← Beranda
Sukses Tanpa Stres! 5 Batasan Kerja yang Selalu Ditetapkan Orang Cerdas Agar Terhindar dari Kelelahan
Akhmad Iqbal FirmansyahSelasa, 23 Juni 2026 | 02.20 WIB
Ilustrasi orang cerdas dalam menetapkan batasan kerja. (Your Tango)

 

 

JawaPos.com – Orang sukses tidak selalu bekerja dengan penuh tekanan atau mengabaikan kesejahteraan diri.

Ini karena kesuksesan sejati datang bukan dari tekanan atau tuntutan yang memberatkan diri sendiri.

Mencapai kesuksesan dengan tetap hidup nyaman tanpa stres bisa saja dicapai jika ada batasan diri yang harus ditetapkan.

Namun, tidak banyak orang mampu menetapkan batasan yang jelas dan bijak ketika sedang bekerja.

Ada beberapa orang yang menganggap bahwa dedikasi penuh hingga mengabaikan diri sendiri adalah kunci kesuksesan.

Faktanya, kesuksesan datang ketika seseorang mampu menetapkan batasan dari kesibukan setelah bekerja.

Dilansir dari Your Tango, ada lima batasan yang harus ditetapkan agar dapat mencapai kesuksesan tanpa merasa stres.

Dan orang-orang yang benar-benar sukses selalu menetapkan batasan-batasan ini bahkan ketika mereka bekerja.

1.     Berhenti Bekerja Ketika Akhir Pekan

Bagi orang cerdas, akhir pekan adalah hak mutlak untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau melakukan hobi.

Mereka tidak menggunakan akhir pekan untuk terus bekerja, meskipun ada target yang harus dikerja.

Ini karena mereka sadar bahwa bekerja tanpa henti justru akan menurunkan kualitas kreativitas dan memicu kelelahan berlebihan.

Sejak awal bekerja, mereka akan mengomunikasikan batasan ini dengan bijak dan sopan agar hak mereka terpenuhi.

Ketika rekan kerja atau atasan tahu bahwa kita tidak akan bekerja di hari Sabtu dan Minggu, mereka akan belajar untuk menghargai waktu luang kita.

2.     Tidak Menerima Pekerjaan yang Banyak Mobilisasi

Bagi orang yang bekerja secara remote, fleksibilitas dan kenyamanan rumah adalah prioritas utama.

Ini karena mereka sadar bahwa bekerja yang menuntut mobilitas terus-menerus dapat mengganggu kesejahteraan mental mereka.

Inilah alasan kenapa orang cerdas berani menolak perintah perjalanan dinas yang berlebihan atau tidak penting.

Mereka sadar apa yang menjadi komitmen dan batasan awal mereka saat menerima pekerjaan tersebut.

Jika sebuah posisi dari awal disepakati sebagai kerja kantoran tanpa dinas luar, mereka tidak akan ragu untuk menolak.

Ini bukan karena mereka tidak berdedikasi, tapi ini demi efisiensi energi dan waktu mereka yang berharga.

3.     Menjaga Privasi dan Identitas Diri

Orang yang cerdas paham pentingnya privasi personal di dunia digital, sehingga mereka tidak menyebarkan informasi pribadi untuk umum.

Mereka menetapkan batasan yang kuat tentang sejauh mana perusahaan bisa menggunakan identitas mereka.

Entah itu, menolak memberikan foto selfie pribadi untuk konten media sosial atau kebutuhan perusahaan.

Atau meminta agar nama belakang tidak dipublikasikan secara bebas di platform publik jika tidak diperlukan.

Ini karena mereka sadar bahwa batasan untuk tidak mencampuradukkan akun media sosial pribadi untuk urusan promosi kantor.

4.     Menuntut Manajemen yang Mendukung di Tempat Kerja

Banyak tempat kerja yang menuntut pekerjanya untuk patuh tapi tidak diikuti dengan manajemen perlindungan yang jelas.

Tak heran banyak karyawan berada di posisi sulit saat menghadapi komplain dari pelanggan atau klien, sementara aturan perusahaan sangat ketat.

Namun, orang cerdas memiliki prinsip bahwa mereka bersedia menegakkan kebijakan perusahaan, asalkan pihak manajemen juga siap memberikan dukungan.

Ini mereka lakukan agar ketika mereka terjebak dalam suatu konflik, Perusahaan akan selalu ada di pihak mereka dan melindungi hak mereka.

Jika atasan selalu cari aman dan menyalahkan karyawan di depan klien, itu adalah hal yang harus dihindari.

Oleh karena itu, orang cerdas yang sukses akan berhenti bersikap terlalu kaku dalam menegakkan aturan yang merugikan diri mereka sendiri.

5.     Tidak Menerima Telp Setelah Jam Kerja Selesai

Waktu kerja adalah hal yang sangat penting untuk ditetapkan, dan ketika jam kerja kita habis itu tandanya kita sudah tidak memegang tanggung jawab.

Entah itu pukul lima atau enam sore adalah tanda bahwa ikatan profesional kitaa hari itu di tempat kerja telah selesai.

Orang cerdas akan mematikan notifikasi email kerja atau mengaktifkan mode jangan ganggu di ponsel mereka setelah mereka bekerja.

Meskipun pada awalnya hal ini mungkin membuat atasan yang menuntut merasa frustasi, tapi itu sangat penting untuk ditetapkan sebagai batasan.

Selain itu, konsistensi dalam menerapkan batasan ini akan membentuk pola pikir di lingkungan kerja bahwa waktu istirahat kita tidak bisa diganggu gugat.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti