← Beranda
10 Ucapan Ciri Khas Orang yang Kejam Secara Mental dan Emosional Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 11 Agustus 2026 | 04.19 WIB
Ucapan ciri khas orang yang kejam secara mental dan emosional menurut psikologi. (Magnific)

 

 

JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa sikap kejam secara mental dan emosional sering muncul dari rasa mementingkan diri sendiri yang berlebihan.

Orang dengan sikap ini cenderung mengutamakan kepentingannya sendiri dibanding memahami perasaan orang lain di sekitarnya.

Mereka tidak segan menggunakan ucapan kasar yang membuat orang lain merasa buruk tentang dirinya sendiri.

Dilansir dari laman YourTango pada  Senin (10/8), berikut sepuluh ucapan ciri khas yang biasa diucapkan orang yang kejam secara mental dan emosional.

1. "Kedengarannya itu masalahmu sendiri"

Orang yang kejam secara emosional cenderung tidak peduli terhadap perasaan orang lain di sekitarnya.

Mereka ingin selalu menjadi pusat perhatian dalam setiap percakapan yang sedang berlangsung.

Ketika orang lain mencoba membicarakan masalahnya sendiri, kalimat ini sering diucapkan sebagai bentuk penolakan.

Sikap ini menunjukkan bahwa mereka hanya bersedia terlibat apabila hal tersebut menguntungkan dirinya sendiri.

2. "Itu tidak seserius itu"

Bersikap baik sebenarnya tidak merugikan siapa pun dan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis seseorang.

Namun orang yang kejam cenderung mati rasa terhadap emosi dan tidak mampu berempati.

Mereka menganggap setiap masalah orang lain sebagai sesuatu yang tidak layak dianggap serius.

Sikap ini membuat mereka lebih memilih menyalahkan orang lain dibanding meminta maaf atas kesalahannya.

3. "Aku cuma bercanda"

Bersikap kasar sebenarnya sering mencerminkan rasa tidak aman yang tersembunyi dalam diri seseorang.

Mereka memanfaatkan kebutuhan sosial orang lain untuk menyakiti perasaan tanpa merasa bersalah.

Kalimat ini digunakan untuk menyamarkan kritik tajam seolah hanya sebatas candaan biasa.

Tidak ada orang yang nyaman berada di dekat seseorang yang bersikap kasar seperti ini.

4. "Sudahlah, lupakan saja"

Menjadi orang yang tulus dan peduli terhadap orang lain bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Orang yang penuh kasih terus berusaha bersikap baik meski dunia sering menormalkan sikap kasar.

Namun orang yang kejam justru terus mengabaikan perasaan orang lain demi kenyamanan dirinya sendiri.

Mereka lebih memilih merendahkan orang lain dibanding memberikan pengertian terhadap masalah yang dihadapi.

5. "Aku tidak peduli"

Orang yang kejam secara emosional cenderung menyampaikan pendapatnya dengan cara yang menyakitkan hati.

Alih-alih mendengarkan dengan baik, mereka langsung menepis pembicaraan yang dianggap tidak menarik bagi dirinya.

Kurangnya kesadaran serta empati membuat mereka hanya berfokus pada kepentingan pribadinya semata.

Mereka tidak segan mengabaikan perasaan orang lain demi mempertahankan kenyamanan diri sendiri.

6. "Kamu terlalu berlebihan"

Orang yang kejam sering kali mati rasa terhadap emosinya sendiri maupun emosi orang lain.

Ketika seseorang menunjukkan kemarahan atau kesedihan, mereka justru langsung mengalihkan kesalahan kepada orang tersebut.

Kalimat ini digunakan untuk menutup pembicaraan tanpa memberikan empati terhadap situasi yang dihadapi.

Sikap ini dapat merusak hubungan sekaligus menurunkan rasa percaya diri orang yang mendengarnya.

7. "Aku tidak punya waktu untuk ini"

Orang yang kejam tidak ingin membuang waktu mendengarkan cerita orang lain tentang dirinya sendiri.

Mereka menganggap topik semacam itu tidak relevan dan tidak layak untuk diperhatikan lebih lanjut.

Sikap ini muncul karena mereka terlalu fokus pada masalah pribadinya sendiri secara berlebihan.

Kalimat ini sering menyakitkan dan justru memperburuk situasi bagi orang yang sedang membutuhkan dukungan.

8. "Ini lagi, ini lagi"

Orang yang penuh empati biasanya ingin mengetahui masalah yang dihadapi orang-orang terdekatnya.

Sebaliknya, orang yang kejam cepat merasa terganggu dan enggan mengeluarkan energi untuk terhubung.

Ketika masalah muncul kembali, mereka menganggapnya sebagai pengulangan kesalahan yang membosankan untuk didengar.

Mereka tidak menyadari bahwa kata-kata yang diucapkan dapat membawa dampak besar bagi orang lain.

9. "Terserah, yang penting kamu senang"

Orang baik ingin melihat orang lain bahagia meski tidak selalu sependapat dengan keputusan mereka.

Namun orang yang kejam justru dipenuhi rasa cemburu dan superioritas terhadap orang di sekitarnya.

Ego mereka sangat bergantung pada seberapa besar mereka merasa lebih baik dibanding orang lain.

Bahkan pencapaian baik orang lain tidak dianggap layak untuk dirayakan bersama oleh mereka.

10. "Sudah selesai belum?"

Orang yang kejam tidak tertarik mendengarkan cerita hidup atau perjalanan emosional orang lain.

Mereka hanya peduli pada dirinya sendiri sehingga cepat bersikap kasar terhadap orang lain.

Alih-alih meninggalkan percakapan dengan sopan, mereka justru mempertanyakan kapan pembicaraan tersebut akan berakhir.

Sikap ini sangat tidak menghargai orang lain, namun tetap dilakukan tanpa rasa bersalah sedikit pun.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti