← Beranda
8 Trik Psikologi Ini Terbukti Efektif, Nomor 5 Diam-Diam Sering Dipakai untuk Membujuk Orang
Mellyna Putri Diniar• Selasa, 28 Juli 2026 | 00.31 WIB
Ilustrasi seseorang yang menerapkan trik psikologi saat berkomunikasi dengan orang lain. (Magnific)

 

 

 

JawaPos.com — Manusia sering mengira setiap keputusan yang diambil sepenuhnya berasal dari keinginan sendiri. Padahal, dalam banyak situasi, cara seseorang berbicara, memilih kata, hingga waktu menyampaikan permintaan dapat memengaruhi respons orang lain tanpa disadari.

Psikologi telah lama mempelajari bagaimana perhatian, kebiasaan, dan pola pikir dapat memengaruhi perilaku manusia. Menariknya, sebagian teknik tersebut bukan hanya digunakan oleh psikolog, tetapi juga sering diterapkan teman atau bahkan anggota keluarga Anda dalam kehidupan sehari-hari.

Meski terdengar seperti cara untuk ‘memengaruhi’ orang lain, trik psikologi bukan berarti alat untuk memanipulasi. Jika digunakan secara tepat dan bertanggung jawab, teknik ini justru dapat membantu membangun komunikasi yang lebih efektif, memperkuat hubungan, hingga memotivasi diri sendiri.

Dilansir dari kanal YouTube Psych2Go, Senin (27/7), terdapat delapan trik psikologi sederhana yang dinilai efektif berdasarkan konsep dan teori psikologi. Berikut penjelasannya.

1. Sebut nama lawan bicara saat berbicara

Mendengar nama sendiri merupakan salah satu hal yang paling mudah menarik perhatian seseorang. 

Karena itu, menyebut nama lawan bicara di awal atau di tengah percakapan dapat membuat mereka kembali fokus pada pembahasan. Teknik ini sering digunakan guru saat mengajar ketika perhatian murid mulai terpecah. 

Dalam percakapan sehari-hari, menyebut nama secara wajar juga dapat membuat komunikasi terasa lebih personal dan hangat. Namun, hindari mengulang nama terlalu sering karena justru dapat terdengar dibuat-buat.

2. Berikan sesuatu saat mereka sedang berbicara

Pernah melihat seseorang tanpa sadar menerima barang yang tiba-tiba disodorkan kepadanya? Menurut Psych2Go, orang yang sedang fokus bercerita atau berbincang cenderung menerima benda yang diberikan tanpa banyak berpikir.

Hal itu terjadi karena perhatian mereka sedang terpusat pada percakapan, bukan pada tindakan menerima barang. 

Teknik sederhana ini sering terlihat dalam interaksi sehari-hari, misalnya ketika seseorang tanpa sadar memegang tas, botol minum, atau benda lain yang disodorkan temannya.

3. Gunakan pemicu ingatan saat belajar

Bagi pelajar atau mahasiswa, ada satu trik yang cukup menarik, yaitu mengunyah permen karet dengan rasa tertentu saat belajar, lalu menggunakan rasa yang sama ketika ujian.

Konsep ini berkaitan dengan teori pengondisian klasik atau Pavlovian Theory, yakni proses belajar yang menghubungkan suatu rangsangan dengan respons tertentu. 

Dengan membangun asosiasi tersebut, sebagian orang dapat lebih mudah mengingat materi yang telah dipelajari. Meski tak selalu efektif pada beberapa orang, teknik ini dapat menjadi salah satu cara membantu proses mengingat.

4. Ubah cara pandang terhadap diri sendiri

Perubahan perilaku sering kali diawali dari perubahan cara berpikir. Dalam psikologi, kondisi ketika keyakinan dan tindakan tidak selaras dikenal sebagai cognitive dissonance atau disonansi kognitif.

Alih-alih terus mengatakan, "Saya sedang berusaha menjadi orang disiplin," cobalah membangun identitas baru dengan berpikir, "Saya memang orang yang disiplin." 

Pola pikir tersebut dapat mendorong seseorang bertindak lebih konsisten dengan identitas yang ingin dibentuk, asalkan diikuti usaha nyata.

5. Minta hal besar terlebih dahulu, lalu turunkan permintaannya

Ini merupakan salah satu teknik persuasi yang cukup dikenal dalam psikologi, yaitu door-in-the-face technique. Caranya adalah mengajukan permintaan yang besar terlebih dahulu, yang kemungkinan besar akan ditolak.

Setelah itu, ajukan permintaan yang lebih kecil dan lebih realistis. Dibandingkan permintaan pertama, permintaan kedua akan terasa jauh lebih ringan sehingga peluang dikabulkan bisa meningkat. Karena itulah teknik ini kerap dianggap sulit ditolak.

6. Meminta bantuan ketika seseorang sedang lelah

Menurut Psych2Go, orang yang kelelahan secara fisik maupun mental cenderung memiliki energi lebih sedikit untuk berdebat atau menolak permintaan.

Akibatnya, mereka bisa lebih mudah mengatakan "ya" hanya agar situasi cepat selesai. Meski demikian, teknik ini sebaiknya tidak dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan dari orang lain. Menghormati kondisi dan batasan seseorang tetap menjadi hal yang utama.

7. Meniru bahasa tubuh untuk membangun kedekatan

Dalam psikologi terdapat konsep Chameleon Effect, yaitu kecenderungan seseorang merasa lebih nyaman dengan orang yang memiliki gerakan atau bahasa tubuh yang mirip dengannya.

Meniru gestur secara halus, seperti posisi duduk atau ekspresi wajah, dapat membantu menciptakan rasa akrab. Namun, peniruan yang terlalu berlebihan justru akan terlihat tidak alami dan membuat lawan bicara merasa tidak nyaman.

8. Menganggukkan kepala saat menyampaikan pendapat

Gerakan sederhana seperti menganggukkan kepala ternyata dapat memengaruhi jalannya percakapan. 

Psych2Go menyebut penelitian pada 1980-an menemukan bahwa orang cenderung lebih mudah menyetujui lawan bicara yang menganggukkan kepala ketika menyampaikan pendapat.

Gerakan tersebut dapat menjadi isyarat nonverbal yang mendorong lawan bicara ikut memberikan respons serupa. Meski efeknya tidak selalu terjadi pada semua orang, bahasa tubuh memang memiliki peran penting dalam komunikasi.

Delapan trik psikologi di atas menunjukkan bahwa perhatian, bahasa tubuh, dan cara menyampaikan pesan dapat memengaruhi interaksi sehari-hari. 

Namun, manfaatnya akan lebih besar jika digunakan untuk membangun komunikasi yang lebih baik, bukan untuk memanipulasi atau merugikan orang lain.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti