← Beranda
5 Tanaman Hias Indoor yang Gampang Dirawat dan Ampuh Bersihkan Udara Kamar Kos Tanpa Sinar Matahari Langsung
Emilia Nailun NajaSelasa, 16 Juni 2026 | 18.41 WIB
ilustrasi tanaman hias di rumah. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Kamar kos dengan ventilasi minim dan penggunaan AC sering kali membuat sirkulasi udara kurang optimal.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan Volatile Organic Compounds (VOC), yakni zat kimia yang berasal dari cat dinding, furnitur, karpet sintetis, hingga produk pembersih rumah tangga. 

Berdasarkan studi ilmiah NASA Clean Air Study (1989), sejumlah tanaman hias dalam ruangan diketahui mampu membantu menyerap berbagai polutan seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilen. 

Sementara itu, artikel berkebun The Old Farmer's Almanac (2026) menyebut beberapa jenis tanaman indoor juga cocok ditempatkan di area minim sinar matahari dan relatif mudah dirawat, sehingga sesuai untuk kamar kos.
Berikut lima tanaman hias yang dapat menjadi pilihan.

1. Lidah Mertua (Snake Plant atau Sansevieria trifasciata)

Berdasarkan NASA Clean Air Study, lidah mertua termasuk tanaman yang efektif membantu menyerap berbagai VOC di dalam ruangan.

Tanaman ini juga dikenal tahan banting dan mampu bertahan pada area dengan cahaya minim. Merujuk pada The Old Farmer's Almanac 2026, perawatan lidah mertua tergolong mudah.

Penyiraman cukup dilakukan ketika media tanam sudah benar-benar kering, yang umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu sekali.

2. Peace Lily (Spathiphyllum)

Dalam penelitian NASA, peace lily termasuk tanaman yang mampu membantu menyerap zat kimia seperti benzena, formaldehida, trikloroetilen, hingga senyawa alkohol dan aseton. Selain memiliki bunga putih yang menjadi daya tarik tersendiri, tanaman ini tidak membutuhkan sinar matahari langsung.

Berdasarkan rekomendasi The Old Farmer's Almanac 2026, peace lily lebih cocok ditempatkan di area teduh dengan kondisi tanah yang tetap lembap.

3. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

Spider plant atau lili paris menjadi salah satu tanaman yang tercatat dalam NASA Clean Air Study karena kemampuannya membantu mengurangi formaldehida dan karbon monoksida di udara.

Menurut The Old Farmer's Almanac 2026, tanaman ini mudah tumbuh dan dapat ditempatkan pada area yang terang tanpa paparan matahari langsung. Bentuk daunnya yang menjuntai juga membuatnya cocok dijadikan tanaman gantung.

4. Philodendron Daun Hati (Heart-leaf Philodendron)

Merujuk pada NASA Clean Air Study, kelompok philodendron diketahui mampu membantu menyerap formaldehida yang banyak ditemukan pada furnitur dan material bangunan.

Tanaman ini termasuk jenis yang mudah beradaptasi di ruangan dengan pencahayaan rendah. Berdasarkan informasi dari The Old Farmer's Almanac 2026, penyiraman dapat dilakukan secara berkala ketika permukaan tanah mulai mengering.

5. Palem Kuning (Areca Palm)

Palem kuning atau areca palm dikenal sebagai tanaman yang mampu membantu menyerap senyawa toluena dan xilena.

Berdasarkan informasi dari NASA Clean Air Study dan The Old Farmer's Almanac 2026, tanaman ini juga dapat berfungsi sebagai pelembap udara alami melalui proses penguapan air. 

Karena itu, areca palm kerap dipilih untuk ruangan ber-AC yang cenderung memiliki tingkat kelembapan rendah. Tanaman ini tumbuh baik di tempat teduh dengan media tanam yang memiliki drainase baik.

EDITOR: Hanny Suwindari