← Beranda
Teh Hijau Tak Selalu Aman, 5 Tipe Orang Ini Disarankan Membatasi Konsumsinya
Rabbany WanadrianiMinggu, 9 Agustus 2026 | 23.55 WIB
ilustrasi teh hijau. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Teh hijau kerap menjadi pilihan minuman karena dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi tubuh. Namun, di balik popularitasnya sebagai minuman yang dianggap menyehatkan, teh hijau juga memiliki kandungan seperti kafein dan senyawa tertentu yang dapat menimbulkan efek kurang nyaman pada sebagian orang.

Pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu, konsumsi teh hijau bahkan berpotensi memperburuk keluhan atau berinteraksi dengan kondisi maupun obat yang sedang digunakan.

Dilansir dari English Jagran, terdapat beberapa kelompok yang perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi teh hijau. Berikut lima di antaranya.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Ungkap Apakah Kamu Tipe Orang Yang Mudah Percaya Atau Justru Sulit Percaya Orang?

1. Orang yang memiliki masalah atau lambung sensitif

Bagi orang yang mempunyai lambung sensitif, konsumsi teh hijau mungkin justru memicu rasa tidak nyaman. Kondisi seperti refluks asam, gangguan lambung, maupun sindrom iritasi usus dapat menjadi lebih mengganggu setelah mengonsumsi minuman tertentu.

Kandungan tanin dalam teh disebut dapat memengaruhi kondisi lambung pada sebagian orang. Akibatnya, keluhan seperti mual, sensasi panas di dada, atau rasa tidak nyaman pada perut dapat muncul.

Jika mengalami reaksi tersebut, membatasi jumlah teh hijau atau memilih minuman lain dapat menjadi pilihan.

2. Orang yang mudah bereaksi terhadap kafein

Meskipun kandungan kafein dalam teh hijau umumnya lebih rendah dibandingkan kopi, minuman ini tetap mengandung kafein. Karena itu, orang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein sebaiknya memperhatikan reaksi tubuh setelah meminumnya.

Pada sebagian orang, kafein dapat menyebabkan rasa gelisah, meningkatkan kecemasan, mengganggu tidur, atau membuat jantung berdebar. Jika efek tersebut muncul, konsumsi teh hijau sebaiknya dikurangi atau dihindari.

3. Orang yang mengalami kekurangan zat besi atau anemia

Kelompok lain yang perlu memperhatikan konsumsi teh hijau adalah mereka yang mengalami defisiensi zat besi. Senyawa polifenol yang terdapat dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.

Hal ini menjadi perhatian terutama bagi orang yang memang sudah memiliki kadar zat besi rendah. Mengonsumsi teh berdekatan dengan waktu makan atau saat mengonsumsi sumber zat besi dapat memengaruhi jumlah zat besi yang diserap tubuh.

Karena itu, penderita kekurangan zat besi sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai waktu dan jumlah konsumsi teh yang tepat.

4. Anak-anak dan remaja

Anak-anak dan remaja juga perlu membatasi minuman berkafein, termasuk teh hijau. Asupan kafein yang berlebihan dapat memengaruhi tidur dan menimbulkan efek seperti gelisah atau jantung berdebar.

Selain itu, penggunaan obat tertentu juga perlu menjadi pertimbangan karena kafein maupun komponen dalam teh dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat.

Oleh sebab itu, pemberian teh hijau kepada anak sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan dan perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing anak.

5. Orang dengan kondisi kesehatan atau pengobatan tertentu

Orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu juga sebaiknya tidak mengonsumsi teh hijau secara sembarangan. Kelompok yang mengalami gangguan kecemasan, masalah pembekuan atau perdarahan, maupun osteoporosis perlu mempertimbangkan kemungkinan efek kafein dan senyawa lain yang terdapat dalam teh.

Selain itu, teh hijau dapat berinteraksi dengan sejumlah obat. Karena itu, orang yang sedang menjalani pengobatan rutin sebaiknya menanyakan kepada dokter atau apoteker apakah teh hijau aman dikonsumsi bersamaan dengan obat yang digunakan.

Kesimpulan

Teh hijau memang dapat menjadi bagian dari pola makan dan minum yang sehat bagi banyak orang. Namun, manfaat tersebut bukan berarti semua orang dapat mengonsumsinya tanpa pertimbangan.

Jika memiliki penyakit tertentu, sedang mengonsumsi obat, mempunyai sensitivitas terhadap kafein, atau mengalami kekurangan zat besi, sebaiknya perhatikan jumlah dan waktu konsumsi teh hijau. Bila ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho