JawaPos.com - Saat mengalami demam, tubuh membutuhkan asupan yang dapat membantu menjaga energi, memenuhi kebutuhan cairan, dan mendukung proses pemulihan. Pada kondisi ini, makanan yang ringan dan mudah dicerna biasanya lebih nyaman dikonsumsi dibandingkan makanan berat.
Peningkatan suhu tubuh dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat dan pernapasan. Karena itu, memilih makanan dengan kandungan air, elektrolit, serta nutrisi penting dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil.
Meski makanan tidak secara langsung menggantikan pengobatan, asupan yang tepat dapat menjadi bagian dari perawatan pendukung ketika tubuh sedang melawan infeksi atau mengalami demam. Melansir Health, berikut tujuh makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan saat demam.
Baca Juga: Tampilannya Biasa Saja, Ini 6 Makanan dengan Kandungan Gizi Luar Biasa
1. Semangka
Menurut USDA, mengonsumsi buah-buahan dapat membantu menjaga hidrasi karena banyak di antaranya memiliki kandungan air yang tinggi dan elektrolit.
Semangka sangat menghidrasi karena mengandung sekitar 90 persen air.
Namun, beberapa buah mengandung lebih banyak gula alami. Semangka mengandung sekitar 10 g gula per porsi 150 g.
Selain itu, buah ini juga mengandung kalium dan magnesium, mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
Berkat teksturnya yang lembut, semangka mudah dicerna dan biasanya tidak memberatkan perut, yang penting ketika nafsu makan berkurang selama sakit.
2. Mentimun
Mentimun terdiri dari sekitar 96 persen air. Mentimun merupakan camilan yang enak dimakan begitu saja atau dapat ditambahkan ke dalam salad.
Ini tidak menggantikan air atau larutan rehidrasi, tetapi dapat menjadi sumber cairan tambahan.
Pada saat yang sama, mentimun tidak mengobati penyebab demam dan tidak memengaruhi demam itu sendiri hanya membantu tubuh mengatasi kondisi tersebut dengan lebih mudah.
Mentimun sebaiknya dianggap sebagai makanan ringan, bukan sebagai obat.
3. Stroberi
Stroberi adalah buah rendah gula yang mengandung sekitar 90 persen air.
Satu porsi 140 g juga menyediakan sekitar 80–85 mg vitamin C, yang kira-kira 90–100 persen dari kebutuhan harian bagi kebanyakan orang dewasa.
Namun, ada beberapa keterbatasan. Jika Anda memiliki alergi terhadap buah beri atau kecenderungan reaksi kulit, stroberi sebaiknya dihindari.
4. Air kelapa
Air kelapa adalah cairan bening yang berada di dalam kelapa muda berwarna hijau.
Air kelapa mengandung elektrolit alami seperti kalium, magnesium, dan sedikit natrium.
Elektrolit ini penting untuk fungsi jantung, otot, dan sistem saraf yang normal serta membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Namun, air kelapa tidak menurunkan demam atau mengobati penyebab penyakit.
Air kelapa hanya membantu menjaga hidrasi bersama dengan air atau cairan lainnya.
5. Greek yogurt
Greek yogurt adalah produk berprotein tinggi yang mengandung sekitar 81 persen air. Selain itu, yogurt ini juga menyediakan mineral seperti kalium dan kalsium.
Produk ini mengandung protein yang membantu menjaga energi dan pemulihan.
6. Tomat
Tomat terdiri dari sekitar 95 persen air. Tomat dapat digunakan dalam sup, salad, dan saus.
Tomat membantu menggantikan cairan tubuh dan menambah cita rasa pada masakan.
Buah-buahan ini juga mengandung vitamin C dan antioksidan, termasuk likopen, yang mendukung sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan.
7. Kaldu
Ketika seseorang demam, tubuh secara aktif melawan infeksi. Hal ini meningkatkan keringat, mempercepat pernapasan, dan mengurangi nafsu makan.
Jika cairan-cairan ini tidak dipulihkan, kelemahan, sakit kepala, mulut kering, dan penurunan kesehatan secara umum dapat terjadi.
Dalam situasi tersebut, kaldu hangat terutama berfungsi sebagai sumber cairan dan mineral yang ringan.
Kaldu membantu mengimbangi sebagian natrium dan elektrolit lain yang hilang melalui keringat.
Kaldu juga lebih mudah ditoleransi daripada makanan padat, terutama ketika tidak ada nafsu makan atau mual.