← Beranda
Bisa Ganggu Kesehatan, Ini 10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Jalan Kaki
Rabbany WanadrianiJumat, 14 Agustus 2026 | 00.43 WIB
Ilustrasi orang sedang olahraga jalan.

JawaPos.com – Jalan kaki menjadi salah satu aktivitas fisik yang mudah dilakukan oleh hampir semua orang. Selain tidak membutuhkan peralatan rumit, aktivitas ini juga dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk menjaga kebugaran tubuh.

Jika dilakukan secara teratur, jalan kaki dapat membantu mendukung kesehatan jantung, menjaga berat badan, hingga menunjang kebugaran secara keseluruhan.

Meski terlihat sederhana, cara berjalan yang kurang tepat ternyata bisa membuat manfaat olahraga menjadi kurang optimal. Beberapa kebiasaan bahkan berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman atau meningkatkan risiko cedera.

Mulai dari pemilihan sepatu hingga kebiasaan bermain ponsel, berikut sejumlah kesalahan yang sebaiknya dihindari saat berjalan kaki, seperti dilansir NDTV.

Baca Juga: Suka Jalan Kaki? Ternyata Ini 4 Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh Selama 20 Menit

1. Memakai sepatu yang tidak sesuai

Alas kaki menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika berjalan kaki. Sandal, sepatu yang terlalu tipis, atau alas kaki yang sudah kehilangan daya dukung dapat membuat kaki bekerja lebih keras.

Pilih sepatu yang nyaman dengan bantalan dan dukungan yang memadai. Penggunaan alas kaki yang kurang tepat dalam jangka panjang dapat memicu ketidaknyamanan pada kaki maupun persendian.

2. Mengabaikan postur tubuh

Cara berdiri dan melangkah juga berpengaruh terhadap kenyamanan saat berjalan. Kebiasaan membungkuk, terlalu sering melihat ke bawah, atau membuat gerakan tangan terlalu kaku sebaiknya dihindari.

Usahakan tubuh tetap tegak, bahu dalam kondisi rileks, dan mata mengarah ke depan. Postur yang baik membantu tubuh bergerak lebih nyaman selama berjalan.

3. Berjalan tanpa meningkatkan intensitas

Jalan santai tetap memiliki manfaat, terutama bagi orang yang baru mulai aktif bergerak. Namun, jika tujuan utamanya meningkatkan kebugaran, intensitas berjalan perlu disesuaikan secara bertahap.

Salah satu caranya adalah meningkatkan kecepatan hingga napas dan detak jantung menjadi lebih aktif, tetapi tetap dalam batas yang nyaman.

4. Langsung berjalan cepat tanpa persiapan

Memulai aktivitas dengan kecepatan tinggi tanpa memberi kesempatan tubuh beradaptasi dapat membuat otot terasa kaku atau tidak nyaman.

Cobalah memulai dengan langkah perlahan selama beberapa menit. Setelah tubuh terasa lebih siap, kecepatan dapat ditingkatkan secara bertahap.

Setelah selesai, kurangi kecepatan sebelum benar-benar berhenti. Peregangan ringan juga bisa dilakukan untuk membantu tubuh kembali rileks.

5. Hanya mengandalkan jalan kaki

Jalan kaki memang baik untuk aktivitas aerobik, tetapi kebugaran tubuh juga membutuhkan latihan yang melibatkan kekuatan otot.

Karena itu, latihan seperti squat, lunge, atau resistance band dapat menjadi pelengkap. Latihan kekuatan bisa dilakukan beberapa kali dalam sepekan sesuai kemampuan masing-masing.

6. Tidak rutin melakukannya

Berjalan kaki hanya sesekali tentu berbeda manfaatnya dibandingkan menjadikannya kebiasaan.

Daripada memaksakan durasi panjang dalam satu hari, lebih baik membuat jadwal yang realistis dan konsisten. Jalan kaki selama beberapa puluh menit secara rutin dapat menjadi pilihan untuk membangun kebiasaan aktif.

7. Lupa mencukupi kebutuhan cairan

Tubuh tetap membutuhkan cairan ketika melakukan aktivitas fisik, termasuk berjalan kaki. Kurangnya asupan cairan dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Pastikan kebutuhan air tercukupi, terutama jika berjalan dalam waktu lama atau dilakukan di tempat dengan cuaca panas.

8. Terlalu sibuk dengan ponsel

Berjalan sambil mengetik pesan atau terus menatap layar bukan hanya dapat mengganggu postur. Perhatian juga menjadi terbagi sehingga seseorang bisa kurang menyadari kondisi di sekitarnya.

Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko tersandung, menabrak sesuatu, atau mengalami cedera. Sebaiknya simpan ponsel ketika sedang berjalan, terutama di area yang ramai atau memiliki banyak rintangan.

9. Selalu memilih medan yang sama

Berjalan di permukaan datar memang nyaman, tetapi tubuh dapat memperoleh tantangan tambahan jika sesekali melewati medan yang berbeda.

Jalur dengan sedikit tanjakan, tangga, atau permukaan yang bervariasi dapat membuat beberapa kelompok otot bekerja lebih aktif. Namun, tingkat kesulitannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan tubuh.

10. Langsung berjalan cepat setelah makan berat

Jalan santai setelah makan dapat terasa nyaman bagi sebagian orang. Namun, melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi tidak selalu cocok dilakukan sesaat setelah menyantap makanan dalam jumlah banyak.

Berikan jeda sekitar 20–30 menit setelah makan berat sebelum melakukan jalan dengan intensitas lebih tinggi. Jika tubuh terasa tidak nyaman, kurangi kecepatan atau tunggu hingga kondisi pencernaan terasa lebih baik.

Pada akhirnya, jalan kaki bukan hanya soal berapa jauh seseorang melangkah, tetapi juga bagaimana aktivitas tersebut dilakukan. Memperhatikan alas kaki, postur, intensitas, hidrasi, serta konsistensi dapat membantu membuat rutinitas berjalan lebih nyaman dan bermanfaat.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho