← Beranda
Terinspirasi Warisan Budaya Keraton Yogyakarta, Rahasia Racikan Lulur dengan Chamomile dan Jasmine O
Nurul Adriyana Salbiah• Sabtu, 8 Agustus 2026 | 14.26 WIB
Ilustrasi lulur untuk tubuh. (Freepik)

JawaPos.com – Merawat diri menggunakan lulur berbahan alami ternyata merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya keraton di Yogyakarta. Umumnya, menggunakan racikan rempah-rempah pilihan.

Lulur dengan racikan bunga, daun, dan akar tanaman, dipercaya mampu menutrisi kulit secara mendalam sekaligus memberikan ketenangan bagi tubuh dan pikiran. Sehingga luluran tak sekadar merawat kulit, tapi juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap keseimbangan antara alam dan tubuh.

“Dan ini diwariskan turun-temurun sebagai rahasia perawatan kulit para bangsawan,” Brand Executive Purbasari, Carensca, dalam acara A Touch of Royal Beauty di halaman Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Jenis Gangguan Penyakit Katup Jantung, Gejalanya Bisa Sesak hingga Kaki Bengkak

Terinspirasi dari keanggunan tradisi tersebut, ungkap Carensca, Purbasari menghadirkan inovasi modern melalui Purbasari Lulur Mandi Teh Keraton.  Tentunya dengan meggunakan bahan-bahan alami  tapi menggunakan formulasi masa kini. Yakni memadukan bahan-bahan alami bernilai tinggi dengan teknologi perawatan kulit modern untuk memberikan hasil optimal. 

Seperti penggunaan Chamomilla Recutita Extract (chamomile extract) yang dikenal mampu menenangkan kulit dan meredakan iritasi. Lalu ditambah Camellia Sinensis Leaf Extract (green tea extract) yang kaya antioksidan untuk membantu melawan tanda-tanda penuaan dini dan menjaga elastisitas kulit.  

Lalu kandungan Jasminum Officinale Oil (jasmine oil ) yang dipercaya memberikan kelembapan, sekaligus menghadirkan keharuman lembut khas tradisional yang menenangkan. Lalu, kandungan popular saat ini, niacinamide, yang bekerja membantu memperbaiki tampilan kulit kusam, sehingga tampak lebih cerah dan sehat. 

Sehingga, lulur yang digunakan memberikan sensasi lembut yang menyelimuti kulit, membersihkan secara menyeluruh hingga ke pori-pori tanpa menghilangkan kelembapan alaminya. Ada relaksasi juga dari aroma teh melati yang khas.

Meracik Lulur Sendiri 

Dalam acara A Touch of Royal Beauty di halaman Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, belasan perempuan Gen Z diajak bereksperimen meracik sendiri ramuan lulur kecantikan khas Keraton Yogyakarta. Tentunya, ungkap Carensca, ini merupakan langkah nyata dalam melestarikan budaya Nusantara di kalangan generasi muda. 

“Diharapkan perempuan Indonesia semakin memahami, menghargai, dan percaya diri menggunakan produk kecantikan berbasis kekayaan alam Nusantara, tanpa bergantung pada produk luar negeri,” papar Carensca.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah