← Beranda
Ivan Gunawan Raih Rekor MURI Lewat Nusanova 2.0, Angkat Batik Sekar Jagat Madura
Abdul RahmanRabu, 12 Agustus 2026 | 04.56 WIB
Desainer Ivan Gunawan meraih penghargaan MURI lewat pameran Nusanova 2.0 Sekar Jagat, mengangkat batik khas Madura. (Instagram: ivan_gunawan)

 

JawaPos.com - Desainer Ivan Gunawan kembali menorehkan pencapaian membanggakan di dunia fashion. Pameran busana Nusanova 2.0 Sekar Jagat yang mengangkat kekayaan batik khas Madura resmi mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Nusanova 2.0 Sekar Jagat mendapatkan penghargaan sebagai Pameran Busana Imersif Pertama Berbasis Corak Batik Sekar Jagat Madura. Ivan Gunawan menyambut pencapaian tersebut dengan penuh rasa syukur. 

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, pria yang kerap disapa Igun mengungkapkan bahwa penghargaan MURI merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, doa, serta dukungan banyak pihak.

"Alhamdulillah, sebuah pencapaian yang lahir dari kerja keras, doa, dan perjalanan yang tidak pernah sederhana," tulis Ivan Gunawan.

Baca Juga: Eks Karyawan Ungkap Tugas Tak Biasa dari Richard Lee: Carikan Rumah untuk Cewek hingga Transfer Uang

Bukan hanya mencatatkan rekor, pemeran Nusanova 2.0 Sekar Jagat yang digelar di D'Gallerie, Jakarta, juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pameran yang digelar tanpa tiket masuk alias gratis tersebut dikunjungi 2.253 orang selama beberapa hari penyelenggaraannya.

Ivan menyebut, angka tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Nusanova 2.0 Sekar Jagat. Baginya, antusiasme para pengunjung menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi medium untuk memperkenalkan sekaligus menghidupkan kembali kekayaan budaya Indonesia.

"Sebuah penghargaan untuk Pameran Busana Imersif Pertama Berbasis Corak Batik Sekar Jagat Madura. Dengan jumlah pengunjung sebanyak 2.253 orang selama 7 hari penyelenggaraan," tulisnya.

Konsep imersif yang dihadirkan dalam pameran membuat pengunjung tidak hanya melihat karya busana. Mereka juga diajak merasakan pengalaman visual yang memadukan fashion, instalasi, serta kekayaan motif batik dalam satu ruang pamer.

Ivan Gunawan Libatkan Artisan hingga Kolaborator

Di balik pencapaian tersebut, Ivan Gunawan menegaskan ada banyak pihak yang bekerja sejak proses persiapan hingga acara pameran berlangsung. Mulai dari tim produksi, artisan pembuat batik tulis, hingga para kolaborator ikut berkontribusi dalam mewujudkan konsep Nusanova 2.0 Sekar Jagat.

"Di balik setiap helai kain, setiap detail karya, setiap instalasi, hingga setiap malam panjang yang kami lalui, ada begitu banyak tangan, hati, energi, dan doa yang menjadikannya nyata," ungkapnya.

Penghargaan MURI tersebut tidak hanya dipandang Ivan sebagai sebuah piagam atau rekor. Ia memaknainya sebagai bentuk apresiasi terhadap proses kreatif sekaligus upaya mempertemukan dunia fashion dengan warisan budaya Indonesia.

Ivan menilai, kreativitas yang dibangun dengan kecintaan terhadap budaya dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai lebih luas. Baginya, Nusanova 2.0 Sekar Jagat menjadi salah satu bukti bahwa budaya Indonesia dapat terus dikembangkan melalui pendekatan kreatif dan modern.

Ia pun tak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pameran tersebut. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada tim, para artisan, kolaborator, keluarga, sahabat, tamu, dan pihak lain yang ikut memberikan dukungan.

Angkat Batik Sekar Jagat Khas Madura

Nusanova 2.0 Sekar Jagat merupakan pameran instalasi mode yang secara khusus mengangkat corak batik Sekar Jagat khas Pamekasan, Madura. Pameran tersebut digelar di D'Gallerie, Jakarta, sejak awal Agustus 2026.

Baca Juga: Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita

Pameran ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut hadir dan membuka pameran Nusanova 2.0 Sekar Jagat.

Melalui pameran tersebut, Ivan Gunawan tidak hanya menghadirkan fashion sebagai karya visual, tetapi juga membawa kekayaan batik Madura ke dalam pengalaman seni yang lebih modern dan imersif.

EDITOR: Abdul Rahman