JawaPos.com - Menjual tas mewah preloved selama ini identik dengan proses yang membutuhkan waktu. Pemilik barang harus menunggu hingga ada pembeli yang sesuai sebelum hasil penjualan dapat diterima.
Kini hadir alternatif yang memungkinkan pemilik tas memperoleh dana lebih cepat, sementara barang tetap dipasarkan melalui skema titip jual.
“Pelanggan bisa mendapatkan dana lebih awal setelah tas selesai diperiksa dan dinilai, sementara proses pemasaran tetap dilakukan oleh deGaiya,” ujar Silvia Lie yang akrab disapa Lady Gaiya.
Melalui layanan terbaru tersebut, pelanggan cukup menitipkan tas branded miliknya untuk dipasarkan. Sebelum diproses, setiap barang akan menjalani pemeriksaan menyeluruh yang meliputi kondisi fisik, autentikasi, hingga penilaian harga.
Setelah seluruh tahapan selesai, pelanggan dapat menerima dana sesuai hasil valuasi dan ketentuan yang berlaku tanpa harus menunggu tas terjual kepada pembeli akhir.
Silvia menjelaskan, layanan ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang ingin tetap berpeluang memperoleh harga jual optimal melalui mekanisme konsinyasi, tetapi juga membutuhkan dana dalam waktu singkat.
“Melalui kemitraan dengan deGadai, kami ingin memberikan pilihan yang lebih fleksibel kepada pelanggan. deGaiya membantu proses pemeriksaan, autentikasi, valuasi, dan pemasaran tas, sedangkan deGadai mendukung kebutuhan dana pelanggan dengan menggunakan tas mewah sebagai barang jaminan sesuai hasil penilaian dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Kolaborasi antara deGaiya dan deGadai menggabungkan keahlian masing-masing perusahaan. deGaiya berperan dalam autentikasi, valuasi, serta pemasaran tas mewah preloved, sedangkan deGadai menyediakan layanan pembiayaan berbasis aset yang memungkinkan pencairan dana lebih awal.
Sebelum diterima, setiap tas wajib melewati pemeriksaan ketat. Proses tersebut mencakup pengecekan kondisi luar dan dalam tas, material, jahitan, hardware, nomor seri, kelengkapan aksesori, hingga riwayat penggunaan.
Untuk sejumlah merek tertentu, autentikasi juga dilakukan menggunakan teknologi Entrupy maupun metode lain yang disesuaikan dengan karakteristik produk.
Layanan ini menerima berbagai merek tas mewah yang memiliki pasar jual kembali cukup stabil, seperti Hermès, Chanel, Louis Vuitton, Dior, Goyard, Gucci, Prada, Bottega Veneta, Saint Laurent, Celine, Fendi, serta sejumlah merek premium lainnya.
Menurut Silvia, layanan dana lebih awal menjadi pilihan bagi pelanggan yang belum ingin melepas kepemilikan tas melalui skema jual putus.
Dalam mekanisme tersebut, pelanggan masih dapat memasarkan tas sesuai harga yang disepakati bersama, sementara kebutuhan dana dapat dipenuhi lebih cepat melalui fasilitas pembiayaan.
Besaran dana yang diterima setiap pelanggan bergantung pada hasil penilaian. Faktor yang menjadi pertimbangan antara lain merek, model, tahun produksi, kondisi barang, kelengkapan, harga pasar, hingga tingkat permintaan di pasar preloved.
Setelah tas berhasil terjual, hasil penjualan akan diperhitungkan dengan dana yang telah diterima sebelumnya beserta biaya dan komponen lain sesuai kesepakatan awal.
Selain layanan titip jual dengan pencairan dana lebih awal, deGaiya juga menyediakan berbagai layanan lain seperti jual putus, buyback, trade-in, sourcing produk, hingga lelang tas branded. Sementara itu, deGadai menawarkan alternatif pembiayaan dengan jaminan tas mewah maupun barang bernilai lainnya.
Pelanggan yang ingin menggunakan layanan tersebut dapat membawa tas ke lokasi layanan yang tersedia atau melakukan konsultasi dan valuasi awal melalui kanal resmi deGaiya maupun deGadai.
Meski demikian, penerimaan barang dan pencairan dana tetap bergantung pada hasil pemeriksaan, nilai pasar, kelengkapan, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.
Perusahaan juga berhak menolak barang apabila ditemukan indikasi ketidakaslian, informasi yang tidak sesuai, atau kondisi yang tidak memenuhi standar penerimaan. (*)