← Beranda
Postgraduate Syndrome? Pahami Mengapa Kesehatan Mental Terganggu Setelah Lulus Kuliah dan Bagaimana Cara Menghadapinya
Shania Vivi Armylia PutriSabtu, 25 April 2026 | 05.57 WIB
Ilustrasi postgraduate (freepik)

JawaPos.com-Kehidupan setelah lulus kuliah bisa jadi justru menjadi fase yang cukup berat bagi mental health mantan mahasiswa.

Kondisi kompleks yang mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa setelah lulus bisa terjadi karena berbagai penyebab. 

Seperti rasa takut tertinggal dan menjadi pengangguran, ditengah kondisi persaingan kerja yang semakin ketat, terbatasnya lapangan kerja, serta banyaknya posisi yang masih ditempati oleh pekerja senior yang belum memasuki masa pensiun. 

Selain itu, quarter life crisis yang muncul setelah lulus kuliah memicu kondisi postgraduate blues ini.

Tekanan finansial sering menjadi beban besar ketika harus menghadapi biaya hidup, sementara banyak lulusan perguruan tinggi yang menjadi satu-satunya harapan keluarga, namun belum bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. 

Ketiga, kondisi transisi kehidupan kampus menuju kehidupan dunia nyata juga menjadi tantangan tersendiri.

Rutinitas kampus yang padat dan terstruktur seringkali berbeda jauh dengan realita kehidupan setelah lulus. Sehingga memberikan guncangan mental bagi mantan mahasiswa.

Melansir informasi dari laman psychcentral.com gejala seseorang yang mengalami postgraduate blues antara lain munculnya rasa cemas, hampa, insomnia, kehilangan minat, sampai depresi yang memunculkan pikiran untuk self harm dan percobaan bunuh diri.

Perlu langkah yang tepat untuk membantu memahami bahwa fase postgraduate blues hanya bersifat sementara. Kebahagiaan tetap bisa diciptakan melalui kebiasaan hidup, sehingga seseorang tidak terjebak pada prasangka dan pikiran negatif terus menerus.

Seperti langkah-langkah berikut, yang dapat membantu mahasiswa mengelola emosi dan  kehidupan setelah masa postgraduate. 

  1. Buat rutinitas

Setelah lulus kuliah, anda perlu mengatur hidup anda sendiri. Caranya dengan membuat rutinitas sederhana dari bangun tidur, menyusun target lamaran kerja, berolahraga, dan mempelajari skill baru untuk mendukung pengembangan karir. Rutinitas membantu anda untuk overthinking dengan perasaan hampa sehingga hari-hari anda bisa lebih produktif.

  1. Jaga koneksi sosial

Postgraduate  kerpa membuat lingkaran pertemanan menjadi berubah. Hal ini terjadi karena masing-masing dari diri kita mulai sibuk untuk menjalankan kehidupan masing-masing. Anda bisa tetap terkoneksi dengan mengirim pesan dengan sahabat, mengatur jadwal untuk bertemu, atau bergabung dengan komunitas supaya anda tidak merasa sendirian. Ikatan sosial mampu membangun ruang aman dan nilai positif bagi mental health anda.

  1. Konsumsi makanan bergizi

Mental yang terganggu bisa jadi karena kondisi tubuh anda sedang tidak seimbang. Konsumsi makanan bernutrisi dan sehat dapat membantu anda menghadapi rasa stress terhadap tekanan hidup dan transisi saat menjalani awal kehidupan yang baru. Pilih makanan-makanan sehat yang mampu mempengaruhi suasana hati menjadi bahagia agar anda bisa lebih stabil saat menghadapi transisi postgraduate. 

  1. Olahraga

Aktivitas fisik seperti olahraga rutin dan berjemur di bawah sinar matahari,mampu mengembalikan mood anda untuk memperbaiki suasana hati. Berolahraga secara teratur juga mampu menurunkan stres dan mendistraksi pikiran dari hal-hal negatif. 

  1. Sleep hygiene 

Sleep hygiene juga perlu anda terapkan saat masa postgraduate. Anda perlu menetapkan jadwal tidur lebih teratur, membatasi penggunaan HP sebelum tidur, dan merapikan tempat tidur supaya menjadi lebih nyaman.

  1. Cari bantuan profesional

Jika rasa cemas dan depresi pasca kelulusan semakin memburuk, anda perlu pergi ke tenaga profesional untuk memeriksa kondisi mental anda. Mereka bisa memberikan strategi, jalan keluar, dan terapi untuk membantu memulihkan mental health anda.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho