JawaPos.com – Psikologi tidak mudah tersinggung menjelaskan bahwa kebiasaan orang tidak sensitif berlebihan selalu berakar dari ketahanan mental dan penerimaan diri yang dibangun secara sadar.
Orang yang tidak mudah tersinggung bukan berarti tidak peduli, melainkan memiliki pemahaman mendalam tentang batas antara mempertimbangkan dampak dan membiarkan setiap komentar melukai mereka.
Psikologi tidak mudah tersinggung menunjukkan bahwa ketahanan mental dan penerimaan diri yang kuat memungkinkan seseorang hidup autentik tanpa ketakutan berlebihan terhadap penilaian orang lain.
Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (4/7), berikut sebelas kebiasaan orang dengan ketahanan mental dan penerimaan diri yang kuat yang membuat mereka secara psikologi tidak mudah tersinggung oleh hal-hal kecil.
1. Menerima diri sendiri tanpa membutuhkan persetujuan orang lain
Penelitian dalam Europe's Journal of Psychology mengidentifikasi tiga komponen penerimaan diri yaitu kesadaran diri, penerimaan diri, dan perilaku yang selaras dengan siapa diri seseorang.
Orang yang menerima dirinya hidup berdasarkan nilai-nilai sendiri dan tidak perlu membuktikan diri kepada siapa pun karena mereka sudah tahu siapa mereka.
2. Membangun lingkaran dukungan dengan orang yang benar-benar mengenal mereka
Orang yang tidak mudah tersinggung menghindari pertemanan permukaan dan memilih hubungan yang tulus serta saling mendukung secara emosional.
Jaringan dukungan yang positif bukan berarti selalu menyenangkan, melainkan tentang memiliki orang-orang yang jujur dan bersedia hadir di saat-saat sulit.
3. Mendefinisikan nilai diri berdasarkan standar diri sendiri
Orang yang tidak mudah tersinggung mempraktikkan psychological distancing, yaitu strategi kognitif untuk mundur dari momen intens dan melihat situasi dengan lebih jernih.
Temporal distancing membantu seseorang mempertanyakan apakah masalah yang dihadapi saat ini akan masih terasa penting beberapa minggu atau tahun ke depan.
4. Melepaskan kebutuhan untuk mengontrol pendapat orang lain
Orang dengan ketahanan mental memahami bahwa mereka tidak bisa memaksa orang lain menerima atau menyukai mereka, sehingga mereka berhenti mencoba melakukan itu.
Melepaskan kendali atas reaksi orang lain bukan berarti tidak peduli, melainkan tentang mengenali apa yang bisa dikontrol dan membiarkan yang tidak bisa.
5. Meminta klarifikasi daripada langsung berasumsi yang terburuk
Orang yang tidak mudah tersinggung menggunakan komunikasi langsung dan meminta penjelasan saat percakapan terasa ambigu atau memicu emosi yang tidak nyaman.
Psikolog Guy Winch menjelaskan bahwa meminta klarifikasi adalah bagian penting dari validasi emosional yang membantu menghindari kesalahpahaman yang tidak perlu.
6. Menjaga batasan diri tanpa perlu banyak penjelasan
Orang yang tidak mudah tersinggung memahami batas-batas diri mereka dengan baik dan melihat batasan sebagai cara merawat diri sekaligus memperkuat hubungan.
Psikolog Nick Wignall menjelaskan bahwa orang yang berhasil menetapkan batasan juga bersedia melakukan pekerjaan sulit untuk menegakkannya ketika dibutuhkan.
7. Mempercayai penilaian dan kemampuan diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri adalah sumber kepercayaan diri yang sejati, dan ini dibangun melalui praktik mendengarkan kebutuhan diri sendiri secara konsisten.
Terapis Meg Josephson menjelaskan bahwa membangun kepercayaan diri adalah proses menyambungkan kembali bagian diri yang takut salah dan mengajarinya bahwa aman untuk mengikuti panduan batin.
8. Tetap hadir di momen sekarang alih-alih memutar ulang momen canggung
Orang yang tidak mudah tersinggung mempraktikkan mindfulness yang membantu mereka menghindari terjebak dalam penyesalan masa lalu atau kekhawatiran masa depan.
Mindfulness memberi mereka ruang untuk memaafkan diri sendiri atas keputusan yang sudah dibuat dan tidak terseret oleh apa yang mungkin terjadi selanjutnya.
9. Menantang pikiran negatif sebelum mempercayainya begitu saja
Setiap orang memiliki kritik batin, namun orang dengan ketahanan mental tahu cara menghentikan putaran umpan balik negatif sebelum mendominasi pikiran mereka.
Psikolog Yvette Erasmus menyarankan untuk menuliskan suara kritis batin agar bisa dipindahkan dari dalam pikiran ke luar dan dilihat dengan lebih objektif.
10. Berhenti sejenak sebelum memberikan respons dalam percakapan
Orang yang tidak mudah tersinggung mempertimbangkan dengan cermat apa yang ingin mereka sampaikan sebelum mengucapkannya dalam percakapan apa pun.
Mereka mendengarkan secara aktif dan memahami bahwa perspektif orang lain bisa terasa valid bagi mereka meski tidak selalu sejalan dengan sudut pandang sendiri.
11. Mencari pelajaran berharga dari setiap momen yang menyulitkan
Penerimaan diri yang kuat membuat seseorang melihat kesulitan sebagai kesempatan untuk mengenal diri lebih dalam dan tumbuh menjadi versi yang lebih baik.
Bersyukur atas hal-hal kecil bahkan di tengah situasi yang menyakitkan adalah cara mereka menjaga perspektif dan mengingatkan diri bahwa momen sulit tidak akan bertahan selamanya.
***