← Beranda
3 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama Meski Sudah Didinginkan, Apa Saja?
Rabbany WanadrianiSelasa, 21 Juli 2026 | 22.36 WIB
ilustrasi isi kulkas. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Menyimpan makanan di dalam kulkas memang dapat membantu memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegarannya. Namun, tidak semua jenis makanan memiliki daya simpan yang panjang, meskipun telah disimpan pada suhu dingin.

Beberapa makanan justru mengalami penurunan kualitas dalam waktu singkat dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila dikonsumsi setelah melewati batas waktu penyimpanan yang disarankan. Karena itu, memahami masa simpan setiap jenis makanan menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan pangan.

Melansir EatingWell, terdapat tiga jenis makanan yang sebaiknya tidak disimpan di lemari es lebih dari 48 jam agar tetap aman dan layak dikonsumsi.

1. Daging dan makanan laut yang kurang matang

Protein hewani yang belum dimasak sepenuhnya dapat menimbulkan peningkatan risiko keamanan pangan karena bakteri seperti E. coli, Listeria, atau Salmonella.

Bakteri berbahaya ini, yang mati ketika makanan dimasak hingga suhu yang aman, mungkin tidak hancur ketika makanan dimasak pada suhu yang lebih rendah.

Itulah mengapa banyak restoran menyertakan peringatan di menu mereka bahwa mengonsumsi daging atau makanan laut yang kurang matang dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Bakteri menggunakan protein ini sebagai sumber nutrisi untuk tumbuh dan berkembang biak.

Sebaiknya panaskan kembali makanan ini hingga suhu yang aman (minimal 74°C) dan jangan menyimpannya terlalu lama di lemari es.

2. Salad

Sayuran mentah yang disimpan di lingkungan lembap dan berjamur bisa sama berbahayanya dengan daging.

Sayangnya, sayuran berdaun hijau termasuk makanan yang paling sering terkontaminasi oleh E. coli, Listeria, Salmonella, dan norovirus.

Setelah sayuran dipotong, jaringan tanaman yang rusak melepaskan kelembapan dan nutrisi yang lebih mudah mendukung pertumbuhan bakteri daripada daun yang utuh.

Artinya, semakin lama salad disimpan di kulkas, semakin tinggi risiko terkena penyakit.

3. Nasi dan pasta

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bacillus cereus sering disebut sindrom nasi goreng.

Salah satu penyebab utama sindrom nasi goreng adalah pendinginan nasi yang tidak tepat.

Hal ini karena membiarkan nasi atau pasta pada suhu ruangan menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi bakteri pembentuk spora untuk berkembang biak.

Spora dapat bertahan hidup saat dimasak. Jika nasi dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama, spora dapat berkecambah dan menghasilkan racun pemicu muntah atau diare.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho