← Beranda
Jika Orang-Orang Tampak Tidak Nyaman di Sekitar Anda Tanpa Alasan yang Jelas, Kemungkinan Besar Anda Menunjukkan 9 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSenin, 6 April 2026 | 15.40 WIB
seseorang yang membuat orang tidak nyaman di sekitarnya. (Freepik/chote99)

 

 

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa bahwa orang-orang di sekitar Anda tampak canggung, menjaga jarak, atau tidak sepenuhnya nyaman—padahal Anda merasa tidak melakukan kesalahan apa pun? Situasi seperti ini bisa membingungkan, bahkan membuat frustrasi.

Namun dalam banyak kasus, ketidaknyamanan orang lain bukan muncul tanpa sebab. Psikologi menunjukkan bahwa ada kebiasaan-kebiasaan halus yang sering tidak kita sadari, tetapi berdampak besar pada bagaimana orang lain merasakan kehadiran kita.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 kebiasaan yang mungkin membuat orang lain merasa tidak nyaman di sekitar Anda—tanpa Anda sadari.

1. Terlalu Sering Menghakimi (Judgmental)

Orang cenderung menjauh dari individu yang cepat menilai atau mengkritik. Bahkan jika Anda tidak mengatakannya secara langsung, ekspresi wajah, nada suara, atau bahasa tubuh bisa mengirimkan sinyal penilaian.

Ketika seseorang merasa dihakimi, mereka akan otomatis memasang “pertahanan diri” dan menjaga jarak.

Solusi: Latih empati. Dengarkan tanpa langsung menyimpulkan atau memberi label.

2. Kurang Kontak Mata (atau Justru Berlebihan)

Kontak mata adalah elemen penting dalam komunikasi sosial. Terlalu sedikit bisa dianggap tidak percaya diri atau tidak tertarik, sementara terlalu intens bisa terasa mengintimidasi.

Solusi: Jaga kontak mata yang natural—tidak menghindar, tapi juga tidak menatap berlebihan.

3. Tidak Peka terhadap Isyarat Sosial

Sebagian orang tidak menyadari kapan harus berhenti berbicara, kapan seseorang ingin mengakhiri percakapan, atau kapan suasana menjadi tidak nyaman.

Hal ini bisa membuat orang lain merasa “terjebak” dalam interaksi.

Solusi: Perhatikan bahasa tubuh orang lain—apakah mereka mulai melihat jam, menjauh, atau memberikan respons singkat?

4. Terlalu Mendominasi Percakapan

Jika Anda selalu menjadi pusat pembicaraan—menceritakan pengalaman Anda tanpa memberi ruang bagi orang lain—maka orang bisa merasa tidak dihargai.

Percakapan seharusnya bersifat dua arah, bukan monolog.

Solusi: Ajukan pertanyaan, dengarkan secara aktif, dan beri ruang bagi orang lain untuk berbicara.

5. Bahasa Tubuh Tertutup

Menyilangkan tangan, menghindari arah tubuh dari lawan bicara, atau terlihat tegang dapat mengirimkan sinyal bahwa Anda tidak terbuka atau tidak ramah.

Solusi: Gunakan bahasa tubuh terbuka—hadapkan tubuh ke lawan bicara, rileks, dan sesekali tersenyum.

6. Terlalu Banyak Mengeluh

Keluhan yang terus-menerus dapat menguras energi orang lain. Meskipun curhat itu wajar, terlalu sering melakukannya bisa membuat orang merasa lelah secara emosional.

Solusi: Seimbangkan antara berbagi masalah dan hal-hal positif. Orang cenderung lebih nyaman dengan energi yang seimbang.

7. Kurang Konsistensi dalam Perilaku

Jika sikap Anda berubah-ubah—kadang ramah, kadang dingin tanpa alasan—orang akan merasa bingung dan tidak aman secara emosional.

Manusia cenderung nyaman dengan hal yang bisa diprediksi.

Solusi: Usahakan konsistensi dalam cara Anda memperlakukan orang lain.

8. Terlalu Ingin Menyenangkan Semua Orang

Ironisnya, terlalu berusaha membuat semua orang senang justru bisa membuat Anda terlihat tidak autentik. Orang bisa merasakan ketika seseorang “tidak menjadi diri sendiri.”

Solusi: Jadilah autentik. Tidak semua orang harus menyukai Anda, dan itu tidak apa-apa.

9. Kurangnya Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Ini adalah akar dari banyak kebiasaan di atas. Jika Anda tidak menyadari bagaimana perilaku Anda memengaruhi orang lain, Anda akan terus mengulang pola yang sama.

Solusi: Luangkan waktu untuk refleksi diri. Mintalah umpan balik dari orang yang Anda percaya.

Penutup

Ketidaknyamanan dalam interaksi sosial sering kali bukan disebabkan oleh satu kesalahan besar, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang tidak disadari. Kabar baiknya, semua kebiasaan ini bisa diperbaiki dengan kesadaran dan latihan.

Membangun hubungan yang nyaman bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang menjadi lebih peka, autentik, dan terbuka terhadap perubahan.

Jika Anda mulai mengenali beberapa kebiasaan di atas dalam diri Anda, jangan berkecil hati. Justru itu adalah langkah pertama menuju versi diri yang lebih baik—dan hubungan sosial yang lebih sehat.***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti