JawaPos.com – Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama ketika disertai mual atau sensitivitas terhadap cahaya dan suara.
Selain pengobatan yang diberikan tenaga medis, sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat membantu seseorang mengelola migrain. Menjaga tubuh tetap terhidrasi, mempertahankan pola tidur yang teratur, mengelola stres, serta memperhatikan pola makan merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan.
Namun, perlu dipahami bahwa cara-cara tersebut bukan pengganti pengobatan medis dan belum tentu efektif untuk semua orang. Pemicu migrain juga dapat berbeda pada setiap individu.
Dilansir English jagran, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba.
Baca Juga: 8 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Mengurangi Sakit Kepala dalam Waktu Singkat, Apa Saja?
1. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi
Kurang cairan dapat menjadi salah satu faktor yang memicu atau memperburuk serangan migrain pada sebagian orang. Karena itu, usahakan memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus.
Ketika migrain sedang menyerang, tetap mencukupi cairan juga penting, terutama jika keluhan disertai muntah. Tidak ada jenis minuman tertentu yang terbukti paling baik untuk semua penderita migrain; yang terpenting adalah menjaga tubuh tidak mengalami dehidrasi.
2. Perhatikan Pola Tidur
Tidur memiliki hubungan yang cukup erat dengan migrain. Kurang tidur, tidur terlalu lama, maupun perubahan jadwal tidur dapat menjadi pemicu pada sebagian penderita.
Karena itu, cobalah menjaga waktu tidur dan bangun tetap konsisten. American Migraine Foundation juga merekomendasikan sekitar 7–8 jam tidur setiap malam sebagai bagian dari kebiasaan yang mendukung pengelolaan migrain.
Ketika serangan migrain muncul, beristirahat di ruangan yang tenang dan minim cahaya juga dapat membantu mengurangi paparan terhadap pemicu sensorik seperti cahaya dan suara.
3. Kelola Stres dan Luangkan Waktu untuk Bersantai
Stres merupakan salah satu pemicu serangan migrain yang sering dilaporkan. Meski stres bukan penyebab tunggal migrain, mengelolanya dapat membantu mengurangi dampaknya pada sebagian orang.
Anda bisa mencoba aktivitas yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks, seperti latihan pernapasan, meditasi, yoga, berjalan santai, atau melakukan hobi yang menyenangkan.
Tidak perlu memaksakan diri melakukan banyak aktivitas sekaligus. Memberikan waktu untuk beristirahat dan menghindari aktivitas berlebihan juga dapat menjadi bagian dari pengelolaan migrain.
4. Perhatikan Pola Makan dan Minuman
Selain mencukupi cairan, menjaga jadwal makan juga penting. Melewatkan waktu makan atau berpuasa terlalu lama dapat menjadi pemicu migrain bagi sebagian orang.
Usahakan makan secara teratur dengan menu yang seimbang. Anda juga dapat membuat catatan mengenai makanan atau minuman yang dikonsumsi ketika migrain muncul. Cara ini membantu melihat apakah terdapat pola tertentu.
Sementara itu, teh jahe atau peppermint dapat dikonsumsi sebagai minuman yang menenangkan jika cocok bagi Anda, tetapi jangan menganggap keduanya sebagai obat utama migrain. Bukti mengenai pemicu dan penanganan migrain memang berbeda-beda pada setiap orang.