← Beranda
Tak Melulu Obat, 5 Makanan Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Pencernaan
Rabbany WanadrianiSelasa, 11 Agustus 2026 | 02.11 WIB
ilustrasi makanan untuk kesehatan pencernaan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Kembung dan sembelit merupakan dua keluhan pencernaan yang cukup umum. Perut terasa penuh, begah, atau sulit buang air besar tentu dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.

Pola makan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan. Mengonsumsi makanan kaya serat, mencukupi kebutuhan cairan, dan menerapkan pola hidup aktif dapat membantu menjaga buang air besar tetap teratur.

Sejumlah makanan juga mengandung komponen yang mendukung fungsi saluran pencernaan. Namun, respons setiap orang bisa berbeda sehingga konsumsi makanan tertentu sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Dirangkum dari berbagai sumber kesehatan, berikut lima makanan yang dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu menjaga pencernaan dan mengurangi risiko sembelit.

Baca Juga: Ingin Otak Tetap Sehat? Ini 7 Makanan Sumber Vitamin B12 yang Bisa Dikonsumsi

1. Biji chia

Biji chia dikenal sebagai salah satu makanan yang kaya serat. Ketika bercampur dengan cairan, biji ini dapat membentuk tekstur seperti gel sehingga membantu menambah volume dan kelembapan feses.

Kandungan serat tersebut dapat mendukung keteraturan buang air besar. Namun, peningkatan konsumsi serat sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disertai asupan air yang cukup.

Mengonsumsi chia seed dalam keadaan sudah direndam atau dicampurkan ke makanan seperti oatmeal dan yogurt dapat menjadi pilihan.

Perlu diperhatikan, terlalu banyak serat dalam waktu singkat justru bisa menyebabkan gas, kembung, atau ketidaknyamanan pada sebagian orang.

2. Jahe

Jahe telah lama digunakan sebagai bahan pangan yang dapat membantu memberikan rasa nyaman pada sistem pencernaan.

Sifat antiinflamasi dan kandungan senyawa aktif di dalamnya membuat jahe kerap dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan untuk mendukung kesehatan saluran cerna.

Jahe juga dikaitkan dengan dukungan terhadap pergerakan lambung. Anda dapat mengonsumsinya sebagai campuran minuman hangat atau menambahkannya ke dalam masakan.

Meski demikian, jahe bukan pengganti pengobatan apabila keluhan pencernaan berlangsung terus-menerus.

3. Sayuran hijau

Bayam, kangkung, dan berbagai sayuran berdaun hijau merupakan sumber serat sekaligus mengandung air yang cukup tinggi.

Serat membantu menambah massa feses, sementara cairan berperan dalam menjaga tekstur feses agar lebih mudah dikeluarkan.

Memasukkan sayuran hijau ke dalam menu harian dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk meningkatkan asupan serat.

Agar manfaatnya lebih optimal, konsumsi sayuran sebaiknya diimbangi dengan minum air yang cukup dan pola makan yang beragam.

4. Apel

Apel merupakan buah yang mengandung serat, termasuk pektin yang merupakan jenis serat larut.

Kandungan tersebut dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan sekaligus membantu menjaga keteraturan buang air besar.

Apel juga praktis dikonsumsi sebagai camilan. Jika memungkinkan, buah dapat dinikmati bersama kulitnya setelah dicuci bersih karena sebagian serat terdapat pada bagian kulit.

Namun, bagi orang tertentu, konsumsi buah dalam jumlah banyak dapat memicu rasa penuh atau gas. Karena itu, perhatikan respons tubuh masing-masing.

5. Bit

Bit juga dapat menjadi pilihan makanan untuk menambah asupan serat.

Serat di dalamnya membantu mendukung pergerakan usus dan dapat berkontribusi terhadap pola buang air besar yang lebih teratur.

Bit bisa dikonsumsi dengan berbagai cara, mulai dari direbus, dipanggang, hingga dijadikan campuran salad.

Selain serat, bit menyediakan berbagai zat gizi lain sehingga dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho