JawaPos.com – Tubuh membutuhkan beragam zat gizi agar organ dan sistem di dalamnya dapat bekerja dengan baik. Asupan yang tidak mencukupi dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan memengaruhi kondisi fisik maupun mental.
Masalahnya, tanda kekurangan nutrisi tidak selalu muncul dalam bentuk yang jelas. Beberapa keluhan justru terlihat seperti masalah sehari-hari, misalnya mudah lelah, perubahan kondisi rambut, atau suasana hati yang tidak stabil.
Malnutrisi juga tidak selalu berarti seseorang memiliki berat badan rendah. Seseorang dengan berat badan normal atau bahkan berlebih tetap dapat mengalami kekurangan zat gizi tertentu.
Karena itu, perubahan yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat pola makan. Beberapa gejala serupa juga dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lain.
Dilansir English jagran, berikut lima tanda yang patut diperhatikan.
1. Tubuh Terasa Lelah Hampir Sepanjang Waktu
Rasa lelah setelah beraktivitas merupakan hal yang normal. Namun, jika energi terus menurun meskipun sudah cukup beristirahat, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi yang salah satu gejalanya adalah kelelahan dan kurang energi. Kondisi tersebut juga dapat disertai kulit yang terlihat lebih pucat, sesak napas, jantung berdebar, atau sakit kepala.
Selain zat besi, kekurangan vitamin B12 atau folat juga dapat menyebabkan kelelahan berat dan tubuh terasa lemas.
Meski demikian, jangan langsung menyimpulkan bahwa kelelahan pasti disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Gangguan tidur, masalah tiroid, diabetes, anemia karena penyebab lain, hingga sejumlah penyakit kronis juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
2. Rambut Menjadi Kering, Rapuh, atau Mengalami Kerontokan
Perubahan pada rambut terkadang menjadi salah satu hal yang terlihat ketika tubuh tidak memperoleh nutrisi yang cukup.
Kekurangan zat gizi tertentu dapat berkaitan dengan rambut yang mudah patah atau mengalami kerontokan. Misalnya, anemia akibat kekurangan zat besi dapat disertai rambut rontok pada sebagian orang.
Namun, kondisi rambut juga dipengaruhi banyak faktor lain, seperti genetika, perubahan hormon, stres, penyakit tertentu, hingga perawatan rambut.
Karena itu, kerontokan yang muncul secara tiba-tiba atau semakin parah sebaiknya tidak hanya diatasi dengan mengonsumsi suplemen secara sembarangan. Penyebabnya perlu diketahui terlebih dahulu.
3. Muncul Perubahan pada Mulut dan Lidah
Mulut juga dapat memberikan petunjuk ketika tubuh mengalami kekurangan zat gizi tertentu.
Kekurangan vitamin B12 atau folat, misalnya, dapat menimbulkan lidah yang terasa sakit atau tampak kemerahan, sariawan, serta rasa lelah.
Sementara itu, anemia akibat kekurangan zat besi dapat dikaitkan dengan lidah yang terasa nyeri, perubahan pada kuku, hingga luka pada sudut mulut.
Jika perubahan tersebut terus berulang atau tidak kunjung membaik, sebaiknya jangan hanya mengandalkan dugaan kekurangan vitamin. Pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebab sebenarnya.
4. Suasana Hati Lebih Mudah Berubah
Perubahan pola makan dan kekurangan nutrisi tertentu juga dapat berhubungan dengan kondisi energi serta fungsi tubuh yang kemudian memengaruhi keseharian.
Kekurangan vitamin B12 atau folat, misalnya, dapat menimbulkan berbagai gangguan, termasuk masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, kebingungan, atau perubahan fungsi kognitif.
Namun, mudah marah atau perubahan suasana hati bukan tanda khusus kekurangan nutrisi. Stres, kurang tidur, masalah hormonal, maupun gangguan kesehatan mental juga dapat menjadi penyebab.
Karena itu, perubahan emosi yang berlangsung lama atau mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya mendapatkan perhatian lebih serius.
5. Diare yang Berlangsung Lama
Diare sesekali biasanya berkaitan dengan masalah pencernaan sementara. Tetapi jika terjadi berulang atau dalam waktu panjang, kondisi tersebut perlu diperiksa.
Salah satu kemungkinan yang perlu dipertimbangkan adalah malabsorpsi, yaitu kondisi ketika usus tidak menyerap nutrisi dari makanan secara optimal.
Gangguan penyerapan nutrisi dapat terjadi pada sejumlah penyakit pencernaan. Pada penyakit celiac, misalnya, kerusakan lapisan usus halus dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan diare, kelelahan, penurunan berat badan, kembung, serta anemia.
Masalah penyerapan juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan vitamin dan mineral meskipun seseorang merasa sudah makan cukup.