JawaPos.Com - Banyak orang bertanya-tanya, apa yang membedakan lansia yang masih tajam berpikir di usia 70 tahun ke atas dengan mereka yang mulai sering lupa hal-hal sederhana, seperti meletakkan kacamata atau kunci?
Dilansir dari laman Geediting, jawabannya ternyata bukan berasal dari suplemen mahal atau aplikasi latihan otak yang rumit. Kunci utamanya justru terletak pada kebiasaan pagi yang sederhana dan konsisten, yang dilakukan bahkan sebelum pukul 9 pagi.
Berikut 10 kebiasaan pagi yang umumnya dimiliki orang-orang yang tetap cerdas dan jernih secara mental di usia lanjut.
1. Bangun di Jam yang Sama Setiap Hari
Orang dengan ketajaman mental yang baik biasanya bangun di waktu yang konsisten, termasuk saat akhir pekan. Kebiasaan ini membantu menjaga ritme sirkadian tetap stabil, sehingga berdampak positif pada memori, suasana hati, dan konsentrasi.
2. Minum Air Putih Sebelum Kopi
Setelah berjam-jam tidur tanpa asupan cairan, otak mengalami dehidrasi ringan. Minum air putih segera setelah bangun tidur membantu meningkatkan fungsi kognitif sebelum tubuh menerima kafein.
3. Menggerakkan Tubuh Sejak Pagi
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau berkebun mampu meningkatkan aliran darah ke otak. Gerakan pagi juga merangsang pelepasan BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) yang berperan penting dalam kesehatan sel saraf.
4. Melakukan Aktivitas Mindfulness
Meditasi, doa, tai chi, atau sekadar duduk hening sambil mengatur napas membantu menurunkan hormon stres. Kebiasaan ini terbukti menjaga kesehatan hippocampus, bagian otak yang berperan besar dalam daya ingat.
5. Sarapan dengan Makanan Pendukung Otak
Orang yang tetap tajam secara mental cenderung menghindari sarapan tinggi gula. Mereka memilih makanan bernutrisi seperti telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, gandum utuh, dan buah beri untuk mendukung kerja otak.
6. Menantang Otak dengan Hal Baru
Belajar bahasa baru, keterampilan baru, atau aktivitas yang belum pernah dicoba dapat menciptakan jalur saraf baru. Kebiasaan ini menjaga otak tetap fleksibel dan adaptif seiring bertambahnya usia.
7. Menjalin Interaksi Sosial
Berkomunikasi dengan orang lain di pagi hari—baik melalui telepon, jalan pagi bersama, atau sarapan bareng—merangsang banyak fungsi otak sekaligus, mulai dari bahasa, emosi, hingga ingatan.
8. Memiliki Tujuan Harian
Orang dengan ketajaman mental yang baik selalu memiliki tujuan sederhana setiap hari. Tidak harus besar, cukup jelas dan bermakna. Tujuan ini menjaga bagian otak yang mengatur perencanaan dan pengambilan keputusan tetap aktif.
9. Membatasi Konsumsi Berita di Pagi Hari
Paparan berita negatif secara berlebihan dapat meningkatkan stres dan peradangan pada otak. Lansia yang tajam biasanya tetap mengikuti informasi, namun tidak membiarkan pagi mereka dipenuhi kecemasan.
10. Menjaga Kualitas Tidur Sejak Malam
Rutinitas pagi yang baik sebenarnya dimulai dari malam sebelumnya. Tidur cukup dan berkualitas membantu otak “membersihkan diri” dari racun yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif, termasuk risiko demensia.