JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa orang pilih-pilih makanan memiliki kebiasaan tersendiri saat menikmati waktu makan malam bersama orang lain.
Mereka cenderung mengucapkan frasa tertentu yang mencerminkan ketidaknyamanan terhadap hidangan asing.
Kebiasaan ini bukan sekadar keras kepala, melainkan bagian dari pola pikir yang terbentuk sejak lama.
Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (23/7), berikut sembilan frasa khas yang biasa diucapkan pemilih makanan saat makan malam.
1. Lebih suka makanan sederhana
Pemilih makanan cenderung menghindari hidangan yang terlalu rumit atau dianggap istimewa oleh orang lain.
Mereka lebih nyaman memilih menu sederhana yang sudah mereka kenal sejak lama.
Kebiasaan ini sering berakar dari pola makan yang terbentuk sejak masa kecil.
2. Mengatakan makanan itu menjijikkan
Sebagian pemilih makanan mengalami rasa takut berlebihan terhadap hidangan yang belum pernah mereka coba.
Kondisi ini dikenal sebagai neofobia makanan, yaitu menolak sesuatu hanya karena terasa asing.
Padahal keberagaman kuliner memberi banyak pilihan sehingga setiap orang bisa menikmati sesuai selera masing-masing.
3. Mengaku tidak bisa memakannya
Pemilih makanan terkadang fokus pada bahan tertentu yang mereka anggap tidak cocok untuk mereka.
Sebagian dari mereka bahkan mengaku memiliki alergi meski sebenarnya hanya menghindari mencoba hal baru.
Alergi makanan yang sungguhan tentu berbeda jauh dari sekadar sikap pilih-pilih semata.
4. Merasa tak pantas menikmati makanan enak
Budaya pencinta kuliner mendorong banyak orang mencari pengalaman rasa yang unik di berbagai tempat.
Saat berada bersama pencinta kuliner, pemilih makanan biasanya enggan mencoba hidangan yang rumit.
Mereka sering berkelakar bahwa makanan enak seolah terbuang percuma jika disajikan untuk mereka.
5. Menanyakan pilihan lain di menu
Beberapa restoran hanya menyediakan hidangan rumit tanpa pilihan menu yang sederhana.
Pemilih makanan biasanya lebih menyukai tempat langganan karena sudah tahu rasa yang mereka sukai.
Mereka pun sering bertanya kepada pelayan apakah dapur bisa menyiapkan menu lain di luar daftar.
6. Mengaku sedang tidak lapar
Sebagian pemilih makanan merasa tidak enak hati karena membatasi pilihan makanan bersama teman.
Mereka kadang berpura-pura tidak lapar agar tidak perlu memilih menu yang ditawarkan.
Cara ini membantu menghindari rasa canggung, tetapi juga membuat mereka enggan mencoba makanan baru.
7. Mempertanyakan keamanan makanan
Setiap budaya memiliki tradisi kuliner yang berbeda dan kadang terasa asing bagi orang lain.
Pemilih makanan sering merasa ragu terhadap hidangan dari budaya yang belum mereka kenal.
Pertanyaan tentang keamanan makanan itu biasanya muncul karena kurangnya pengalaman, bukan untuk menyinggung siapa pun.
8. Mengatakan lebih suka masakan sendiri
Sebagian pemilih makanan sering ditanya alasan mereka begitu memilih dalam urusan makanan.
Mereka kerap menjawab bahwa masakan buatan sendiri terasa lebih nyaman dan sesuai selera.
Jawaban ini biasanya jujur karena mereka jarang mau memperluas variasi makanan yang dicoba.
9. Meminta untuk tidak dihakimi
Kebiasaan memilih makanan sering dianggap sebagai sifat kekanakan oleh sebagian orang dewasa.
Anggapan ini bisa membuat pemilih makanan merasa tidak nyaman ketika memesan di depan orang lain.
Karena itu mereka kerap meminta agar tidak dihakimi hanya karena preferensi makanan mereka berbeda.
***