← Beranda
Jangan Diabaikan, Kenali 7 Ciri Silent Treatment yang Bisa Merusak Hubungan Pernikahan
Rabbany WanadrianiKamis, 9 Juli 2026 | 21.26 WIB
ilustrasi pasutri yang bertengkar. (freepik)

JawaPos.com - Komunikasi menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun hubungan pernikahan yang sehat. Ketika pasangan memilih untuk tidak berbicara atau menghindari komunikasi dalam waktu tertentu, masalah kecil dapat berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih besar.

Sikap diam memang terkadang dibutuhkan untuk menenangkan diri. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan silent treatment, yaitu ketika seseorang sengaja mengabaikan komunikasi sebagai cara untuk mengekspresikan kemarahan, kekecewaan, atau ketidaksetujuan terhadap pasangannya.

Jika dibiarkan berlarut-larut, perilaku ini dapat memengaruhi kualitas hubungan dan membuat kedua belah pihak semakin sulit menemukan jalan keluar. Mengutip English Jagran, berikut tujuh tanda silent treatment dalam pernikahan yang penting dikenali agar hubungan tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga: Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce Disebut Berlangsung Intim Meski Digelar di Madison Square Garden

1. Diam seketika setelah terjadi perselisihan

Setiap kali pertengkaran berakhir, pasangan Anda memilih diam daripada mengakui atau meminta maaf.

Bahkan tidak berbicara dengan Anda selama berjam-jam atau berhari-hari setelahnya.

Ini bukan memberi Anda ruang sebaliknya, perilaku seperti ini menghukum korban dan menguras energi Anda.

2. Kurangnya kontak mata

Pasangan menghindari kontak mata saat berbicara dengan Anda.

Ia lebih memilih ponsel dan pekerjaan rumah tangga, menciptakan tembok psikologis meskipun Anda tinggal bersama.

3. Jawaban satu kata

Respons pasangan terbatas pada sekadar berbicara dan gestur fisik, seperti mengangguk atau mengangkat bahu.

Perilaku seperti itu merampas kedekatan emosional dari orang lain dengan membuat percakapan biasa menjadi canggung dan jauh.

4. Pemisahan fisik

Jika setelah pertengkaran, Anda berdua hampir tidak pernah duduk bersama, tindakan seperti duduk di ujung sofa yang paling jauh, tidur membelakangi, dan menghindari kontak fisik.

Gerakan-gerakan seperti itu menunjukkan penolakan dan menambah rasa tidak didengarkan dalam hubungan tersebut.

5. Bersikap baik kepada orang lain

Mereka berbincang dengan antusias dengan orang lain, seperti anak-anak atau teman-teman sambil mengucilkan Anda dari diskusi.

Ini menunjukkan keheningan yang disengaja terhadap Anda, bukan karena kurangnya antusiasme secara umum untuk bersosialisasi.

6. Menghindari pesan dan panggilan

Jika pesan teks dan panggilan Anda tidak dijawab, bahkan ketika pasangan punya waktu dan bahkan setelah Anda berkali-kali mencoba menghubungi, semua ini membuat Anda bertanya-tanya apakah hubungan masih aman.

7. Agresi pasif

Pasangan menyelesaikan semua pekerjaan rumah dan tugas secara mandiri tanpa meminta bantuan atau pendapat dari Anda.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho