← Beranda
Ingin Bebas Bau Badan? 7 Kesalahan Ini Sebaiknya Mulai Ditinggalkan
Rabbany WanadrianiKamis, 13 Agustus 2026 | 04.56 WIB
ilustrasi bau badan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Bau badan kerap membuat seseorang merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri. Kondisi ini bahkan bisa terjadi meski seseorang sudah rutin mandi, menggunakan deodoran, dan mengganti pakaian setiap hari.

Masalahnya, bau badan tidak selalu berkaitan dengan kurangnya kebersihan. Cara merawat tubuh yang kurang tepat juga dapat memengaruhi kondisi kulit dan membuat aroma tubuh semakin mudah muncul.

Karena itu, penting untuk memperhatikan kebiasaan sehari-hari, terutama dalam merawat area yang mudah berkeringat seperti ketiak.

Dilansir English Jagran, berikut tujuh kesalahan yang sebaiknya dihindari jika tidak ingin bau badan semakin mengganggu.

Baca Juga: 6 Cara Efektif Mengatasi Bau Badan Secara Alami dan Praktis, Dijamin Lebih Segar

1. Menggunakan Sabun yang Terlalu Keras

Sabun dengan kandungan antibakteri yang terlalu kuat tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk membersihkan ketiak.

Penggunaan produk yang keras secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme alami pada permukaan kulit. Kondisi tersebut justru berpotensi menyebabkan masalah kulit.

Sebaiknya gunakan pembersih yang lembut dan bersihkan area ketiak secara rutin. Hindari pula menggosoknya terlalu keras agar kulit tidak mengalami iritasi.

2. Tidak Pernah Melakukan Eksfoliasi

Eksfoliasi memang tidak perlu dilakukan setiap hari, tetapi mengabaikannya sama sekali juga bukan pilihan yang ideal.

Sel kulit mati, sisa produk perawatan, dan keringat dapat menumpuk di permukaan kulit. Penumpukan tersebut dapat menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab aroma tidak sedap.

Eksfoliasi ringan satu atau dua kali dalam seminggu dapat menjadi pilihan. Namun, gunakan metode yang lembut dan hentikan jika kulit mengalami iritasi.

3. Sembarangan Saat Mencukur Ketiak

Mencukur rambut ketiak dapat membantu menjaga kebersihan, tetapi teknik yang salah bisa menimbulkan masalah baru.

Pisau cukur yang tidak bersih atau penggunaan teknik yang terlalu kasar dapat menyebabkan luka kecil, iritasi, maupun rambut tumbuh ke dalam. Kondisi tersebut dapat membuat kulit lebih rentan mengalami masalah.

Gunakan alat cukur yang bersih serta bantuan gel cukur atau pembersih yang lembut. Hindari mencukur terlalu keras, terutama ketika kulit sedang mengalami iritasi.

4. Menggunakan Deodoran Secara Berlebihan

Deodoran atau antiperspiran memang dapat membantu mengendalikan aroma dan keringat. Namun, pemakaian berlebihan tidak selalu membuat hasilnya lebih baik.

Sisa produk yang bercampur dengan keringat dapat menumpuk pada kulit dan pakaian. Pada sebagian orang, penggunaan yang berlebihan juga dapat menyebabkan iritasi.

Karena itu, aplikasikan produk secukupnya pada kulit yang bersih dan kering. Membersihkan sisa produk secara rutin juga penting untuk menjaga kondisi kulit.

5. Tidak Mengeringkan Ketiak Setelah Mandi

Setelah mandi, jangan langsung mengenakan pakaian ketika tubuh masih dalam keadaan lembap.

Ketiak yang basah dan tertutup pakaian dapat menjadi lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Kondisi ini berpotensi membuat aroma tidak sedap lebih mudah muncul.

Setelah mandi, keringkan tubuh dengan handuk secara perlahan, terutama pada bagian lipatan seperti ketiak. Pastikan area tersebut benar-benar kering sebelum menggunakan pakaian.

6. Salah Memilih Bahan Pakaian

Jenis kain yang digunakan juga dapat berpengaruh terhadap kenyamanan tubuh.

Bahan sintetis seperti poliester dan nilon cenderung dapat menahan kelembapan lebih lama dibandingkan beberapa bahan yang lebih menyerap keringat. Kondisi lembap tersebut dapat membuat aroma tubuh semakin mudah berkembang.

Untuk aktivitas sehari-hari, terutama ketika cuaca panas atau lembap, pakaian berbahan yang lebih nyaman dan menyerap keringat dapat menjadi pilihan.

Jangan lupa mengganti pakaian setelah berolahraga atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh banyak berkeringat.

7. Mengabaikan Pola Makan dan Asupan Cairan

Apa yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi aroma tubuh. Beberapa jenis makanan, seperti bawang putih, bawang merah, serta makanan tertentu lainnya, dapat memengaruhi bau alami tubuh pada sebagian orang.

Konsumsi alkohol juga dapat berpengaruh terhadap aroma tubuh. Selain itu, kurang minum air dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi dan membuat keringat menjadi lebih pekat.

Karena itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dan terapkan pola makan yang seimbang. Jika bau badan muncul terus-menerus atau berubah secara mencolok meski kebersihan sudah dijaga, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho