JawaPos.com - Jerawat sering kali muncul pada saat yang tidak diharapkan, misalnya menjelang acara penting atau ketika ingin tampil percaya diri. Untuk mengatasinya, banyak orang memilih produk perawatan kulit yang dijual di pasaran. Namun, sebagian produk mengandung bahan aktif yang dapat memicu iritasi atau membuat kulit menjadi kering, terutama pada kulit sensitif.
Sebagai alternatif, sejumlah bahan alami kerap dimanfaatkan sebagai perawatan rumahan. Beberapa di antaranya dipercaya dapat membantu meredakan peradangan, mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, serta menjaga keseimbangan kulit.
Mengutip English Jagran, berikut delapan bahan alami yang sering digunakan untuk membantu mengatasi jerawat.
Baca Juga: Ampuh! 5 Makanan yang Terbukti Melawan Jerawat dan Membuat Kulit Cerah Secara Alami
1. Tea Tree Oil
Tea tree oil dikenal memiliki sifat antimikroba dan antiperadangan yang dapat membantu mengurangi jerawat ringan. Sebelum digunakan, minyak esensial ini harus diencerkan terlebih dahulu dengan carrier oil, seperti minyak kelapa atau minyak jojoba.
Setelah tercampur, oleskan sedikit pada area yang berjerawat menggunakan kapas. Hindari mengaplikasikan tea tree oil murni langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi.
2. Lidah Buaya (Aloe Vera)
Gel lidah buaya memiliki efek menenangkan pada kulit dan dipercaya membantu mengurangi kemerahan akibat jerawat.
Gunakan gel segar dari daun lidah buaya atau produk aloe vera murni, lalu oleskan secara merata pada area yang bermasalah. Diamkan sekitar 20 menit sebelum dibilas dengan air bersih.
3. Cuka Sari Apel
Cuka sari apel sering digunakan sebagai perawatan alami karena diyakini dapat membantu menjaga keseimbangan pH kulit dan menghambat pertumbuhan bakteri.
Sebelum digunakan, campurkan satu bagian cuka sari apel dengan tiga bagian air. Oleskan menggunakan kapas selama beberapa menit, kemudian bilas hingga bersih. Selalu lakukan uji tempel terlebih dahulu karena bahan ini dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
4. Kompres Es
Mengompres jerawat dengan es batu yang dibungkus kain bersih dapat membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan untuk sementara waktu.
Tempelkan kompres selama sekitar 20–30 detik, lalu ulangi beberapa kali sesuai kebutuhan tanpa menempelkan es langsung ke permukaan kulit.
5. Toner Teh Hijau
Teh hijau mengandung antioksidan yang dapat membantu meredakan peradangan pada kulit.
Seduh teh hijau, biarkan hingga dingin, kemudian gunakan sebagai toner dengan bantuan kapas atau botol semprot yang bersih. Perawatan ini dapat dilakukan secara rutin sesuai kebutuhan kulit.
6. Multani Mitti
Multani mitti atau Fuller's earth merupakan bahan alami yang sering digunakan sebagai masker wajah untuk membantu menyerap minyak berlebih dan membersihkan pori-pori.
Campurkan bubuk multani mitti dengan air mawar hingga membentuk pasta, lalu oleskan ke wajah. Setelah mengering sekitar 15 menit, bilas menggunakan air bersih. Masker ini umumnya digunakan satu hingga dua kali dalam seminggu.
7. Pasta Daun Mimba
Daun mimba atau neem dikenal memiliki kandungan yang bersifat antibakteri dan antijamur.
Haluskan daun mimba dengan sedikit air hingga menjadi pasta, lalu oleskan pada area berjerawat. Diamkan sekitar 20 menit sebelum dibilas hingga bersih.
8. Madu dan Kayu Manis
Perpaduan madu dan kayu manis sering dimanfaatkan sebagai masker alami karena madu memiliki sifat antibakteri, sedangkan kayu manis mengandung senyawa antioksidan.
Campurkan satu sendok makan madu dengan setengah sendok teh bubuk kayu manis, kemudian aplikasikan pada area jerawat selama sekitar 10–15 menit sebelum dibilas. Gunakan beberapa kali dalam seminggu sesuai toleransi kulit.
Perlu diingat, efektivitas bahan-bahan alami dapat berbeda pada setiap orang. Jika jerawat tergolong parah, sering kambuh, meninggalkan bekas yang dalam, atau tidak membaik setelah beberapa minggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.