← Beranda
8 Makanan Sehat yang Terbukti Mendukung Sistem Saraf, Apa Saja?
Rabbany WanadrianiSenin, 18 Mei 2026 | 21.21 WIB
ilustrasi makanan sehat. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Sistem saraf mengendalikan hampir setiap proses dalam tubuh, mulai dari detak jantung dan pencernaan hingga memori dan respons terhadap stres.

Meskipun tidak ada makanan yang dapat menyembuhkan penyakit neurologis, menu yang tepat dapat bantu mendukung dan memperkuat saraf.

Melansir health, berikut 8 makanan yang sangat bermanfaat bagi sistem saraf Anda.

Baca Juga: 7 Makanan Sehat Ini Jadi Penyebab Perut Kembung, Apa Saja?

1. Salmon

Salmon merupakan salah satu sumber terbaik asam lemak omega-3 EPA dan DHA.

Jadi bagian dari membran sel saraf dan membantu otak beradaptasi serta membentuk koneksi baru.

Omega-3 juga mengurangi peradangan yang dapat merusak sel saraf.

Selain itu, salmon mengandung vitamin D, yang mendukung fungsi otak.

2. Bayam

Bayam kaya akan folat dan magnesium.

Folat membantu tubuh memproduksi neurotransmiter serotonin dan dopamin, yang memengaruhi suasana hati.

Magnesium berperan dalam pensinyalan saraf, membantu otot rileks, dan mengurangi respons stres tubuh.

3. Yogurt

Yogurt mengandung bakteri bermanfaat yang mendukung mikrobioma usus yang sehat.

Para ilmuwan menyoroti poros usus-otak, di mana kesehatan usus memengaruhi sistem saraf.

Orang yang secara teratur mengonsumsi yogurt atau produk susu lainnya mungkin memiliki fungsi kognitif yang lebih baik.

4. Biji labu

Biji labu kaya akan magnesium, seng, dan lemak sehat.

Magnesium mendukung transmisi sinyal saraf, seng mendukung fungsi otak dan kekebalan tubuh, serta lemak tak jenuh memperkuat membran sel.

5. Oat

Oat mengandung vitamin B1, B6, dan B12 yang membantu saraf menghasilkan energi, melindunginya dari kerusakan, dan berpartisipasi dalam produksi neurotransmiter.

Oat juga kaya akan serat, yang mendukung kesehatan usus.

6. Lentil

Lentil menyediakan protein nabati, zat besi, dan magnesium.

Asam amino dari protein membantu memproduksi serotonin, yang memengaruhi suasana hati, sementara zat besi bantu mengangkut oksigen ke otak dan sel saraf.

7. Blueberry

Blueberry kaya akan antioksidan yang melawan stres oksidatif, kerusakan sel yang menumpuk seiring bertambahnya usia.

Antosianin, yang memberi warna gelap pada beri, dapat mendukung fungsi kognitif dan mengurangi risiko beberapa masalah neurologis.

8. Cokelat hitam

Cokelat hitam mengandung flavonoid, senyawa tumbuhan dengan sifat antioksidan yang mengurangi peradangan dan melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif.

Selain itu, juga mengandung magnesium dan sedikit kafein, yang merangsang sistem saraf pusat.

Para ahli menyarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho