← Beranda
Jangan Diabaikan, Ini 7 Kesalahan yang Diam-Diam Menyebabkan Bau Badan
Rabbany WanadrianiSenin, 27 Juli 2026 | 03.53 WIB
ilustrasi bau badan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Bau badan merupakan masalah yang dapat dialami siapa saja dan sering kali membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Menariknya, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kurangnya kebersihan diri.

Banyak orang sudah rutin mandi, menggunakan deodoran, hingga memakai pakaian bersih, tetapi tetap mengalami masalah bau badan. Hal tersebut bisa terjadi karena terdapat kebiasaan tertentu yang tanpa disadari justru memperparah munculnya aroma tidak sedap.

Bau badan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari cara merawat tubuh, kebiasaan sehari-hari, hingga kesalahan kecil dalam menjaga kebersihan yang sering terabaikan.

Mengutip laporan dari English Jagran, berikut tujuh kesalahan yang sebaiknya dihindari karena dapat membuat bau badan semakin kuat dan mengganggu.

Baca Juga: Cuaca Panas Bikin Khawatir Bau Badan? Coba Konsumsi 5 Makanan Ini

1. Sabun berbahan kimia keras

Hindari penggunaan sabun antibakteri yang keras pada ketiak karena dapat mengganggu mikrobioma kulit.

Sebaliknya, bersihkan area tersebut sekali sehari dengan pembersih yang lembut dan hindari scrub keras.

Pendekatan yang lembut ini menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat, mencegah pertumbuhan berlebih mikroba penyebab bau badan.

2. Melewatkan eksfoliasi

Keseimbangan adalah kuncinya. Meskipun eksfoliasi berlebihan berbahaya, menghindarinya sama sekali dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati, residu produk, dan keringat sehingga menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Sebaliknya, lakukan eksfoliasi sekali atau dua kali seminggu dengan produk yang lembut untuk mencegah pori-pori tersumbat dan menjaga ketiak tetap sehat.

3. Mencukur dengan tidak benar

Mencukur ketiak dapat mengurangi bau badan, tetapi teknik yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi, rambut tumbuh ke dalam, dan luka, yang menciptakan titik masuk bagi bakteri dan memperburuk bau badan.

Untuk mencukur dengan aman, gunakan pisau cukur yang bersih dan gel cukur atau sabun lembut.

4. Pakai deodoran terlalu banyak

Penyalahgunaan deodoran dan antiperspiran dapat memperparah bau badan.

Menggunakannya secara berlebihan atau tanpa mencucinya dapat menjebak bakteri, bercampur dengan keringat, dan mengiritasi kulit sensitif, yang menyebabkan peradangan dan bau badan.

Sebaliknya, gunakan produk ini pada kulit yang bersih dan kering serta biarkan kulit Anda beristirahat, terutama semalaman agar dapat bernapas.

5. Tidak mengeringkan dengan benar

Terburu-buru berpakaian setelah mandi dapat menyebabkan penumpukan kelembapan di ketiak.

Untuk mengatasinya, tepuk-tepuk ketiak dengan handuk secara perlahan setelah mandi, luangkan beberapa detik untuk menyerap kelembapan berlebih dan mengurangi risiko bau badan.

6. Bahan pakaian yang tidak sesuai

Kain seperti poliester dan nilon dapat menahan kelembapan sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri. 

Pilih kain yang menyerap keringat seperti katun atau linen, terutama pada hari yang hangat atau lembap.

Selain itu, ganti pakaian setelah berolahraga meskipun Anda tidak merasa berkeringat untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga ketiak tetap bebas bau.

7. Mengabaikan pola makan

Makanan seperti bawang putih, bawang merah, dan daging merah serta alkohol dapat mengubah aroma alami tubuh.

Dehidrasi dapat mengonsentrasikan senyawa keringat sehingga memperparah bau badan.

Minum banyak air putih dan konsumsi makanan yang bergizi dapat mengurangi bau badan dengan membuang racun.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho