JawaPos.com - Banyak orang baru mulai menjalani perawatan anti-aging ketika tanda-tanda penuaan pada kulit sudah terlihat. Padahal, proses penuaan kulit berlangsung secara bertahap sejak usia pertengahan 20-an, ketika kemampuan regenerasi alami kulit mulai menurun.
Kondisi ini dapat memicu munculnya garis halus, berkurangnya elastisitas, kulit terasa lebih kering, hingga warna kulit yang tampak tidak merata.
Proses tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh bertambahnya usia. Paparan sinar matahari, polusi, tingkat stres yang tinggi, serta kurangnya waktu istirahat juga dapat mempercepat penurunan kondisi kulit.
Karena itu, perhatian masyarakat terhadap perawatan kulit kini semakin meningkat, terutama pada formulasi yang diklaim mampu membantu menjaga kesehatan sekaligus mendukung regenerasi kulit.
Dokter kulit umumnya menilai bahwa perawatan anti-aging bukan berarti berupaya menghilangkan kerutan yang sudah muncul, melainkan menjaga fungsi pelindung kulit agar tetap optimal sejak dini. Langkah ini dapat membantu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan sekaligus menjaga kondisi kulit tetap sehat dalam jangka panjang.
Selain menggunakan rangkaian skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit, kebiasaan sehari-hari juga berperan penting. Penggunaan tabir surya secara rutin, menjaga kelembapan kulit, tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari paparan sinar matahari berlebihan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit.
Salah satu bahan aktif yang belakangan semakin banyak digunakan dalam dunia kecantikan adalah Polydeoxyribonucleotide (PDRN). Di Korea Selatan, bahan ini telah dimanfaatkan dalam berbagai jenis perawatan kulit karena dikenal dapat membantu mendukung proses regenerasi kulit.
"Tren skincare kini tidak lagi hanya berfokus pada memperbaiki tampilan kulit, tetapi juga mendukung regenerasi kulit agar tetap sehat dalam jangka panjang. Kami ingin menghadirkan inovasi berbasis sains yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia sebagai bagian dari rutinitas skincare sehari-hari," ujar Catherine, selaku Product & Innovation Manager Amura dengan Ginseng PDRN Series.
Menurut Catherine, perkembangan teknologi formulasi memungkinkan bahan-bahan yang sebelumnya identik dengan perawatan di klinik kini hadir dalam skincare harian. Selain mempertimbangkan efektivitas kandungan, formulasi juga dikembangkan agar memiliki tekstur yang ringan, mudah menyerap, dan dapat digunakan oleh beragam jenis kulit.
PDRN menjadi salah satu kandungan yang mulai banyak diperkenalkan dalam dunia skincare karena diklaim dapat membantu mendukung proses regenerasi kulit. Seiring berkembangnya teknologi formulasi, bahan aktif tersebut kini tersedia dalam berbagai bentuk perawatan harian sehingga lebih mudah diakses masyarakat.
Meski demikian, pemilihan skincare tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing kulit. Pengguna juga disarankan memperhatikan kandungan yang digunakan serta mengaplikasikannya secara konsisten, karena menjaga kesehatan kulit merupakan proses jangka panjang yang hasilnya tidak dapat diperoleh secara instan.