← Beranda
Surabaya Kini Punya Tiga Titik Jual Barang Mewah, dari Tas Branded hingga Jam Tangan High-end
Dinarsa KurniawanSenin, 11 Mei 2026 | 05.34 WIB
Daisuke Oya, Product Specialist ALLU dari Jepang, melakukan pengecekan pada sebuah jam tangan mewah. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com-Tren preloved luxury kini tak lagi sekadar soal gaya hidup, tetapi juga cara cepat mengubah koleksi lama menjadi aset likuid. Tas bermerek yang lama tersimpan di lemari, jam tangan premium yang jarang dipakai, hingga perhiasan mewah yang sudah tak lagi digunakan kini semakin mudah dijual tanpa harus pergi jauh dari rumah.

Melihat potensi itu, perusahaan jual-putus barang mewah asal Jepang, ALLU, resmi membuka store ketiganya di Surabaya pada 8 Mei 2026. Gerai terbaru ini hadir di kawasan Timur kota melalui Telkom Merr Landmark, melengkapi dua lokasi sebelumnya di Tunjungan Plaza 6 dan Spazio.

Kehadiran tiga titik sekaligus di Surabaya Timur, Pusat, dan Barat membuat akses masyarakat untuk menjual barang mewah menjadi lebih merata. Surabaya sendiri disebut sebagai salah satu pasar prioritas perusahaan di Indonesia, sejajar dengan Jakarta.

Ekspansi ke Surabaya Timur dinilai bukan sekadar penambahan gerai, tetapi juga sinyal meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan jual-putus barang mewah. Permintaan disebut terus tumbuh dan kini tidak lagi terpusat di satu kawasan kota saja.

Menurut Product Specialist ALLU dari Jepang, Taku Matsumoto, proses penjualan dirancang sederhana bahkan untuk pelanggan yang baru pertama kali mencoba layanan semacam ini.

“Penjualan dapat dilakukan dengan mengunjungi store ALLU terdekat maupun melalui layanan ALLU Home Service untuk jual dari rumah, cukup dengan melakukan booking appointment terlebih dahulu melalui WhatsApp,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh proses mulai dari pengecekan hingga pembayaran dapat selesai dalam waktu sekitar satu jam, tergantung brand, jumlah, dan kondisi barang yang diperiksa.

Salah satu layanan yang menarik perhatian adalah Home Service. Lewat layanan ini, tim ALLU akan datang langsung ke lokasi pelanggan untuk melakukan pengecekan barang. Layanan tersebut berlaku untuk transaksi minimal Rp30 juta dan dianggap praktis bagi pemilik koleksi dalam jumlah besar.

Menariknya, kondisi barang bukan faktor utama penolakan. Barang tanpa kotak, tanpa struk pembelian, model lama, hingga yang memiliki lecet tetap bisa diperiksa dan dinilai. Proses penilaian dilakukan langsung oleh expert dari Jepang dengan ruang transaksi privat untuk menjaga kenyamanan pelanggan.

Sistem yang digunakan juga berbeda dengan mekanisme titip jual. Di ALLU, barang dibeli langsung oleh perusahaan sehingga pelanggan tidak perlu menunggu pembeli lain dan dana bisa diterima pada hari yang sama.

Untuk merayakan pembukaan store Telkom Merr Landmark, ALLU menawarkan cash bonus hingga Rp3 juta bagi 30 transaksi pertama. Selain itu, tersedia bonus hingga Rp4,5 juta untuk transaksi perhiasan di seluruh gerai Indonesia sepanjang Mei 2026.

Perusahaan juga memperkenalkan program keanggotaan ALLU Rewards yang memberikan berbagai benefit tambahan. Mulai dari voucher cash bonus untuk meningkatkan nilai transaksi, peluang memperoleh passive income hingga Rp25 juta per bulan melalui referral code, hingga akses lounge eksklusif yang segera hadir.

Kategori barang yang diterima cukup beragam. Mulai dari tas mewah seperti Hermès, Louis Vuitton, Chanel, hingga Prada. Untuk jam tangan, tersedia layanan untuk brand seperti Rolex, Patek Philippe, dan Omega.

Sementara kategori perhiasan mencakup brand seperti Cartier, Bvlgari, Tiffany & Co., hingga Van Cleef & Arpels.

Secara global, ALLU berdiri di Osaka pada 2011 dan kini memiliki lebih dari 170 gerai di 17 negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Singapura, Thailand, hingga Korea Selatan. Di Indonesia, perusahaan ini hadir sejak 2022 bersama PT Mastro Luxe sebagai mitra resmi pengelola operasional store.

Jaringan mereka kini mencakup Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Semarang, Makassar, dan Medan. Hal itu membuat ALLU menjadi salah satu pemain dengan jaringan terluas di segmen jual-putus barang mewah di Indonesia.

Baca Juga: Biar Cuan, Begini 5 Cara Merawat Tas Branded untuk Investasi

Nama induk usahanya, Valuence Holdings Inc., juga sempat menjadi sorotan global setelah mengakuisisi tas Hermès Birkin pertama milik Jane Birkin dalam lelang Sotheby’s Paris pada Juli 2025 dengan nilai mencapai Rp 163 miliar.  (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan