JawaPos.com – Sebagian orang merasa gugup saat menerima atau melakukan panggilan telepon.
Namun, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan yang dikenal sebagai phone anxiety atau telephobia apabila rasa takut muncul secara berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berikut 5 fakta penting mengenai phone anxiety yang perlu dipahami karena dapat memengaruhi kehidupan sosial hingga produktivitas seseorang, seperti dilansir dari laman Better Up pada Senin (11/5).
1. Phone Anxiety Bukan Sekadar Rasa Canggung Saat Menelepon
Phone anxiety merupakan kondisi kecemasan yang membuat seseorang merasa takut atau tertekan ketika harus berbicara melalui telepon. Penderitanya tidak hanya merasa malu, tetapi juga mengalami kekhawatiran berlebihan terhadap respons lawan bicara. Banyak orang takut dianggap tidak kompeten, salah berbicara, atau tidak mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Akibatnya, panggilan telepon sering kali menjadi situasi yang sangat menegangkan bagi penderita.
2. Pengalaman Buruk Bisa Menjadi Pemicu Utama
Sejumlah ahli menduga pengalaman negatif di masa lalu dapat menjadi penyebab munculnya phone anxiety. Misalnya, seseorang pernah dimarahi, dipermalukan, atau mengalami komunikasi buruk saat berbicara melalui telepon.
Selain pengalaman pribadi, faktor kepribadian pemalu, gangguan kecemasan sosial, hingga tekanan pekerjaan juga dapat memperburuk kondisi ini. Kombinasi faktor psikologis dan lingkungan turut meningkatkan risiko seseorang mengalami telephobia.
3. Gejalanya Bisa Bersifat Fisik dan Emosional
Phone anxiety tidak hanya menimbulkan rasa takut secara emosional, tetapi juga memunculkan gejala fisik tertentu. Sebagian penderita mengalami jantung berdebar, tangan berkeringat, suara gemetar, atau rasa panik ketika telepon berbunyi. Tidak sedikit pula yang memilih menghindari panggilan dan lebih nyaman menggunakan pesan teks atau surat elektronik. Kondisi tersebut dapat berlangsung sebelum, saat, hingga setelah percakapan telepon selesai dilakukan.
4. Phone Anxiety Dapat Mengganggu Kehidupan Sehari-hari
Gangguan ini berpotensi memengaruhi pekerjaan, hubungan sosial, hingga komunikasi dalam keluarga. Penderita sering mengalami stres berlebihan ketika menghadapi situasi yang mengharuskan komunikasi melalui telepon. Dalam dunia kerja, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas apabila seseorang harus sering melakukan koordinasi verbal. Di era digital saat telepon masih menjadi sarana komunikasi penting, phone anxiety dapat memperburuk kualitas hidup seseorang.
5. Penanganan Phone Anxiety Bisa Dilakukan secara Bertahap
Diagnosis phone anxiety biasanya dilakukan melalui konsultasi dengan dokter atau psikolog untuk memahami tingkat kecemasan yang dialami. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada gangguan kesehatan lain yang menimbulkan gejala serupa.
Penanganan umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan, mulai dari terapi psikologis hingga latihan bertahap membangun keberanian berkomunikasi lewat telepon. Dengan bantuan yang tepat, penderita memiliki peluang besar untuk mengurangi rasa takut dan lebih percaya diri saat bertelepon.