← Beranda
Leher Nyeri Setelah Bangun Tidur? Lakukan 5 Cara Ini Agar Lebih Nyaman
Rabbany WanadrianiKamis, 13 Agustus 2026 | 05.01 WIB
ilustrasi leher kaku. (Freepik)

JawaPos.com – Bangun tidur dengan kondisi leher terasa kaku dan sulit digerakkan tentu bisa mengganggu aktivitas sepanjang hari.

Keluhan tersebut dapat muncul ketika leher berada dalam posisi yang kurang nyaman selama tidur. Otot dan jaringan di sekitar leher bisa mengalami ketegangan sehingga menimbulkan rasa pegal, nyeri, atau keterbatasan gerak.

Pada sebagian orang, keluhan juga dapat disertai sakit kepala atau rasa tidak nyaman yang menjalar hingga bahu. Namun, nyeri leher ringan sering kali dapat membaik dengan perawatan mandiri dan tetap menjaga gerakan leher secara perlahan.

Dilansir English jagran, beberapa langkah sederhana berikut dapat dicoba untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Baca Juga: Nyeri Sendi Tangan Berulang Terutama Saat Bangun Tidur, Bisa Jadi Rheumatoid Arthritis

1. Lakukan Gerakan dan Peregangan Ringan

Jangan langsung melakukan gerakan leher secara kasar ketika baru bangun tidur.

Cobalah menggerakkan kepala secara perlahan ke kanan dan kiri. Anda juga dapat menundukkan serta mengangkat kepala dengan rentang gerak yang nyaman.

Gerakan ringan membantu mempertahankan kelenturan leher dan dapat mengurangi rasa kaku. Hentikan jika gerakan justru menyebabkan nyeri semakin berat.

2. Gunakan Kompres Dingin atau Hangat

Kompres dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan ketegangan pada leher.

Pada kondisi yang baru terjadi, kompres dingin yang dibungkus kain dapat digunakan dalam waktu singkat. Setelah beberapa hari, panas dari kompres hangat atau mandi air hangat dapat membantu membuat otot yang tegang menjadi lebih rileks.

Pastikan kompres tidak ditempelkan langsung ke kulit dan jangan menggunakan suhu yang terlalu ekstrem.

3. Mandi atau Berendam dengan Air Hangat

Air hangat dapat memberikan efek relaksasi pada otot yang terasa tegang.

Mandi air hangat juga dapat menjadi pilihan praktis ketika leher terasa kaku setelah tidur. Setelah tubuh lebih rileks, lakukan gerakan leher secara perlahan agar tidak semakin kaku.

Namun, jangan memaksakan gerakan jika rasa sakit meningkat.

4. Pijat Secara Lembut

Pijatan ringan pada area leher dan bahu dapat membantu mengurangi ketegangan otot pada sebagian orang.

Gunakan tekanan yang lembut dan hindari memutar atau membunyikan leher dengan paksa. Pijat oleh tenaga profesional juga dapat menjadi pilihan apabila keluhan sering berulang atau berlangsung lama.

Tidak perlu menggunakan minyak esensial sebagai syarat utama. Yang lebih penting adalah teknik pijatan tidak memperburuk rasa sakit.

5. Perhatikan Posisi Tidur dan Bantal

Jika leher sering sakit setelah bangun tidur, jangan hanya berfokus pada cara menghilangkan nyerinya. Perhatikan pula posisi tidur agar keluhan tidak terus berulang.

Usahakan kepala dan leher tetap sejajar dengan tubuh saat tidur. Bantal sebaiknya memberikan penyangga yang cukup tanpa membuat kepala terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Posisi tidur yang baik dapat membantu mengurangi tekanan pada leher.

Perlu diperhatikan: nyeri leher yang disertai kelemahan pada tangan atau kaki, mati rasa atau kesemutan, sulit berjalan, demam, atau muncul setelah cedera serius membutuhkan pemeriksaan medis. Begitu pula jika nyeri terus memburuk atau tidak membaik setelah beberapa waktu melakukan perawatan mandiri.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho