JawaPos.com - Menjadi seorang overthinker sering kali terasa seperti terjebak dalam labirin pikiran yang tidak ada ujungnya setiap hari. Tentu saja ini sangat melelahkan.
Banyak orang menyarankan untuk meditasi atau pengosongan pikiran, tapi bagi orang yang selalu berpikir terlalu dalam, hal itu justru sering kali terasa mustahil dilakukan.
Padahal, ketenangan sebenarnya bisa didapatkan dari kebiasaan-kebiasaan kecil dalam merespon semua suara yang ada dalam kepala.
Dilansir dari YourTango, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan dengan mudah untuk merasakan ketenangan dalam hidup.
Baca Juga: Mengapa Kita Jadi Overthinker? Ini 6 Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Terlalu Banyak Berpikir
1. Berhenti Melawan Pikiran Negatif
Alih-alih mencoba mengusir pikiran buruk yang melintas di otak, cobalah untuk sekedar menerimanya tanpa memberikan penilaian.
Melawan pikiran hanya akan menguras energi. Anggap saja itu seperti kendaraan yang lewat di depan rumah, cukup dilihat tanpa perlu dikejar.
2. Jadwalkan Waktu untuk Overthinking
Ketika ada pikiran cemas muncul, katakan pada diri sendiri bahwa kamu akan membahasnya nanti di waktu yang sudah dijadwalkan.
Kedengarannya aneh, bukan? Namun, cobalah untuk kasih jatah waktu sekira 10-15 menit untuk memikirkan hal-hal yang bikin khawatir.
3. Fokus pada Sensasi Fisik (Grounding)
Di saat pikiran kembali berputar dengan kencang, kembalikanlah tubuh dengan memperhatikan dan merasakan apa yang bisa dilihat, didengar, dan disentuh.
Cara ini dianggap sangat efektif untuk menarik kembali overthinking ke dunia dunia nyata.
4. Ubah Pemikiran Rasa Takut Menjadi Rasa Penasaran
Daripada terus-menerus bertanya "Gimana kalau nanti gagal?", lebih baik ganti kalimatnya jadi "Kita lihat saja nanti apa yang terjadi."
Mengubah kekhawatiran menjadi rasa penasaran akan mengurangi beban mental dan lebih siap menghadapi apa pun hasilnya.
5. Berteman dengan Ketidakpastian
Kebanyakan orang sering berpikir keras karena ingin segalanya bisa diprediksi, padahal hidup memang penuh kejutan.
Begitu kamu mulai belajar menerima kalau tidak semua hal bisa dikendalikan, saat itulah akan menemukan kebebasan pikiran yang menenangkan.
Menemukan ketenangan bukan berarti menghilangkan pikiran sepenuhnya, melainkan belajar untuk tidak lagi tenggelam di dalamnya.