JawaPos.com – Media sosial membuat seseorang dapat mengetahui banyak hal tentang kehidupan orang lain hanya melalui layar.
Aktivitas seperti mengunggah foto, membuat cerita, memberikan komentar, hingga membagikan lokasi dapat meninggalkan jejak digital yang mudah diamati oleh pengguna lain.
Dalam kondisi tertentu, perhatian seseorang terhadap akun kita mungkin sudah melewati batas kewajaran. Hal tersebut dapat terlihat dari pola interaksi yang dilakukan secara terus-menerus.
Meski demikian, satu tanda saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang sedang melakukan stalking. Perlu diperhatikan pola perilaku secara keseluruhan, terutama jika tindakan tersebut membuat seseorang merasa terganggu atau tidak aman.
Baca Juga: 7 Tanda Dirimu Memiliki Kepribadian Berkualitas Tinggi Menurut Psikologi, Apa Saja?
Dilansir dari Geediting, berikut sejumlah tanda yang dapat menjadi indikasi seseorang terlalu intens memantau aktivitasmu di media sosial.
1. Mendapat permintaan pertemanan dari akun yang tidak dikenal
Mendapat permintaan pertemanan atau mengikuti dari orang yang tidak dikenal sebenarnya merupakan hal biasa di media sosial.
Namun, situasinya menjadi berbeda apabila permintaan tersebut muncul berkali-kali dari akun yang terlihat tidak meyakinkan.
Akun dengan informasi yang sangat minim, jumlah pengikut yang tidak wajar, atau hampir tidak memiliki teman bersama patut diperhatikan. Terlebih jika akun tersebut terus berusaha mendapatkan akses ke profilmu meskipun sebelumnya tidak memiliki hubungan apa pun denganmu.
2. Ada yang tiba-tiba menyukai unggahan lama
Salah satu hal yang cukup mudah menarik perhatian adalah munculnya interaksi pada unggahan yang sudah sangat lama.
Misalnya, seseorang yang tidak terlalu dikenal tiba-tiba memberikan tanda suka pada foto yang kamu unggah beberapa tahun sebelumnya. Hal tersebut bisa menunjukkan bahwa orang tersebut sedang menelusuri profilmu cukup jauh.
Semakin banyak unggahan lama yang mereka respons dalam waktu berdekatan, semakin terlihat bahwa aktivitas tersebut bukan sekadar interaksi biasa.
3. Sering memantau profil
Beberapa platform menyediakan fitur tertentu yang memungkinkan pengguna mengetahui aktivitas kunjungan profil atau interaksi pengguna lain.
Jika seseorang terus muncul dalam daftar tersebut, terutama dengan frekuensi yang tidak biasa, kondisi itu bisa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Namun, fitur setiap platform berbeda-beda sehingga tidak semua kunjungan profil dapat diketahui oleh pemilik akun.
4. Terlalu sering melakukan tag atau mention
Tag atau mention sesekali merupakan bagian normal dari interaksi di media sosial.
Akan tetapi, jika seseorang yang hampir tidak memiliki hubungan dekat denganmu terus-menerus menandai akunmu dalam berbagai unggahan, hal tersebut bisa terasa mengganggu.
Apalagi jika tag dilakukan tanpa alasan yang jelas dan tampaknya menjadi cara untuk mendapatkan perhatian atau memancing respons darimu.
5. Mengirim pesan tanpa diminta dan terus berlanjut
Pesan dari orang yang belum terlalu dikenal tidak selalu berarti sesuatu yang buruk. Namun, perlu lebih berhati-hati jika percakapan berkembang menjadi terlalu intens.
Misalnya, mereka terus mengirim pesan meskipun kamu tidak memberikan respons yang menunjukkan ketertarikan. Pertanyaan yang diajukan juga bisa semakin pribadi dan berusaha mengetahui aktivitas sehari-harimu.
Jika komunikasi tersebut membuatmu tidak nyaman, kamu berhak menghentikan percakapan atau membatasi akses orang tersebut.
6. Mengetahui informasi pribadi yang tidak pernah kamu ceritakan
Pernahkah seseorang mengetahui detail tertentu mengenai kehidupanmu padahal kamu merasa tidak pernah memberitahukannya secara langsung?
Contohnya, mereka mengetahui tempat yang baru saja kamu kunjungi, nama hewan peliharaan, kebiasaan tertentu, atau aktivitas yang kamu lakukan.
Informasi tersebut mungkin saja ditemukan dari unggahan lama, komentar, atau sumber lain. Karena itu, kondisi ini belum tentu membuktikan stalking, tetapi layak diperhatikan apabila muncul bersama pola perilaku mencurigakan lainnya.
7. Selalu menjadi orang pertama yang berinteraksi
Ada orang yang tampaknya tidak pernah melewatkan unggahanmu.
Setiap kali kamu mengunggah foto, video, atau cerita, orang tersebut selalu memberikan like, komentar, atau bentuk interaksi lainnya dalam waktu sangat singkat.
Jika pola itu terjadi terus-menerus dan dilakukan oleh seseorang yang sebenarnya tidak dekat denganmu, intensitasnya bisa terasa tidak wajar.
8. Tiba-tiba memiliki banyak kesamaan denganmu
Kesamaan hobi atau selera sebenarnya merupakan hal yang normal. Namun, perhatian perlu diberikan apabila seseorang yang baru dikenal tiba-tiba mengikuti hampir semua hal yang kamu sukai.
Misalnya, mereka mulai membicarakan buku yang sama, mengikuti acara yang sama, mengunjungi tempat yang baru saja kamu datangi, atau menunjukkan ketertarikan yang sangat mirip denganmu.
Hal tersebut belum tentu merupakan stalking. Bisa saja hanya kebetulan atau karena algoritma media sosial mempertemukan kalian dengan konten serupa. Namun, pola yang berulang tetap patut diperhatikan.
9. Muncul rasa tidak nyaman saat berinteraksi
Tanda terakhir justru berasal dari perasaan diri sendiri.
Terkadang seseorang sulit menjelaskan secara tepat mengapa interaksi dengan akun tertentu membuatnya merasa tidak nyaman. Bisa karena frekuensi komentar yang berlebihan, pertanyaan yang terlalu pribadi, atau informasi tentang diri kita yang diketahui orang tersebut.
Perasaan tidak nyaman sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bukti bahwa seseorang sedang stalking. Namun, perasaan tersebut dapat menjadi alasan yang cukup untuk mengevaluasi kembali batas privasi dan keamanan akun.