← Beranda
Biar Tak Boncos di Usia Muda, Pelajari 8 Keterampilan Finansial Berikut
Mohammad Maulana IqbalSenin, 10 Agustus 2026 | 00.54 WIB
tips keterampilan finansial yang harus dipelajari anak muda. (Freepik/ jcomp)

JawaPos.com – Kemampuan mengatur uang menjadi salah satu bekal penting yang perlu dimiliki sejak usia muda.

Memiliki penghasilan saja tidak cukup jika seseorang belum mampu mengatur pemasukan, mengendalikan pengeluaran, serta menentukan prioritas keuangan.

Keterampilan finansial juga bukan hanya mengenai menyimpan uang di tabungan. Anak muda perlu memahami cara membuat anggaran, menggunakan kredit secara bijak, mengenali investasi, hingga mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.

Baca Juga: Kambing hingga Naga, 5 Shio Ini Diprediksi Punya Peruntungan Finansial Kuat

Semakin cepat kemampuan tersebut dipelajari, semakin besar peluang seseorang membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Dilansir dari geediting.com, terdapat delapan keterampilan finansial yang penting dipelajari anak muda.

Berikut penjelasannya:

1. Belajar Membuat Anggaran

Langkah pertama dalam mengelola keuangan adalah mengetahui ke mana uang digunakan.

Anggaran membantu seseorang membagi pendapatan ke dalam sejumlah kebutuhan, seperti biaya hidup, tabungan, cicilan, hiburan, hingga kebutuhan lainnya.

Dengan membuat anggaran, pengeluaran dapat dipantau sehingga risiko menggunakan uang secara berlebihan bisa dikurangi.

Tidak perlu membuat sistem yang rumit. Hal terpenting adalah mengetahui jumlah pemasukan dan menetapkan batas pengeluaran sesuai kemampuan.

Konsistensi juga lebih penting dibandingkan membuat aturan keuangan yang terlalu ketat tetapi sulit dijalankan.

2. Membiasakan Menabung dan Mengenal Investasi

Menabung merupakan kebiasaan sederhana yang dapat menjadi fondasi kesehatan finansial.

Anak muda bisa memulainya dengan menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin, meskipun jumlahnya belum besar.

Salah satu tujuan awal menabung adalah membangun dana darurat. Dana ini dapat digunakan ketika muncul kebutuhan tidak terduga tanpa harus langsung berutang.

Setelah memiliki kebiasaan menabung yang baik, seseorang dapat mulai mempelajari investasi sesuai tujuan, profil risiko, dan kemampuan finansial.

Berbagai instrumen memiliki karakteristik dan risiko berbeda. Karena itu, jangan hanya berinvestasi karena mengikuti tren tanpa memahami produk yang dipilih.

3. Memahami Cara Kerja Kredit

Kredit dapat membantu memenuhi kebutuhan tertentu, tetapi penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati.

Sebelum menggunakan kartu kredit atau mengambil pinjaman, penting untuk memahami bunga, biaya tambahan, tenor, serta kemampuan membayar cicilan.

Utang yang dikelola dengan baik berbeda dengan utang konsumtif yang terus bertambah karena pengeluaran tidak terkendali.

Anak muda juga perlu memahami bahwa keterlambatan pembayaran kewajiban dapat menimbulkan konsekuensi finansial dan memengaruhi riwayat kredit.

Karena itu, jangan menganggap batas kredit sebagai tambahan penghasilan. Gunakan fasilitas kredit hanya untuk kebutuhan yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

4. Memahami Pinjaman Pendidikan

Bagi sebagian orang, biaya pendidikan dapat membuat mereka mempertimbangkan pinjaman.

Jika mengambil pinjaman pendidikan, seluruh ketentuannya perlu dipahami sejak awal. Perhatikan besaran bunga, jangka waktu pembayaran, cicilan, biaya tambahan, dan konsekuensi apabila terjadi keterlambatan.

Pinjaman pendidikan merupakan komitmen yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun sehingga perlu dimasukkan dalam perencanaan keuangan.

Buatlah perhitungan kemampuan membayar sebelum mengambil pinjaman. Jangan sampai cicilan pendidikan justru membuat kebutuhan pokok dan tujuan finansial lainnya terganggu.

Untuk pembaca Indonesia, jenis pinjaman pendidikan dan aturan pelunasannya dapat berbeda dengan sistem di negara lain. Karena itu, selalu periksa ketentuan resmi dari lembaga pemberi pinjaman sebelum mengambil keputusan.

5. Menyisihkan Uang untuk Berbagi

Keuangan yang sehat bukan berarti seluruh penghasilan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Menyisihkan sebagian dana untuk membantu keluarga, berdonasi, atau mendukung orang lain juga dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan.

Jumlahnya tidak harus besar. Yang terpenting adalah dilakukan sesuai kemampuan dan tidak mengorbankan kebutuhan pokok maupun kewajiban finansial.

Dengan memasukkan pos berbagi dalam anggaran, seseorang dapat belajar menggunakan uang secara lebih terencana sekaligus memahami bahwa nilai uang tidak hanya diukur dari jumlah yang berhasil dikumpulkan.

6. Berani Mengatakan Tidak pada Pengeluaran

Salah satu tantangan terbesar anak muda adalah godaan untuk mengikuti gaya hidup di sekitarnya.

Tren pakaian, gadget, kuliner, perjalanan, hingga aktivitas di media sosial dapat mendorong seseorang melakukan pembelian yang sebenarnya tidak diperlukan.

Karena itu, kemampuan mengatakan “tidak” merupakan keterampilan finansial yang penting.

Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya diinginkan karena sedang tren.

Dengan menentukan prioritas, uang dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting, seperti dana darurat, pendidikan, investasi, atau tujuan finansial jangka panjang.

7. Mengenal Dasar-Dasar Pajak

Pajak juga perlu dipahami oleh anak muda, terutama ketika sudah mulai bekerja, memiliki usaha, atau mendapatkan penghasilan dari berbagai sumber.

Pemahaman dasar mengenai pajak membantu seseorang mengetahui kewajiban yang harus dipenuhi serta dokumen atau administrasi yang perlu disiapkan.

Aturan perpajakan dapat berubah dan berbeda berdasarkan jenis penghasilan maupun kondisi wajib pajak.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan informasi lama dari media sosial. Untuk keputusan yang berkaitan dengan kewajiban pajak, sebaiknya merujuk pada informasi dan ketentuan resmi dari otoritas pajak.

8. Terus Meningkatkan Literasi Keuangan

Keterampilan finansial tidak berhenti setelah seseorang mampu membuat anggaran atau menabung.

Dunia keuangan terus berkembang sehingga pengetahuan juga perlu diperbarui.

Anak muda dapat belajar melalui buku, artikel dari sumber terpercaya, seminar, podcast edukasi, maupun materi resmi dari lembaga keuangan dan pemerintah.

Semakin baik pemahaman mengenai keuangan, semakin besar pula kemampuan seseorang untuk menilai risiko dan mengambil keputusan dengan lebih rasional.

Literasi keuangan pada akhirnya bukan tentang menjadi kaya dalam waktu singkat, melainkan memiliki kemampuan untuk mengelola uang secara sadar dan bertanggung jawab.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho