← Beranda
7 Tanda Kecanduan Stres dan Kebiasaan Tidak Sehat akibat Kortisol Tinggi Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalKamis, 25 Juni 2026 | 19.15 WIB
Tanda kecanduan stres dan kebiasaan tidak sehat akibat kortisol tinggi menurut psikologi. (Magnific)

 

 

JawaPos.com – Psikologi kecanduan stres menjelaskan bahwa tanda kecanduan stres sering muncul melalui kebiasaan tidak sehat yang tidak disadari namun dipicu oleh kortisol tinggi dalam tubuh.

Sistem saraf otonom yang tidak teratur dapat membuat seseorang terjebak dalam kondisi stres kronis tanpa benar-benar menyadari betapa seriusnya kondisi tersebut.

Psikologi kecanduan stres mengungkap bahwa tubuh selalu merasakan dampak dari kortisol tinggi meski pikiran sadar belum mengenali tanda kecanduan stres yang sedang terjadi.

Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (25/6), berikut tujuh kebiasaan tidak sehat yang menjadi tanda kecanduan stres akibat kortisol tinggi dan secara psikologi perlu dikenali sejak dini.

1. Langsung memikirkan tugas begitu duduk untuk beristirahat

Pikiran yang langsung dipenuhi daftar tugas begitu seseorang akhirnya duduk untuk beristirahat adalah tanda kecanduan stres yang mendasar dan sering diabaikan.

Kondisi ini terjadi karena pusat emosi dan rasa takut di otak menjadi terlalu aktif, mendorong seseorang untuk terus sibuk demi mengalihkan pikiran cemas.

Kebiasaan tidak sehat ini merusak kondisi fisik, mental, dan emosional secara perlahan karena tubuh tidak pernah benar-benar mendapatkan kesempatan untuk pulih.

2. Kesulitan tertidur dan sering terbangun di malam hari

Sistem saraf yang terlalu aktif membuat pikiran terasa lelah namun tetap tegang sebelum tidur, sehingga menghambat kemampuan tubuh untuk benar-benar beristirahat.

Otak sebenarnya sudah tahu cara tertidur, namun perlu dilatih ulang untuk beralih dari kondisi aktif menuju kondisi yang lebih tenang dan rileks.

Melatih ulang jalur saraf yang membantu menenangkan diri di malam hari adalah langkah penting untuk mengatasi kortisol tinggi yang mengganggu kualitas tidur.

3. Merasa terburu-buru menyelesaikan tugas sesegera mungkin

Tanda kecanduan stres ini terlihat dari keinginan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga secepat mungkin, yang sebenarnya memperburuk kondisi sistem saraf simpatik.

Satu-satunya cara menenangkan saraf yang tegang adalah dengan secara sengaja memperlambat gerakan fisik dan menyadari bahwa tidak ada yang perlu dikejar terburu-buru.

Mengambil napas dalam dan meyakinkan diri bahwa semua akan selesai pada waktunya adalah cara efektif melawan kebiasaan tidak sehat ini.

4. Terus-menerus memeriksa ponsel untuk notifikasi

Otak melepaskan dopamin setiap kali seseorang memeriksa ponsel, menciptakan motivasi sesaat yang mendorong perilaku ini terjadi secara berulang.

Pelepasan dopamin yang bersifat sementara ini menciptakan siklus kecanduan yang membuat seseorang terus mencari lebih banyak stimulasi dari notifikasi ponsel.

Psikologi kecanduan stres menjelaskan bahwa kebiasaan ini bisa menguras dopamin alami terutama ketika notifikasi tertentu memicu kecemasan tambahan dalam diri seseorang.

5. Segala sesuatu terasa terburu-buru dalam keseharian

Sistem saraf simpatik yang terus berada dalam mode siaga membuat tugas-tugas sederhana seperti berpakaian terasa sangat menekan dan mendesak.

Rasa urgensi yang tidak perlu ini hanya menambah beban stres dalam hidup, padahal sebenarnya bisa diubah dengan kebiasaan yang lebih terencana.

Mengatur alarm lebih awal untuk menciptakan rutinitas pagi yang lebih tenang dapat membantu memulihkan energi tanpa harus terburu-buru sepanjang hari.

6. Merasa bersalah ketika tidak produktif

Rasa bersalah karena tidak produktif, atau yang dikenal sebagai productivity shame, adalah pengalaman umum yang dirasakan banyak orang dengan pikiran yang terlalu aktif.

Kebiasaan tidak sehat ini muncul karena pikiran yang sudah terlatih untuk selalu sibuk kesulitan beradaptasi dengan momen tenang yang seharusnya menyegarkan.

Nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh seberapa banyak yang berhasil diselesaikan dalam satu hari, dan istirahat sejatinya adalah bentuk produktivitas tersendiri.

7. Selalu mengisi setiap akhir pekan dengan kegiatan

Membuat rencana di akhir pekan bukanlah hal yang buruk, namun setiap orang tetap membutuhkan hari tanpa agenda untuk benar-benar beristirahat sepenuhnya.

Tanda kecanduan stres ini terlihat dari kesulitan untuk membiarkan diri sendiri tidak melakukan apa-apa meski tubuh dan pikiran sangat membutuhkannya.

Hari tanpa kegiatan justru memulihkan energi dan meningkatkan produktivitas di minggu berikutnya karena otak yang cukup istirahat bekerja jauh lebih baik.

 

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti