← Beranda
Jangan Anggap Sepele, 5 Dampak Begadang yang Bisa Mengubah Kondisi Tubuh
Rabbany WanadrianiSelasa, 11 Agustus 2026 | 02.44 WIB
ilustrasi orang yang bermain ponsel sebelum tidur. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Kebiasaan tidur larut malam semakin sering dilakukan, terutama di tengah kehidupan yang tidak lepas dari penggunaan perangkat digital.

Ponsel, tablet, dan komputer kerap membuat seseorang terus terjaga untuk menonton tayangan, bermain media sosial, bekerja, maupun menjelajahi internet. Akibatnya, waktu tidur menjadi semakin mundur dan tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tidur larut malam dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Dampaknya bukan hanya membuat tubuh terasa lelah keesokan harinya, tetapi juga dapat berkaitan dengan perubahan berat badan, daya tahan tubuh, hingga kemampuan berpikir.

Dilansir English Jagran, berikut lima perubahan yang dapat terjadi pada tubuh ketika seseorang sering tidur terlalu larut.

Baca Juga: 8 Gaya Hidup dan Kepribadian Perempuan Zodiak Scorpio Menurut Astrologi

1. Berat badan berpotensi meningkat

Kurang tidur dapat memengaruhi mekanisme tubuh yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Ketika pola tidur berantakan, seseorang bisa lebih mudah merasa lapar dan terdorong mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak. Pilihan makanan yang kurang sehat juga dapat semakin sulit dihindari ketika tubuh sedang lelah.

Di sisi lain, rasa lelah akibat kurang tidur dapat membuat seseorang menjadi kurang aktif bergerak. Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, keseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik dapat terganggu sehingga berat badan berpotensi meningkat.

2. Daya tahan tubuh dapat menurun

Tidur memiliki peran penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Kebiasaan tidur yang tidak cukup atau tidak teratur dapat mengganggu proses pemulihan tubuh.

Kurang tidur secara terus-menerus dapat memengaruhi produksi dan aktivitas sejumlah komponen yang berperan dalam respons imun. Akibatnya, kemampuan tubuh dalam menghadapi berbagai gangguan kesehatan dapat ikut terdampak.

Karena itu, menjaga jadwal tidur yang teratur menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh tetap prima.

3. Konsentrasi dan kemampuan berpikir terganggu

Efek begadang juga dapat terasa pada kemampuan otak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kurang tidur bisa membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi, lambat merespons sesuatu, serta mengalami penurunan kemampuan dalam mengambil keputusan.

Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu produktivitas, terutama ketika seseorang harus bekerja, belajar, atau menyelesaikan tugas yang membutuhkan perhatian tinggi.

4. Tubuh terasa lebih lemas

Tidur merupakan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan energi setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.

Ketika waktu istirahat dipangkas karena tidur terlalu larut, tubuh dapat bangun dalam kondisi belum sepenuhnya pulih. Akibatnya, rasa lelah, mengantuk, dan lesu bisa terbawa hingga siang hari.

Kondisi tersebut tidak hanya membuat aktivitas terasa lebih berat, tetapi juga dapat menurunkan semangat dan motivasi untuk menjalani rutinitas.

5. Keseimbangan hormon dapat terganggu

Pola tidur yang berantakan juga berkaitan dengan sistem hormonal tubuh.

Hormon melatonin, misalnya, memiliki peran dalam mengatur siklus tidur dan bangun. Sementara itu, kortisol berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres. Gangguan pada pola tidur dapat memengaruhi ritme alami kedua hormon tersebut.

Dalam jangka panjang, perubahan pola tidur juga dapat berdampak pada berbagai proses tubuh lain yang berkaitan dengan metabolisme dan fungsi reproduksi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho