JawaPos.com - Tidak semua makanan yang terlihat masih dalam kondisi baik berarti aman untuk dikonsumsi. Beberapa jenis makanan dapat mengalami penurunan kualitas meski belum menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang jelas.
Makanan tertentu bisa menjadi cepat basi setelah terlalu lama berada di suhu ruang, terkena udara panas selama perjalanan, atau disimpan lebih lama dari seharusnya di dalam kulkas. Ketika perubahan seperti bau tidak sedap atau jamur mulai terlihat, kondisi makanan tersebut biasanya sudah melewati batas aman.
Menariknya, proses kerusakan makanan tidak selalu ditandai dengan perubahan yang mudah dikenali. Tekstur yang berubah, rasa yang berbeda, atau berkurangnya kualitas nutrisi juga dapat menjadi tanda bahwa makanan mulai tidak layak dikonsumsi.
Dikutip dari Indiatimes, berikut enam jenis makanan yang ternyata lebih mudah rusak dibandingkan perkiraan banyak orang.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Orang yang Tetap Bisa Menikmati Berbagai Makanan Tanpa Khawatir Berat Badan Bertambah
1. Potongan buah
Sebuah apel utuh dapat disimpan dengan aman di atas meja selama beberapa hari. Namun, begitu dipotong, waktu penyimpanannya berubah.
Setelah buah dipotong, kulit pelindungnya hilang dan daging buah yang terbuka menjadi rentan terhadap oksigen, kehilangan kelembapan, dan bakteri dari tangan, pisau, serta talenan.
Itulah mengapa buah yang dipotong dapat berubah menjadi berlendir, cokelat, atau asam dengan sangat cepat.
Melon, mangga, dan nanas sangat sulit ditangani setelah dipotong.
2. Nasi
Nasi matang adalah salah satu risiko keamanan pangan yang paling diremehkan di banyak dapur.
Karena terlihat kering dan polos, orang sering berasumsi bahwa nasi bisa dibiarkan begitu saja tanpa banyak konsekuensi.
Padahal, nasi dapat mengandung bakteri yang bertahan hidup saat dimasak dan berkembang biak dengan cepat jika dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama.
Bahayanya bukan hanya rasa yang tidak enak. Nasi yang disimpan dengan tidak benar dapat menjadi tidak aman bahkan sebelum tercium bau tidak sedap.
3. Pasta matang
Pasta memiliki reputasi serupa sebagai makanan yang kenyal, tetapi setelah dimasak, pasta menjadi jauh lebih rapuh.
Hidangan pasta krim dan hidangan dengan daging atau susu bahkan lebih cepat basi.
Kebiasaan yang paling aman adalah segera dinginkan sisa makanan dan jangan biarkan hidangan pasta tergeletak di atas meja selama berjam-jam.
4. Sayuran hijau
Salad terlihat segar sampai akhirnya tidak lagi.
Sayuran hijau seperti bayam, selada, dan kangkung dapat layu, berlendir, atau mengeluarkan bau pahit dengan sangat cepat, terutama jika dicuci dan disimpan dengan tidak benar.
Karena sayuran ini menyimpan banyak air, bahkan sedikit air yang terperangkap di dalam wadah dapat mempercepat pembusukan.
5. Telur
Telur memiliki reputasi sebagai makanan yang tahan lama. Namun, masa simpannya sangat bergantung pada penyimpanan.
Telur segar tidak akan tetap segar selamanya dan telur yang dimasak bahkan lebih mudah rusak.
Masalah utamanya adalah telur menyerap bau dan rentan terhadap kontaminasi setelah retak atau dimasak.
Karton telur yang tampak baik-baik saja mungkin sudah melewati masa terbaiknya dan sisa hidangan telur dapat menjadi berisiko sebelum ada yang menyadarinya.
6. Daging olahan
Daging olahan sering disimpan di lemari es dengan rasa aman yang semu.
Kemasan dibuat agar terlihat rapi dan tahan lama, tetapi begitu dibuka, daging akan cepat busuk.
Kelembapan, penanganan, dan paparan udara berulang mempercepat proses pembusukan.