JawaPos.com- Banyak millennials dan Gen-Z di usia 30 hingga 40-an mengalami stres dan kecemasan tinggi terkait keuangan. Mereka tumbuh di era resesi, menghadapi tekanan politik, membandingkan diri dengan teman di media sosial.
1. Identifikasi Pemicu Panik Finansial
Langkah pertama adalah mengenali apa yang memicu kecemasan uang Anda, seperti berita pasar saham atau percakapan tentang utang dengan keluarga. Mengetahui pemicu ini membantu Anda merasa lebih mengontrol situasi, bukan menjadi korban stres finansial.
2. Hentikan Perilaku Menganggap Tagihan Sebagai Darurat
Tagihan sering dianggap krisis yang menegangkan. Latih diri untuk merespons secara lebih tenang melalui meditasi, yoga, atau hobi santai.
Penelitian menunjukkan latihan meditasi rutin dapat mengurangi respons hormon stres ketika menghadapi masalah finansial.
3. Minta Dukungan dari Orang yang Pernah Mengalaminya
Jangan menanggung kecemasan sendirian. Berbagi masalah keuangan dengan teman atau keluarga yang dipercaya dapat mengurangi stres dan memberi perspektif baru.
Studi Cornell menunjukkan berbicara tentang keuangan secara teratur membantu mengurangi kecemasan finansial.
4. Ubah Keyakinan Tentang Uang Sejak Masa Kecil
Keyakinan tentang uang terbentuk sejak kecil dan memengaruhi setiap keputusan finansial. Misalnya, menabung selalu untuk "hari hujan" tanpa pernah menggunakan tabungan bisa menambah stres.
Reframing, atau memberi izin untuk menggunakan tabungan saat benar-benar dibutuhkan, dapat mengurangi kecemasan.
5. Temukan Rasa Aman di Luar Uang
Keamanan finansial penting, tapi bukan satu-satunya sumber kepastian. Bakat, jaringan profesional, dan pengalaman menghadapi kesulitan sebelumnya sama berharga dengan uang. Ini membantu mengurangi ketergantungan emosional pada materi dan menenangkan pikiran.
6. Buat Pengeluaran Lebih Sengaja dan Terkontrol
Mulailah dengan membangun dana darurat untuk 3-6 bulan. Catat kebutuhan pokok, kemudian evaluasi pengeluaran lain. Mengurangi pengeluaran non-esensial akan menurunkan utang, rasa malu, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Dengan tekanan sosial dan finansial yang tinggi, banyak orang muda merasa terjebak. Namun, perubahan pola pikir sederhana ini bisa membantu mengelola kecemasan uang dan membangun ketenangan finansial. (Sri Wahyuni)
***