← Beranda
Semangka hingga Nanas, Ini 5 Buah yang Sering Dikaitkan dengan Larangan Minum Air Setelahnya
Rabbany Wanadriani• Rabu, 29 Juli 2026 | 23.33 WIB
ilustrasi buah-buahan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Buah menjadi salah satu makanan yang banyak dikonsumsi karena kaya akan vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi penting bagi tubuh.

Namun, dalam sejumlah kepercayaan dan informasi kesehatan yang beredar, terdapat anggapan bahwa beberapa jenis buah sebaiknya tidak langsung diikuti dengan konsumsi air putih.

Alasannya, air yang masuk setelah makan buah tertentu dipercaya dapat memengaruhi proses pencernaan, mulai dari mengencerkan cairan lambung hingga membuat kerja enzim pencernaan berubah.

Meski demikian, klaim mengenai larangan minum air setelah makan buah tertentu masih menjadi perdebatan dan tidak selalu didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Setiap orang juga dapat memiliki respons tubuh yang berbeda.

Dilansir dari English Jagran, berikut lima buah yang sering disebut sebaiknya tidak langsung dikonsumsi bersama air putih.

Baca Juga: Bukan Uang Kaget, 6 Shio Ini Mendapat Buah Manis dari Perjuangan Panjang

1. Semangka

Semangka merupakan buah dengan kandungan air yang sangat tinggi sehingga sering menjadi pilihan untuk menyegarkan tubuh.

Dalam kepercayaan tertentu, minum air putih setelah makan semangka dianggap dapat mengganggu proses pencernaan karena tambahan cairan dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat.

Sebagian orang juga meyakini kombinasi tersebut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti kembung, kram perut, atau gangguan pencernaan.

Namun, secara umum, tubuh memiliki sistem alami untuk mengatur proses pencernaan makanan dan cairan yang masuk.

2. Mentimun

Mentimun juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga sering dikaitkan dengan aturan konsumsi tertentu.

Sebagian informasi menyebutkan bahwa minum air setelah makan mentimun dapat membuat proses pencernaan menjadi kurang optimal karena adanya tambahan cairan.

Kondisi tersebut dipercaya dapat memengaruhi kerja enzim pencernaan dan menyebabkan rasa kurang nyaman pada sebagian orang.

Meski begitu, mentimun tetap menjadi salah satu makanan yang baik karena mengandung air, serat, dan nutrisi yang bermanfaat.

3. Jeruk

Jeruk dikenal sebagai buah yang kaya vitamin C dan memiliki rasa segar.

Ada anggapan bahwa minum air putih segera setelah makan jeruk dapat mengurangi manfaat nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Beberapa orang percaya tambahan air dapat memengaruhi proses penyerapan vitamin dalam tubuh.

Padahal, tubuh memiliki mekanisme tersendiri dalam menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

4. Melon

Melon merupakan buah yang memiliki kandungan air tinggi serta rasa manis alami.

Dalam beberapa kepercayaan, mengonsumsi air setelah makan melon disebut dapat mengganggu keseimbangan proses pencernaan.

Hal ini dikaitkan dengan kandungan enzim tertentu dalam buah melon yang dipercaya membutuhkan kondisi tertentu agar bekerja optimal.

Sebagian orang yang sensitif terhadap makanan tertentu mungkin dapat mengalami rasa begah atau tidak nyaman setelah mengonsumsi kombinasi makanan dan minuman tertentu.

5. Nanas

Nanas mengandung enzim bromelain yang membantu proses pemecahan protein dalam tubuh.

Ada anggapan bahwa minum air setelah makan nanas dapat memengaruhi kadar asam lambung dan menyebabkan rasa tidak nyaman seperti mulas atau nyeri ulu hati pada sebagian orang.

Bagi mereka yang memiliki lambung sensitif, mengatur waktu konsumsi makanan dan minuman memang dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan.

Kesimpulan

Informasi mengenai larangan minum air putih setelah makan buah tertentu banyak beredar di masyarakat. Namun, tidak semua klaim tersebut memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Air putih tetap menjadi bagian penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Jika setelah mengonsumsi kombinasi makanan tertentu muncul keluhan seperti kembung, nyeri perut, atau gangguan pencernaan, sebaiknya perhatikan pola makan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.

Yang terpenting adalah menjaga pola makan seimbang, memilih makanan bergizi, serta memahami respons tubuh masing-masing.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho