JawaPos.com-Kereta api masih menjadi transportasi yang paling dipilih oleh masyarakat urban.
Sistem kereta api dengan berbagai keunggulan seperti bebas macet, tarif yang terjangkau, jadwal yang tepat waktu, serta pilihan metode pembayaran yang beragam dan fleksibel, kereta api dinilai sebagai opsi paling efektif dibandingkan sistem transportasi lain.
Selain itu, sistem pemesanan tiket yang sistematis membuat proses naik kereta menjadi lebih tertib di setiap keberangkatan.
Tingginya peminat penumpang kereta api, seringkali menimbulkan beberapa dampak, mulai dari lonjakan kepadatan penumpang, persaingan mendapatkan tiket atau yang dikenal sebagai war tiket terutama disaat momen hari besar, sampai potensi terjadinya kecelakaan kereta api.
Berdasarkan informasi yang kami kutip dari laman resmi kemenhub.go.id kecelakaan kereta api dapat terjadi akibat faktor, seperti faktor eksternal contohnya gangguan dari pihak ketiga saat di rel kereta, pelanggaran masyarakat karena tidak patuh terhadap lalu lintas, objek mengganggu di jalur rel yang menyebabkan tabrakan, kepadatan lalu lintas di sekitar rel, dan juga kondisi ekstrem yang membuat rl menjadi licin.
Kemudian faktor internal seperti human error dan keterbatasan sarana dan prasarana.
Sementara itu, mengutip informasi dari laman ugm.ac.id, Iwan Puja Riyadi penelit dan Staf Ahli Pusat Studi Transportasi dan Logistik, menjelaskan bahwa kecelakaan kereta api juga dipicu oleh kombinasi berbagai faktor yang berkaitan, sehingga menimbulkan efek domino melalui rangkaian peristiwa berantai.
Salah satu pemicunya bisa jadi berawal dari pelanggaran masyarakat di perlintasan rel yang kemudian berdampak pada keterlambatan sistem dalam menerima dan merespons informasi pada perjalanan kereta.
Di sisi lain, perbedaan kecepatan antara jenis kereta seperti kereta api jarak jauh yang dapat melaju sampai kecepatan 120 Km/jam sementara KRL yang hanya berkisar 95 Km/jam, menjadi risiko tambahan tabrakan dan kecelakaan.
Terlebih di Indonesia sistem keduanya masih menggunakan jalur rel yang sama, tanpa pemisahan khusus. Kondisi ini bisa menyulitkan kereta untuk menerima informasi dan melakukan pengereman mendadak, sehingga berpotensi menimbulkan tabrakan yang keras.
Risiko kecelakaan tidak hanya terjadi dalam skala besar, insiden kecil juga bisa terjadi karena faktor penumpang, seperti terjatuh atau terpeleset karena belum sepenuhnya mengetahui aturan yang benar saat naik kereta.
Bagi anda yang penasaran atau baru pertama kali menggunakan kereta, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum naik transportasi yang satu ini, supaya perjalanan anda tetap aman dan nyaman.
Mengutip informasi dari laman afetysign.co.id berikut hal-hal perlu anda perhatikan saat naik kereta.
-
Dilarang terburu-buru saat masuk
Sering terlihat penumpang terburu-buru saat naik kereta, biasanya karena saling berebut kursi. Perlu diketahui jika peron dan pintu kereta bisa sangat licin dan berisiko besar menimbulkan kecelakaan seperti terjatuh, terpeleset, terjepit, menghindari saling tabrakan antar penumpang, terutama saat kondisi sangat padat dan ramai.
-
Beri kesempatan pada yang lain
Setelah anda berhasil masuk ke dalam kereta, penting untuk tetap memperhatikan beberapa hal, seperti segera mengambil langkah dengan bergerak ke bagian dalam kereta. Hal ini dilakukan agar penumpang lain memiliki ruang untuk masuk, sehingga tidak terjadi penumpukan di dekat pintu.
-
Berikan kursi prioritas untuk yang membutuhkan
Saat menaiki kereta, anda juga perlu menunjukkan empati kepada sesama penumpang. Terlebih jika menggunakan KRL dan terdapat penumpang prioritas, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, orang tua yang membawa balita, penumpang yang sedang sakit, ataupun yang sedang dalam kondisi terluka. Anda dapat memberikan tempat duduk kepada mereka. Penumpang prioritas perlu didahulukan agar merasa lebih nyaman dan terbantu selama perjalanan. .
-
Pakai tas punggung di depan
Saat anda menaruh tas di bagian depan tubuh saat kondisi ramai dapat membantu menghemat ruang dan memberi kenyamanan bagi penumpang lain. Selain itu, posisi ini juga mengurangi risiko blind spot, sehingga risiko menyenggol, menyikut, dan mengganggu keseimbangan orang di sekitar bisa diminimalisir.
-
Dilarang merokok
Penumpang dilarang merokok ataupun menggunakan vape di dalam kereta, termasuk di area toilet dan bordes. Saat anda melanggar, penumpang dapat diturunkan di stasiun pemberhentian terdekat. Sebaiknya, merokok dilakukan sebelum anda naik kereta, di area khusus yang telah disediakan di sekitar stasiun.
-
Jaga adab di dalam kereta
Ada beberapa adab yang perlu anda dipatuhi saat menaiki kereta dan berlaku bagi seluruh penumpang. Aturan ini penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman, karena pelanggaran dapat mengganggu kenyamanan penumpang. Beberapa hal yang dilarang antara lain adalah mabuk, membawa hewan peliharaan, melakukan perbuatan asusila, membawa atau menyelundupkan barang berbahaya dan terlarang,membahayakan penumpang lain, duduk atau tidur di lantai dan bordes, serta melakukan tindakan yang berbahaya bagi keselamatan perjalanan di kereta.
-
Berdiri di bordes
Saat padat penumpang, banyak orang memilih berdiri atau duduk di bagian bordes kereta. Penumpang tersebut beranggapan bahwa bagian ini lebih lapang daripada bagian yang lain. Hal ini dapat membahayakan karena memiliki risiko tinggi menyebabkan kecelakaan.