← Beranda
Jangan Abaikan, Ini 7 Gejala Tubuh Kekurangan Protein
Rabbany WanadrianiMinggu, 19 Juli 2026 | 06.54 WIB
Ilustrasi rambut rontok/freepik

JawaPos.com - Protein merupakan salah satu zat gizi utama yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Nutrisi ini berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan, mendukung pertumbuhan otot, serta membantu proses pemulihan setelah cedera maupun aktivitas fisik.

Selain itu, protein juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi ketika cadangan energi utama dalam tubuh tidak mencukupi. Karena perannya yang sangat penting, kebutuhan protein harian sebaiknya dipenuhi melalui pola makan yang seimbang.

Sayangnya, masih banyak orang yang mengalami kekurangan protein akibat pola makan yang kurang tepat, pembatasan jenis makanan tertentu, atau kondisi kesehatan tertentu. Kekurangan asupan protein dapat memunculkan berbagai gejala yang patut dikenali sejak dini. Mengutip NDTV, berikut tujuh tanda yang tidak boleh diabaikan.

1. Edema

Edema adalah kondisi yang ditandai dengan pembengkakan pada kaki dan perut.

Ketika kadar protein menurun, tubuh menahan cairan sehingga gagal mencegah kebocoran cairan ke jaringan di sekitarnya.

Edema merupakan gejala kekurangan protein parah yang membutuhkan perhatian segera.

2. Hilangnya massa otot

Kekurangan protein dapat menyebabkan hilangnya massa dan kekuatan otot sehingga menyulitkan aktivitas fisik.

Bahkan kekurangan protein sedang pun dapat menyebabkan penyusutan otot, terutama pada lansia.

3. Kekebalan tubuh yang buruk

Kekurangan protein dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Akibatnya, individu yang kekurangan protein menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit karena tubuh tidak memiliki antibodi yang memadai.

4. Masalah rambut, kulit, dan kuku

Rambut rontok, kuku rapuh, dan kulit kering dapat terjadi akibat tidak mendapatkan cukup protein karena jaringan-jaringan ini membutuhkan protein untuk menjaga kesehatannya.

5. Nafsu makan meningkat

Protein dapat membuat Anda kenyang lebih lama, mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, dan mendukung penurunan berat badan.

Ketika Anda tidak mengonsumsi cukup protein, Anda mungkin akan lebih sering mengemil.

Kekurangan protein juga dapat menyebabkan penurunan gula darah, yang memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.

6. Penyembuhan luka yang lambat

Luka mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh karena tidak cukupnya protein yang dibutuhkan untuk perbaikan dan regenerasi.

7. Pertumbuhan terhambat

Pada anak-anak, kekurangan protein dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho