← Beranda
Tren Gaya Hidup Sehat Meningkat, Dokter Spesialis Ingatkan Nyeri Otot yang Wajar dan Tidak Wajar
Abdul RahmanJumat, 17 April 2026 | 14.20 WIB
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Zeth Boroh (2 dari kiri) dalam acara Thrombovoren Emulgel di bilangan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis, 16 April 2025. (istimewa)

 

JawaPos.com - Tren gaya hidup aktif meningkat di masyarakat, ditandai dengan semakin tingginya partisipasi masyarakat dalam melakukan olahraga dan aktivitas fisik.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Zeth Boroh, mengingatkan akan pentingnya pengetahuan tentang nyeri otot wajar dan tidak wajar setelah melakukan aktivitas olahraga. Menurutnya, nyeri yang tidak wajar perlu diwaspadai ketika rasa sakit itu bertahan cukup lama.

"Kalau nyerinya cuma 1-2 hari, itu kram atau DOMS, itu hilang setelah tiga hari. Tapi yang tidak wajar itu ketika nyerinya tidak hilang setelah 3 hari, itu berarti injury (cedera)," ungkap dr. Zeth Boroh dalam acara Thrombovoren Emulgel di bilangan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (16/4).

"Itu yang kadang tidak dikenali oleh sport enthusiast. Mereka pikir ‘no pain, no gain’. Padahal kalau nyeri tidak hilang, itu tanda mengalami cedera,” tegas sang dokter.

Baca Juga: Soal Tanggal Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Begini Kata Ketua RT Rumah Ahmad Dhani

Dia pun menekankan pentingnya penangangan secara tepat apabila terjadi nyeri otot yang kemungkinan diakibatkan oleh cedera. Yang pertama dilakukan adalah beristirahat atau tidak melakukan kegiatan olahraga sementara waktu supaya tidak memperburuk keadaan.

Kedua, bisa menggunakan krim atau gel peredara nyeri, terutama yang mengandung Diclofenac Diethylamine dan Heparin Sodium untuk mengatasi cedera ringan.

Menurut dia, kandungan Heparin dapat mengencerkan darah yang menggumpal di bawah kulit akibat memar. Sementara Diclofenac dapat mempercepat proses pemulihan. Keduanya bisa mencegah terjadinya inflamasi.

"Untuk membantu meredakan nyeri dan memar sekaligus kemampuannya dalam menanggulangi proses terjadinya inflamasi dan hematoma pada area cedera, sehingga dapat menunjang pemulihan jaringan di area tersebut dan meningkatkan kenyamanan dalam beraktivitas,” ungkap dr. Zeth Boroh.

Sementara itu, Triyaningsih selaku sport enthusiast yang juga mantan atlet lari nasional, membenarkan bahwa cedera ringan kerap kali terjadi setelah melakukan aktivitas olahraga.

Baca Juga: Bantah RSHS, Pengacara Ibu yang Bayinya Hampir Hilang Sebut Belum Ada Perdamaian

Dia pun mengaku meneliti dengan baik rasa nyeri yang timbul pada saat melakukan rutinitas olahraga untuk membedakannya antara nyeri akibat cedera atau nyeri otot normal.

“Dalam aktivitas olahraga, cedera seperti nyeri dan memar hampir tidak terhindarkan. Kita bisa merasakan sendiri mana nyeri normal dan tidak normal ketika melakukan olahraga atau aktivitas fisik," ungkapnya.

EDITOR: Abdul Rahman