JawaPos.com – Leher kaku merupakan keluhan yang cukup sering dialami dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri, otot yang terasa tegang, hingga kesulitan menggerakkan kepala ke arah tertentu.
Pada sebagian besar kasus, leher kaku disebabkan oleh ketegangan otot akibat posisi tidur yang kurang tepat, terlalu lama menunduk, stres, atau aktivitas fisik tertentu.
Meski umumnya membaik dalam beberapa hari, keluhan ini juga dapat berkaitan dengan cedera atau kondisi medis tertentu sehingga perlu mendapat perhatian apabila disertai gejala lain.
Dilansir dari laman halodoc dan alodokter, berikut beberapa cara yang dapat membantu meredakan leher kaku di rumah.
1. Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan
Melakukan aktivitas fisik ringan atau peregangan secara rutin dapat membantu mengurangi kekakuan pada otot leher. Pilih gerakan yang tidak memicu rasa nyeri dan lakukan secara perlahan.
Jika keluhan cukup berat atau terjadi setelah cedera, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum berolahraga.
2. Berendam Air Hangat dengan Garam Mandi
Berendam menggunakan air hangat yang dicampur garam mandi dapat membantu merilekskan otot yang tegang sekaligus memberikan efek menenangkan.
Selain membantu mengurangi ketegangan otot, cara ini juga dapat membantu meredakan stres yang sering menjadi salah satu pemicu leher kaku.
3. Kompres Dingin pada Area yang Nyeri
Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan peradangan, terutama jika leher kaku baru saja muncul akibat aktivitas atau cedera ringan.
Gunakan kantong es yang dibungkus kain bersih, lalu tempelkan pada area leher selama sekitar 15–20 menit. Hindari menempelkan es langsung ke kulit.
4. Pijat Leher dan Bahu Secara Perlahan
Pijatan lembut pada otot leher dan bahu dapat membantu mengurangi ketegangan sehingga otot menjadi lebih rileks.
Pastikan pijatan dilakukan dengan tekanan yang ringan. Jika rasa nyeri semakin berat setelah dipijat, segera hentikan dan konsultasikan ke dokter.
5. Gunakan Obat Pereda Nyeri Bila Diperlukan
Apabila rasa nyeri mengganggu aktivitas, obat pereda nyeri seperti parasetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), misalnya ibuprofen atau naproksen, dapat membantu meredakan keluhan.
Gunakan obat sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain.
6. Perbanyak Istirahat
Memberikan waktu istirahat yang cukup dapat mempercepat proses pemulihan otot leher. Selama masa pemulihan, hindari mengangkat beban berat atau melakukan aktivitas yang membuat leher bekerja terlalu keras.
Selain itu, perhatikan posisi duduk dan tidur agar leher tetap berada dalam posisi yang nyaman.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila leher kaku disertai dengan:
- Demam tinggi.
- Sakit kepala hebat.
- Mati rasa atau kelemahan pada lengan dan tangan.
- Nyeri yang menjalar hingga bahu atau lengan.
- Kesulitan menggerakkan leher yang tidak membaik setelah beberapa hari.
- Riwayat cedera berat pada leher.
Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.