← Beranda
11 Prinsip dan Prioritas dari Orang-orang yang Mengutamakan Hidup Bahagia Berdasarkan Kajian Psikologi, Simak!
Rabbany WanadrianiMinggu, 31 Mei 2026 | 01.39 WIB
Ilustrasi, orang yang mengutamakan kehidupan bahagia. (Magnific/ Holiak)

 

JawaPos.com - Psikologi modern semakin menegaskan bahwa kebahagiaan bukan hanya dipengaruhi oleh keadaan eksternal, melainkan juga oleh cara seseorang berpikir, bersikap, dan menentukan prioritas hidup.

Sebelas prinsip berikut ini menunjukkan bahwa orang-orang yang bahagia bukanlah mereka yang memiliki kehidupan sempurna.

Mereka hanyalah individu yang secara sadar memilih untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar penting, menjaga kesehatan mental, membangun hubungan yang sehat, serta menjalani hidup sesuai dengan nilai yang diyakini.

Pada akhirnya, kebahagiaan tidak selalu datang dari apa yang kita miliki, melainkan dari bagaimana kita menjalani kehidupan setiap hari dengan penuh kesadaran, rasa syukur, dan keseimbangan.

Di tengah tuntutan hidup yang semakin kompleks, banyak orang beranggapan bahwa kebahagiaan hanya bisa diraih setelah mencapai kesuksesan besar, memiliki banyak uang, atau memperoleh pengakuan dari lingkungan sekitar.

Padahal, berbagai kajian psikologi menunjukkan bahwa kebahagiaan sering kali berasal dari cara seseorang memandang hidup dan menentukan prioritas sehari-hari.

Orang-orang yang terlihat lebih bahagia bukan berarti hidup mereka selalu mudah atau bebas masalah. Mereka tetap menghadapi tantangan, kekecewaan, dan tekanan seperti orang lain.

Namun, yang membedakan adalah prinsip-prinsip yang mereka pegang dalam menjalani kehidupan.

Alih-alih mengejar kesempurnaan, mereka fokus pada hal-hal yang benar-benar bermakna. Mereka memahami bahwa kebahagiaan bukan sekadar tujuan akhir, melainkan hasil dari kebiasaan, pola pikir, dan keputusan yang dilakukan secara konsisten.

Dikutip dari Your Tango, inilah prinsip-prinsip hidup yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang mengutamakan hidup bahagia.

1. Mereka Memprioritaskan Kesehatan Mental

Orang yang bahagia memahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mereka tidak mengabaikan stres, kelelahan emosional, atau tekanan yang terus menumpuk.

Mereka berani beristirahat ketika diperlukan, menjaga batasan pribadi, dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah yang sulit diatasi sendiri.

Bagi mereka, menjaga pikiran tetap sehat bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan.

2. Tidak Menggantungkan Kebahagiaan pada Orang Lain

Salah satu prinsip penting dalam psikologi kebahagiaan adalah kemampuan untuk menciptakan kebahagiaan dari dalam diri sendiri.

Orang-orang yang bahagia tidak menjadikan pasangan, teman, atau keluarga sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan. Mereka menikmati hubungan yang sehat, tetapi tetap memiliki identitas dan kepuasan hidup yang mandiri.

Dengan begitu, mereka tidak mudah merasa hancur ketika menghadapi penolakan atau kehilangan.

3. Memilih Lingkungan yang Positif

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati dan kualitas hidup seseorang.

Orang yang mengutamakan kebahagiaan cenderung selektif dalam memilih lingkaran pergaulan. Mereka lebih suka berada di sekitar individu yang suportif, jujur, dan membawa energi positif.

Sebaliknya, mereka berusaha mengurangi interaksi dengan orang-orang yang manipulatif, penuh drama, atau selalu menyebarkan pesimisme.

4. Menghargai Hal-hal Sederhana

Psikologi positif menunjukkan bahwa rasa syukur memiliki hubungan erat dengan tingkat kebahagiaan seseorang.

Orang yang bahagia tidak selalu menunggu momen besar untuk merasa bersyukur. Mereka mampu menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana seperti menikmati secangkir kopi di pagi hari, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau menyaksikan matahari terbenam.

Kemampuan menghargai momen kecil inilah yang membuat hidup terasa lebih bermakna.

5. Tidak Terobsesi dengan Kesempurnaan

Banyak orang merasa tertekan karena terus mengejar standar yang tidak realistis.

Sebaliknya, individu yang bahagia memahami bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Mereka menerima kesalahan sebagai bagian dari proses belajar dan pertumbuhan.

Daripada terus mengkritik diri sendiri, mereka lebih fokus pada perbaikan dan perkembangan secara bertahap.

6. Berani Mengatakan Tidak

Salah satu ciri orang yang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik adalah kemampuan menetapkan batasan.

Mereka tidak selalu berusaha menyenangkan semua orang. Ketika sesuatu bertentangan dengan nilai, kebutuhan, atau kesehatan mental mereka, mereka mampu mengatakan "tidak" dengan tegas namun tetap sopan.

Prinsip ini membantu mereka terhindar dari kelelahan emosional dan hubungan yang tidak sehat.

7. Lebih Fokus pada Pengalaman daripada Materi

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa pengalaman cenderung memberikan kebahagiaan yang lebih bertahan lama dibandingkan kepemilikan materi.

Orang-orang yang mengutamakan hidup bahagia lebih menghargai kenangan, perjalanan hidup, pembelajaran baru, dan momen kebersamaan daripada sekadar mengumpulkan barang mewah.

Mereka memahami bahwa pengalaman sering kali meninggalkan dampak emosional yang lebih mendalam.

8. Memaafkan untuk Ketenangan Diri

Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain. Dalam perspektif psikologi, memaafkan lebih berkaitan dengan membebaskan diri dari beban emosi negatif.

Orang yang bahagia menyadari bahwa menyimpan dendam hanya akan menguras energi dan menghambat ketenangan batin.

Karena itu, mereka berusaha melepaskan kemarahan yang tidak lagi bermanfaat bagi kehidupannya.

9. Hidup Sesuai Nilai dan Tujuan Pribadi

Banyak orang merasa tidak puas karena terus membandingkan hidupnya dengan orang lain.

Sebaliknya, individu yang bahagia lebih fokus pada nilai dan tujuan yang mereka yakini sendiri. Mereka tidak terlalu sibuk mengikuti standar sosial atau ekspektasi yang dibuat orang lain.

Ketika seseorang hidup sesuai dengan nilai pribadinya, ia cenderung merasakan kepuasan yang lebih autentik.

10. Menjaga Keseimbangan Hidup

Kesuksesan karier memang penting, tetapi orang yang mengutamakan kebahagiaan memahami bahwa hidup tidak hanya tentang pekerjaan.

Mereka berusaha menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, keluarga, kesehatan, hubungan sosial, hingga waktu untuk diri sendiri.

Keseimbangan inilah yang membantu mereka terhindar dari kelelahan berkepanjangan dan menjaga kualitas hidup secara keseluruhan.

11. Terus Bertumbuh dan Belajar

Orang-orang yang bahagia tidak berhenti berkembang setelah mencapai satu tujuan tertentu.

Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, terbuka terhadap pengalaman baru, dan selalu berusaha meningkatkan kualitas diri. Proses belajar membuat hidup terasa lebih dinamis dan memberi makna yang lebih dalam.

Mereka menyadari bahwa pertumbuhan pribadi merupakan perjalanan seumur hidup, bukan sekadar pencapaian sesaat.

 

EDITOR: Novia Tri Astuti