← Beranda
5 Faktor Utama yang Membuat Gen Z Menjauh dari Nilai Generasi Sebelumnya
Risma Azzah FatinSelasa, 9 Juni 2026 | 23.36 WIB
Ilustrasi Gen Z (Freepik)

JawaPos.com – Generasi Z atau Gen Z dinilai semakin sulit menerapkan prinsip hidup yang dianut generasi sebelumnya karena menghadapi kondisi sosial yang berbeda.

Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental, yang membuat mereka lebih selektif dalam menentukan pilihan hidup dan pekerjaan.

Lahir pada rentang 1997 hingga 2012, Gen Z tumbuh di tengah era yang penuh ketidakpastian dan perubahan cepat. Kondisi tersebut mendorong mereka untuk menantang tradisi lama serta membangun jalan hidup sendiri yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai masa kini.

Berikut 5 alasan gen z sulit menerapkan prinsip generasi sebelumnya dalam menjalani kehidupan, seperti dilansir dari laman YourTango.

Baca Juga: 5 Faktor Utama yang Membuat Generasi Z Lebih Rentan Terhadap Disinformasi di Internet

1.     Mengutamakan Kesehatan Mental

Generasi yang lebih tua dibesarkan dengan mentalitas tangguh. Mereka memiliki stigma terhadap terapi, sehingga mereka menghindari kerja keras yang terlibat dalam kesadaran emosional dan ketersediaan.

Gen Z jauh lebih terhubung dengan perasaan mereka daripada generasi yang lebih tua. Mereka secara aktif menolak gagasan bahwa menjalani terapi berarti ada yang salah dengan mereka.

Generasi Z melihat terapi sebagai jalan untuk mengenal diri mereka sendiri pada tingkat yang lebih dalam. Mereka ingin melepaskan diri dari trauma generasi dan membangun kecerdasan emosional mereka, karena berhubungan dengan dunia batin mereka memungkinkan mereka memasuki dunia dengan cara yang penuh kesadaran.

Salah satu survei mengungkapkan bahwa Gen Z merasakan lebih banyak stres daripada generasi yang lebih tua serta mengatakan bahwa sebagian stres Gen Z berasal dari transisi umum, seperti mengelola keuangan mereka sendiri dan membuat keputusan tentang karier mereka.

Namun, mereka juga hidup di dunia yang berbeda dari dunia tempat generasi yang lebih tua tumbuh.

2.     Kurang Tertarik dengan Hal yang Bersifat Material

Generasi yang lebih tua percaya pada gagasan yakni dengan bekerja keras maka Anda akan sukses. Namun, generasi boomer adalah satu-satunya yang benar-benar menepati janji itu, yang merupakan alasan lain mengapa Gen Z menolak cara generasi yang lebih tua menjalani hidup mereka.

Mereka tidak mengejar rumah di pinggiran kota dengan garasi untuk dua mobil dan halaman untuk dipangkas. Gen Z lebih peduli dengan pengalaman daripada harta benda. Mereka lebih suka mengoleksi kenangan daripada hal lainnya.

Generasi Z ingin melihat dunia, tetapi mereka ingin melakukannya dengan cara yang sejalan dengan nilai-nilai mereka. Sejalan dengan pencarian mereka akan keaslian, Generasi Z menginginkan lanskap yang siap difoto dan kegiatan budaya yang tidak biasa.

3.     Tidak Memprioritaskan Pendidikan Sepenuhnya

Tidak seperti Generasi X dan milenial, Generasi Z menolak kuliah sebagai satu-satunya cara untuk meraih kesuksesan. Mereka telah melihat generasi yang lebih tua terpuruk karena beban utang pinjaman mahasiswa, dan mereka menapaki jalan yang berbeda.

Generasi Z menolak gagasan sempit bahwa lintasan hidup mereka harus bergerak dalam garis lurus. Mereka tahu bahwa belajar adalah proses seumur hidup, dan tidak terbatas pada lingkungan kampus.

4.     Ragu Akan Budaya Kerja Keras

Generasi Z mengubah ekspektasi masyarakat seputar budaya kerja. Mereka menginginkan pekerjaan yang bisa mereka tinggalkan di kantor begitu jam menunjukkan pukul 5 sore.

Mereka menetapkan batasan yang lebih ketat seputar pekerjaan mereka, sehingga mereka bisa berkomitmen pada hal-hal yang benar-benar mereka sukai. Dalam lima tahun ke depan, Generasi Z akan mencapai 30% dari angkatan kerja.

Mereka akan menjadi orang-orang yang memengaruhi tren perusahaan dan mengubah cara kerja sesuai dengan kehidupan mereka.

5.     Fokus Terhadap Masa Depan

Gen Z menolak materialisme yang menjadi ciri khas generasi yang lebih tua, terutama generasi boomer. Karena mereka lahir di dunia digital, mereka tumbuh dengan akses langsung ke mode cepat dan belanja daring, tetapi mereka melawan arus dan memilih gaya hidup minimalis yang bersumber dari lokal.

Generasi Z hidup dengan cara yang lebih sederhana dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara Generasi X praktis tinggal di mal, Generasi Z lebih suka berbelanja barang bekas.

Mereka peduli dengan dampak lingkungan mereka, yang berarti mereka mencoba membelanjakan uang mereka untuk produk yang berkelanjutan.

Generasi Z tidak percaya pada konsumerisme yang berlebihan, mereka lebih suka menghemat uang atau menggunakannya untuk pengalaman yang benar-benar mereka pedulikan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho