagian orang bisa menimbulkan rasa terbakar, gatal, ruam, atau eksim.

Karena itu, pilih gel yang aman untuk pemakaian kulit dan lakukan tes pada area kecil sebelum menggunakannya pada wajah.

4. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Bahan ini kemudian banyak dimanfaatkan dalam berbagai tradisi perawatan kulit.

Dalam penggunaan rumahan, kunyit biasanya dicampurkan dengan bahan lain sebelum dijadikan masker. Namun, tidak semua jenis kulit cocok dengan bahan tersebut. Selain berpotensi menyebabkan iritasi pada sebagian orang, kunyit juga dapat meninggalkan warna kekuningan sementara pada kulit.

Jadi, gunakan secara hati-hati dan jangan menganggap masker kunyit sebagai pengganti perawatan medis untuk jaringan parut.

5. Jus Kentang

Kentang mentah juga populer dalam berbagai resep perawatan kulit rumahan. Kandungan vitamin dan senyawa tertentu di dalamnya membuat kentang kerap diklaim dapat membantu membuat kulit terlihat lebih cerah.

Meski begitu, bukti klinis yang kuat mengenai jus kentang sebagai penghilang bekas luka wajah masih belum memadai. Karena itu, penggunaannya lebih tepat dipandang sebagai bagian dari perawatan rumahan, bukan terapi yang sudah terbukti menghilangkan jaringan parut.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho