← Beranda
7 Cara Ampuh Menghilangkan Cegukan dengan Cepat
Fatah Elhusein• Minggu, 5 April 2026 | 19.20 WIB
Ilustrasi cegukan (Freepik)

JawaPos.com - Cegukan memang terdengar sepele, tapi siapa pun yang pernah mengalaminya tahu betapa mengganggunya kondisi ini. Bunyi "hik" yang muncul berulang bisa membuat aktivitas terganggu, bahkan bikin tidak nyaman saat makan, berbicara, hingga istirahat.

Secara medis, cegukan terjadi akibat kontraksi tiba-tiba pada otot diafragma yang berperan penting dalam proses pernapasan. Kontraksi ini memicu penutupan pita suara secara cepat, sehingga menghasilkan suara khas yang sering kita dengar. Penyebabnya pun beragam, mulai dari makan terlalu cepat, minuman bersoda, hingga emosi seperti stres atau kegembiraan berlebihan.

Dilansir dari laman resmi Ekahospital dan Alodokter, sebagian besar cegukan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika ingin mempercepat prosesnya, ada beberapa cara sederhana yang terbukti efektif untuk menghentikan cegukan dalam waktu singkat. Berikut 7 cara ampuh yang bisa Anda coba di rumah:

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Anxiety yang Efektif, Bantu Pikiran Lebih Tenang

1. Tahan Napas Beberapa Detik

Cara paling klasik namun tetap efektif adalah menahan napas. Tarik napas dalam-dalam, lalu tahan selama 10–20 detik sebelum menghembuskannya perlahan. Teknik ini membantu meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah, yang dapat meredakan kontraksi diafragma penyebab cegukan. 

Meski terdengar sederhana, metode ini bekerja secara fisiologis dengan "mengalihkan" sistem pernapasan tubuh. Lakukan hingga 2–3 kali pengulangan untuk hasil maksimal. Banyak orang merasakan cegukan langsung berhenti setelah mencoba cara ini.

2. Minum Air Putih secara Perlahan

Minum air menjadi solusi praktis yang sering digunakan untuk mengatasi cegukan. Anda bisa meneguk air secara perlahan atau sekaligus dalam jumlah cukup banyak. Cara ini dipercaya dapat merangsang saraf vagus yang berperan dalam mengontrol diafragma.

Selain itu, aliran air yang masuk ke tubuh juga membantu "menyetel ulang" pola kontraksi yang tidak normal pada diafragma. Untuk hasil terbaik, gunakan air putih suhu normal atau sedikit dingin.

3. Bernapas Menggunakan Kantong Kertas

Metode ini mungkin terdengar unik, tapi cukup efektif. Caranya, ambil kantong kertas, lalu hirup dan hembuskan napas di dalamnya selama beberapa saat. Teknik ini meningkatkan kadar karbon dioksida dalam tubuh, sehingga membantu diafragma menjadi lebih rileks. 

Namun, penting untuk diingat, jangan gunakan kantong plastik karena berbahaya. Pastikan juga Anda tetap bernapas dengan nyaman dan tidak berlebihan saat melakukan cara ini.

4. Konsumsi Gula atau Madu

Mengonsumsi satu sendok gula atau madu bisa menjadi cara alternatif untuk menghentikan cegukan. Sensasi manis yang kuat dapat merangsang saraf di tenggorokan dan membantu menghentikan kontraksi diafragma.

Meski terlihat sederhana, metode ini cukup populer dan banyak digunakan. Selain gula, Anda juga bisa mencoba madu karena lebih alami dan memiliki manfaat tambahan bagi kesehatan.

5. Berkumur dengan Air Dingin atau Air Es

Berkumur dengan air dingin dapat memberikan efek stimulasi pada saraf di bagian belakang tenggorokan. Hal ini membantu "mengganggu" refleks cegukan sehingga bisa berhenti lebih cepat. 

Selain berkumur, Anda juga bisa mencoba minum air dingin sedikit demi sedikit. Sensasi dingin yang masuk ke tubuh sering kali membantu meredakan kontraksi yang terjadi secara tiba-tiba.

6. Lakukan Teknik Pernapasan atau Manuver Valsava

Teknik ini dilakukan dengan menutup hidung dan mulut, lalu mencoba menghembuskan napas dengan kuat, seolah-olah sedang mengejan. Cara ini membantu mengatur tekanan di dalam rongga dada dan memengaruhi kerja diafragma. 

Meski terdengar teknis, metode ini cukup efektif jika dilakukan dengan benar. Namun, pastikan Anda melakukannya secara perlahan agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman.

7. Hindari Pemicu dan Atur Pola Makan

Selain mengatasi cegukan, penting juga untuk mencegahnya. Hindari makan terlalu cepat atau dalam jumlah berlebihan, karena hal ini dapat memicu iritasi pada diafragma. Batasi juga konsumsi minuman bersoda dan alkohol. 

Mengelola stres juga menjadi kunci penting, karena emosi yang tidak stabil dapat memengaruhi sistem saraf yang mengatur pernapasan. Dengan pola hidup yang lebih teratur, risiko cegukan berulang bisa diminimalkan.

Meski umumnya tidak berbahaya, cegukan tetap perlu diwaspadai jika berlangsung lebih dari 48 jam atau disertai gejala lain seperti nyeri dada dan sesak napas. Dalam kondisi tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: 8 Cara Efektif Mengatasi Ngidam Larut Malam yang Semakin Kuat Setelah Usia 50

EDITOR: Candra Mega Sari