← Beranda
5 Cara Efektif Mengembangkan Kepercayaan Diri Sejak Dini Menurut Psikologi
Risma Aris MayaSelasa, 10 Maret 2026 | 19.20 WIB
Memberi kesempatan anak belajar hal baru adalah salah satu cara menumbuhkan kepercayaan diri sejak dini (freepik)

 

 

JawaPos.com –Kepercayaan diri merupakan salah satu fondasi penting dalam perkembangan kepribadian seseorang. Individu yang memiliki rasa percaya diri cenderung lebih berani mengambil peluang, menghadapi tantangan serta mampu beradaptasi dengan berbagai situasi kehidupan.

Dalam psikologi modern,konsep kepercayaan diri sering dikaitkan dengan self-efficacy yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Child Development, percaya diri terbukti memiliki pengaruh besar terhadap performa akademik, motivasi belajar dan kemampuan menghadapi tantangan pada anak dan remaja.

Mengembangkan kepercayaan diri sebaiknya dimulai sejak dini karena masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan karakter. Anak yang dibimbing untuk mengenali kemampuan dirinya sejak awal cenderung memiliki mental yang lebih kuat saat dewasa.

Berikut beberapa cara efektif mengembangkan kepercayaan diri menurut psikologi sebagaimana dilansir dari laman Elsevier dan Ewadirect, Selasa (10/3) :

1.     Memberikan kesempatan untuk mencoba hal baru

Salah satu cara terbaik menumbuhkan kepercayaan diri adalah dengan memberi anak kesempatan mencoba berbagai pengalaman baru. Ketika anak menghadapi tantangan, mereka belajar memahami kemampuan dan batasannya sendiri.

Menurut teori self efficacy dari Albert Bandura, pengalaman keberhasilan merupakan sumber paling kuat dalam membangun rasa percaya diri seseorang.

Ketika anak berhasil menyelesaikan suatu tugas sekecil apa pun, mereka akan merasa mampu menghadapi tantangan berikutnya. Rasa berhasil ini perlahan membentuk keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berkembang.

2.     Memberikan dukungan dan lingkungan yang positif

Lingkungan yang suportif memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan diri sejak dini. Anak yang mendapatkan dukungan emosional biasanya lebih berani mengekspresikan dirinya.

Penelitian tentang pengaruh pola asuh menunjukkan bahwa gaya pengasuhan yang positif dapat meningkatkan rasa percaya diri pada anak.

Ketika orang tua memberikan dorongan, apresiasi dan perhatian, anak merasa dirinya dihargai. Hal ini membentuk pandangan bahwa mereka memiliki nilai dan kemampuan.

Sebaliknya, kritik berlebihan atau perbandingan dengan orang lain dapat merusak kepercayaan diri anak. Oleh karena itu,komunikasi yang hangat sangat penting dalam proses perkembangan psikologis mereka.

3.     Mengajarkan pola pikir bertumbuh

Pola pikir bertumbuh mengajarkan kemampuan seseorang dapat berkembang melalui usaha dan latihan. Anak yang memahami konsep ini tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan.

 

Dengan mindset tersebut, kegagalan tidak dianggap sebagai tanda ketidakmampuan. Sebaliknya kegagalan dipandang sebagai bagian dari proses belajar.

Pendekatan ini membantu anak memahami bahwa usaha lebih penting daripada hasil instan. Ketika mereka menyadari bahwa kemampuan dapat ditingkatkan, rasa percaya diri akan berkembang secara alami.

4.     Membantu anak yang mengenali kelebihan diri

Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi unik yang berbeda-beda. Artinya mengenali kelebihan diri merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan diri.

Ketika anak mengetahui apa yang menjadi kekuatannya maka mereka lebih mudah mengembangkan minat dan bakatnya. Hal ini membuat mereka merasa lebih percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

5.     Mengajarkan anak berpikir positif

Pola pikir positif sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri seseorang. Anak yang terbiasa berpikir positif lebih mampu menghadapi tekanan dan kegagalan.

Berpikir positif membantu anak melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar. Hal ini juga membuat mereka lebih optimis dalam mencapai tujuan. ***

EDITOR: Novia Tri Astuti