← Beranda
Perayaan Hari Yoga Internasional, Ajak Masyarakat Kembali Menemukan Keseimbangan Diri
Latu Ratri MubyarsahSenin, 22 Juni 2026 | 16.28 WIB
Peserta perayaan Hari Yoga Internasional dengan rangkaian kegiatan walkathon, meditasi, dan yoga terbuka di kawasan Car Free Day Sudirman dan Hutan Kota Plataran, Minggu (21/6). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Momentum Perayaan Hari Yoga Internasional 2026 dimaknai komunitas volunteer ISHA FOUNDATION di Jakarta bukan sekadar sebagai aktivitas olahraga bersama. Tapi sebagai pengingat pentingnya membangun keseimbangan dalam kehidupan modern yang semakin cepat dan penuh tekanan.

Melalui rangkaian kegiatan walkathon, meditasi, dan yoga terbuka di kawasan Car Free Day Sudirman dan Hutan Kota Plataran, Minggu (21/6), puluhan peserta dari berbagai latar belakang profesi dan usia mengikuti kegiatan yang mengangkat pendekatan yoga sebagai teknologi kesejahteraan diri yang bersifat universal.

Acara dimulai melalui walkathon di area Car Free Day Sudirman, kemudian dilanjutkan dengan sesi meditasi dan yoga bersama di Hutan Kota Plataran.

Baca Juga: Sering Mati Lampu Tiba-Tiba? Survival Kit Ini Ampuh Mengatasi Kesulitan Anda Saat Menghadapi Pemadaman Listrik Bergilir

Datu Permata, salah seorang volunteer mengatakan, pemahaman masyarakat terhadap yoga selama ini masih sering terbatas pada gerakan fisik semata. “Yoga dikenal sebagai gerakan yang merentangkan dan melenturkan tubuh, tetapi sebenarnya yoga jauh lebih dari itu. Ini tentang bagaimana kita membangun keseimbangan dalam diri,” ujar Datu Permata.

Dia menjelaskan, latihan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan holistik yang bertujuan membantu seseorang membangun kualitas hidup yang lebih baik, baik secara fisik, mental, maupun emosional.

Pendiri ISHA FOUNDATION Sadhguru menyatakan, yoga bukan sebuah filosofi, ideologi, agama, ataupun sistem kepercayaan tertentu. Yoga merupakan seperangkat teknologi atau metode untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang dapat diterapkan oleh siapa saja tanpa memandang agama, ras, gender, maupun latar belakang sosial.

Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Pemadaman Listrik, Freezer Kosong Justru Bisa Merusak Kulkas Kesayangan Anda!

“Jika Anda manusia, maka teknologi ini berlaku untuk Anda,” pesan Sadhguru yang kerap disampaikan dalam berbagai peringatan Hari Yoga Internasional.

Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental, pendekatan seperti meditasi, pengaturan napas, serta aktivitas mindful movement mulai semakin diminati, terutama di kawasan urban dengan ritme kehidupan yang cepat dan tekanan pekerjaan yang tinggi.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sekitar 12 miliar hari kerja hilang setiap tahun secara global akibat depresi dan kecemasan. Kondisi tersebut mendorong semakin banyak masyarakat untuk mulai mencari cara menjaga keseimbangan hidup secara lebih menyeluruh.

Dalam suasana yang berlangsung santai namun reflektif, para peserta tampak mengikuti sesi meditasi dan yoga dengan antusias. Sejumlah peserta mengaku datang untuk mencari ketenangan sekaligus ruang jeda dari aktivitas sehari-hari yang padat.

“Kegiatan seperti ini membawa perspektif yang baik dalam kehidupan sehari-hari kami,” kata Datu Permata, yang juga berprofesi sebagai dokter gigi.

Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Yoga Internasional, kegiatan ini juga membawa pesan bahwa kesejahteraan hidup tidak hanya dibangun melalui kesehatan fisik, tetapi juga melalui kemampuan seseorang untuk menjaga keseimbangan diri di tengah dinamika kehidupan modern.

Baca Juga: Anti Panik Saat Pemadaman Listrik, Ini Dia Cara Menyelamatkan Hari Anda Saat Mati Lampu Bergilir

Melalui kegiatan yang terbuka dan inklusif, komunitas ISHA FOUNDATION berharap semakin banyak masyarakat dapat mengenal praktik-praktik sederhana yang membantu meningkatkan kualitas hidup, mulai dari pengaturan napas, meditasi, hingga yoga sebagai bagian dari keseharian.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah