← Beranda
Jantung Berdebar Karena Cemas? 6 Cara Sederhana Ini Bisa Membantu Menenangkan Diri
Vindi Rayinda AyudyaRabu, 1 April 2026 | 20.46 WIB
Ilustrasi orang yang panik. (Freepik)

 

  
JawaPos.Com - Perasaan cemas sering datang tanpa peringatan, membawa sensasi tidak nyaman yang sulit dijelaskan. 
 
Detak jantung yang tiba-tiba meningkat, napas terasa lebih cepat, dan pikiran seolah tidak bisa diam menjadi pengalaman yang cukup mengganggu. 
 
Kondisi ini kerap muncul dalam berbagai situasi, baik saat menghadapi tekanan maupun ketika pikiran dipenuhi kekhawatiran yang berlebihan.

Rasa cemas merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan atau ancaman. 

Namun, ketika muncul secara berlebihan, kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan fisik dan emosional. 

Salah satu gejala yang sering dirasakan adalah jantung berdebar, yang dalam dunia medis sering dikaitkan dengan Kecemasan.

Ketika tubuh berada dalam kondisi cemas, sistem saraf akan bekerja lebih aktif, memicu peningkatan detak jantung dan membuat tubuh berada dalam mode siaga. 

Untuk mengatasinya, diperlukan langkah-langkah sederhana yang dapat membantu menenangkan diri secara bertahap. 

Dilansir dari Yourtango, inilah enam cara yang bisa dilakukan untuk menenangkan diri saat jantung berdebar kencang. 

Baca Juga: 4 Langkah Berbicara dengan Anak Tentang Kondisi Keuangan Keluarga, Menurut Psikologis

1. Mengatur Napas Secara Perlahan

Pernapasan memiliki hubungan erat dengan kondisi emosional. Saat cemas, napas cenderung menjadi cepat dan dangkal. 

Mengatur napas secara perlahan dapat membantu menenangkan sistem saraf.

Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan beberapa detik, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Lakukan secara berulang hingga tubuh mulai terasa lebih rileks.

2. Mengalihkan Pikiran dengan Aktivitas Ringan

Fokus pada pikiran yang memicu kecemasan dapat memperburuk kondisi. 

Mengalihkan perhatian ke aktivitas ringan seperti berjalan, merapikan ruangan, atau mendengarkan musik dapat membantu mengurangi intensitas cemas.

Aktivitas ini memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari tekanan yang dirasakan.

3. Membatasi Konsumsi Kafein

Kafein dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan detak jantung. 

Bagi sebagian orang, konsumsi kafein yang berlebihan dapat memperparah rasa cemas.

Mengurangi asupan kafein, terutama saat sedang merasa gelisah, dapat membantu menjaga kestabilan tubuh.

Baca Juga: Anak yang Tumbuh dalam Kondisi Kekurangan Finansial, Biasanya Akan Menumbuhkan 11 Perilaku Ini Saat Dewasa, Menurut Pengamatan Psikologi

4. Menyadari dan Menerima Perasaan

Melawan rasa cemas justru dapat membuatnya semakin kuat. Sebaliknya, mencoba menerima perasaan tersebut sebagai bagian dari respons tubuh dapat membantu meredakannya.

Menyadari bahwa perasaan ini bersifat sementara dapat memberikan ketenangan dan membantu mengurangi tekanan.

5. Melakukan Relaksasi Otot

Ketegangan otot sering menyertai rasa cemas. Melakukan relaksasi dengan cara mengencangkan dan melepaskan otot secara bergantian dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Mulai dari bagian tangan, bahu, hingga kaki, lakukan secara perlahan untuk merasakan perbedaan antara tegang dan rileks.

6. Berbicara dengan Orang Terpercaya

Berbagi perasaan dengan orang yang dipercaya dapat membantu mengurangi beban pikiran. 

Dukungan emosional dari orang lain memberikan rasa nyaman dan membantu melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda.

Interaksi ini juga membantu mengurangi rasa terisolasi yang sering muncul saat cemas.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti