JawaPos.com – Ada banyak cara mengurangi pigmentasi pada wajah, dimana tidak hanya mengacu pada warna kulit, tetapi perlu memahami melanin terlebih dahulu.
Dilansir dari Health Shots, Sabtu (16/5), ini adalah jenis pigmen yang diproduksi oleh sel kulit khusus yang disebut melanosit.
Jika ada masalah pigmentasi kulit, kita akan melihat warna kulit yang tidak merata, atau bercak gelap di wajah dan bagian tubuh lainnya.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Ini Dapat Merusak Kulit Tanpa Disadari, Apa Saja?
1. Paparan sinar matahari
Seringkali orang tidak sadar, bahwa paparan sinar matahari yang berlebihan memicu kulit untuk memproduksi lebih banyak melanin sebagai respons perlindungan.
Seiring waktu, efek paparan matahari ini menyebabkan perkembangan bintik-bintik dan warna kulit yang tidak merata.
2. Perubahan hormon
Fluktuasi hormon, seringkali selama kehamilan dapat menyebabkan pigmentasi kulit, biasanya muncul di area gelap dan bercak-bercak di pipi, dahi, atau bibir atas
3. Cedera Kulit
Faktanya, hiperpigmentasi pasca-inflamasi atau PIH terjadi ketika kulit memproduksi banyak melanin sebagai respons terhadap cedera, seperti jerawat, luka, luka bakar, atau eksim.
Bintik-bintik gelap ini dapat bertahan selama berbulan-bulan jika tidak diobati tepat waktu. Perawatan dini untuk cedera kulit dan agen penenang dapat meminimalkan risiko hiperpigmentasi pasca-inflamasi.
4. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk beregenerasi melambat, yang menyebabkan penumpukan sel-sel berpigmen.
5. Genetika
Masalah pigmentasi kulit seperti bintik-bintik seringkali diturunkan dalam keluarga, meskipun tidak selalu memerlukan perawatan, memahami kecenderungan genetik dapat membantu pencegahan, seperti penggunaan tabir surya secara teratur.